July 27, 2021
GAYA HIDUP & TEKNOLOGI

Lomba Fashion Show di Festival Kopi 2020

LiterasiPost.com, Denpasar –

Dalam memeriahkan Festival Kopi 2020, Luh Muani Academy menggelar lomba Fashion Show dengan tema “Kopi Sebagai Peluang Bisnis Milenial serta Bersama Kita Tingkatkan Potensi Kopi Menjadi Destinasi Baru Pilihan Wisatawan Lokal Maupun Wisatawan Asing”, Senin (23/11/2020).

Tema untuk peserta adalah Casual Bebas dan Casual Endek, dengan kriteria 70 persen bahan endek dan 30 persen bahan campuran.

BACA JUGA :  Vaksinasi Masal di Pasar Badung Denpasar, Targetkan 2.400 Pedagang

“Tema Casual Bebas terbuka untuk peserta pemula yang belum mempunyai pengalaman agar bisa ikut lomba secara langsung sehingga memiliki pengalaman panggung dan merasakan tampil di publik, tentunya tetap dengan menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan Casual Endek sebagai bentuk dedikasi kami untuk mengkampanyekan kain tenun ikat tradisional (Endek) di tengah Covid 19.” ungkap Ryan Indra Darmawan selaku Ketua Luh Muani Academy.

Lomba diikuti 100 peserta yang terdiri dari Kategori A (usua 3-7 tahun), Kategori B (usia 8-12 tahun) dan Kategori C (usia 13-25 tahun). “Peserta yang meraih Juara 1 pada kategori C akan dinobatkan juga menjadi Duta Kopi 2020,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Bantu Recovery NTT Pascabencana, Flobamora Bali Gelar Malam Doa dan Tali Kasih

Diharapkan Festival Kopi 2020 ini menjadi solusi meningkatkan ekonomi UMKM Bali di tengah pandemi Covid-19. “Mengapa Kopi? Karena kopi selain ada unsur kekhasan masing-masing daerah, juga bahannya sangat mudah, tidak mahal, dan bisa dibisniskan sehingga membuat roda ekonomi dapat kembali berputar,” papar dr. Visca Zerlinda H.

Lomba ini merupakan sebuah apresiasi para pengusaha dan pegiat seni yang dikemas dengan acara kolaborasi seni-budaya masyarakat di Bali, kuliner kopi, fashion serta untuk mengedukasi masyarakat khususnya generasi milenial tentang peluang bisnis kopi, sehingga nantinya diharapkan mampu tercipta destinasi wisata baru yang mampu menjaring wisatawan lokal maupun wisatawan asing.

BACA JUGA :  Kemenkumham Pererat Kerja Sama Dengan Polda Bali

“Kopi dan fashion, sekilas tidak saling berkaitan. Tetapi sejatinya keduanya membutuhkan daya kreasi, inovasi, yang dituntut untuk menghadirkan tidak hanya keindahan, cita rasa, namun juga menjadi karya seni yang patut dirayakan,” ungkap salah satu juri, Moch Satrio Welang.

Juri lainnya dalam lomba ini adalah Mirah Cynthia (Puteri Indonesia Bali), Heny Shanti (Aktris FTV, Penyanyi Bali, Presenter Balinow BaliTV) dan Moch Satrio Welang (Aktor Teater, Seniman Muda Bali). (igp)

Related Posts