March 8, 2021
EKONOMI & PERBANKAN

BI Dukung Korem 163/Wira Satya Jadi Contoh Digitalisasi

LiterasiPost.com, Denpasar –
Bank Indonesia (BI) mendorong digitalisasi di lingkungan Korem 163/Wira Satya. Seperti disampaikan Kepala Perwakilan BI Provinsi Bali, Trisno Nugroho, bahwa QRIS saat ini bisa digunakan dalam berbagai transaksi seperti di kantin dan koperasi yang ada di lingkungan Korem serta Jajaran.

BACA JUGA :  Di Bawah Tekanan Pandemi, Akseleran Mampu Tumbuh 35 persen di Akhir 2020

“Kami akan dorong penggunaan QRIS ini, semoga Korem 163/Wira Satya menjadi contoh penerapan  digitalisasi bagi Korem-Korem yang lain, termasuk di NTB dan NTT. Kita jadikan ‘Korem Digital’,” ujar Trisno Nugroho disela-sela menghadiri kegiatan donor darah dan donor plasma konvalesen terkait HUT ke-60 Korem 163/Wira Satya di aula Makorem, Denpasar, Kamis (11/2/2021).

Lanjutnya, penetrasi penggunaan QRIS di Bali selama masa pandemi naik 600 persen. Transaksi juga mengalami peningkatan terutama menggunakan QRIS dan mobile banking. 

BACA JUGA :  Karantina OTG GR dan Nakes Covid-19, Klungkung Masih Siapkan Hotel

“Selama Januari hingga Desember 2020, luar biasa naik signifikan. Sedangkan pemakaian kartu kredit yang turun, kartu debet masih stabil. Anak-anak muda sekarang banyak beralih menggunakan mobile banking atau electonic money, ini bagus sekali,” ungkapnya.

Tren peningkatan penggunaan e-money ini, diakui Trisno, terjadi di berbagai negara. Untuk itu pihaknya menginginkan semua sektor usaha dan jasa di Bali segera memanfaatkan digitalisasi, salah satunya QRIS seperti untuk pembayaran pajak kendaraan bermotor, transaksi di toko-toko dan lain-lainnya. 

Banyak keuntungan dari penggunaan uang elektronik, diantaranya mengurangi risiko penyebaran Covid-19, serta prosesnya cepat dan mudah.

 

(Foto: igp)

Danrem 163/Wira Satya, Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H sangat mengapresiasi penerapan digitalisasi di lingkungan Korem. “Pengenalan QRIS ini sangat bermanfaat dan membantu kami, sekaligus mengenalkan IT kepada para prajurit,” kata Danrem.

Ditambahkannya, penerapan digitalisasi ini juga sangat tepat di masa pandemi karena tidak ada kontak fisik dan tidak ada pemakaian uang kertas yang disinyalir menjadi salah satu media penularan Covid-19. 

“QRIS bisa kita terapkan di koperasi, karena setiap Kodim Jajaran punya koperasi, kami juga ada rumah sakit tingkat IV dan warung-warung yang bekerjasama dengan kami, bisa diterapkan,” tutup Danrem. (igp)

Related Posts