August 1, 2021
PENDIDIKAN

Karut-Marut Penerimaan Siswa, Permohonan Audiensi BMPS Tak Ditanggapi Disdikpora Bali

LiterasiPost.com, Denpasar | Permohonan audiensi Badan Musyawarah Perguruan Swasta (BMPS) Provinsi Bali ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali melalui surat per tanggal 8 Juni 2021 lalu belum ditanggapi oleh instansi terkait.

“Hari ini kami bertandang ke kantor Disdikpora Provinsi Bali untuk menanyakan surat permohonan audiensi kami (BMPS Bali), kami tidak bisa menemui siapa-siapa,” kata Sekretaris BMPS Bali, Blasius Naya Manuk, S.Pd, Senin (19/7/2021).

BACA JUGA :  Jadi "Center of Excellence", SMKN 5 Denpasar Siap Terima Peserta Didik Baru 2021/2022

Ia mengatakan surat audiensi yang diajukan tersebut belum mendapatkan tanggapan yang serius oleh pihak Disdikpora Bali. “Kami ingin pemerintah memberikan perhatian yang sama kepada sekolah-sekolah swasta, karena bagaimanapun sekolah swasta juga berjuang untuk mencerdaskan anak bangsa, baik sebelum maupun setelah kemerdekaan bangsa,” jelasnya.

Terkait temuan surat berformat XL yang berindikasi sebagai pemaksaan oleh oknum untuk menerima siswa di sekolah negeri, Blasius mengatakan belum berniat melaporkan ke polisi.

BACA JUGA :  Menteri PPPA Bicara Pemberdayaan Perempuan Pada Seminar Dwijendra University

“Belum, kita berjuang secara baik-baik terlebih dahulu, berkomunikasi dengan Kepala Dinas, tadi juga saya sudah menelpon, dan melakukan komunikasi yang baik. Kami inginkan agar bisa bertemu, minggu depan atau minggu ini,” ungkapnya.

“Kami ingin segera bertemu karena masalah penerimaan peserta didik baru (PPDB) di lapangan sudah sangat memprihatinkan. Maunya kami Jumat ini,” imbuh Blasius sembari mengatakan tidak menuduh Kepala Dinas sengaja menghindar.

BACA JUGA :  Hari Ini, Kasus Sembuh Covid-19 di Denpasar Melejit

Dihubungi lewat pesan elektronik, Iima perwakilan Ombudsman Bali yang ikut hadir ke Disdikpora Bali mengatakan belum bertemu dengan pihak dinas.

“Tadi sepertinya belum ada koordinasi untuk pertemuan. Untuk lebih jelasnya mungkin bisa menghubungi Pak Kepala (Kepala Ombudsman Bali) nggih,” tulisnya dalam pesan elektronik. (igp)

Related Posts