May 12, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Luncurkan Mini Album “Hidup”, SVAMI Ingin Lagu Bali Menasional

LiterasiPost.com, Denpasar –
SVAMI Band siap meramaikan blantika musik Bali. Meski terbilang pendatang baru, grup beranggotakan lima personel ini langsung menelurkan karya berupa mini album dengan judul “Hidup”. Perkenalan album perdana tersebut digelar di Rumpies Kitchen, Jalan Dewi Madri IV No. 6 Denpasar, Minggu (21/3/2021).

SVAMI (baca: Swami) terbentuk pada 10 Oktober 2020 (10-10-2020), berawal dari keinginan berkarya di masa pandemi yang menjadi inspirasi lima karya lagu. Beranggotakan Ade Wiwikananda “Denanda” (Vocal), Yudi Rama Saputra “YRS” (Bass), Baskara Wibawa “Gusde” (Gitar), Gede Arik Yudasmara “Arik” (Keyboard) dan Gusman Adi Yudiana “Gusman” (Drum) berhasil merampungkan mini album dari musikalitas, jiwa, hati, dan rasa yang dituangkan ke dalam lagu berjudul “Hidup”, “Satus Tiban”, “Ulam Segara”, “Kenangan”, dan “Instrumen Pawiwahan”. Khusus Instrumen Pawiwahan, SVAMI berkolaborasi dengan instrumentalis Suling (seruling) kondang Bali, Gus Teja.

BACA JUGA :  Bandara Ngurah Rai Tambah Fasilitas Rapid Test Antigen

“Tema mini album pertama ini kami ambil dari lagu ‘Hidup’ yang mewakili keadaan dan situasi pandemi Covid-19. Suka dan duka pandemi ini membelajarkan kita arti hidup lebih dalam lagi, menyadari takdir dan nasib menyertai karma kita sebagai manusia, dengan harapan kondisi ini segera berakhir. Mari tetap tersenyum, bergandengan, berpelukan saling menghargai , ikhlas menjalani dan menerima segala cobaan dan anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa,” terang Denanda.

Sedangkan nama “SVAMI” sendiri, kata sang Vokalis, menggambarkan 5 (lima) unsur dari huruf/karakter “V”. Harapannya, dengan karakter yang berbeda menjadi awal untuk meraih mimpi.

Personel SVAMI Band saat acara peluncuran mini album “Hidup”. (Foto: igp)

Kelima lagu ini cenderung bernuansa religius tetapi tidak agamais. Karena, SVAMI ingin menampilkan unsur yang berbeda.

“Sejatinya tak beda dengan lagu bertema cinta, tapi kami buat sedikit lebih dewasa karena masuk perenungan sebuah hubungan, apa yang mesti kita lakukan, tidak cuma logika tapi ada campur tangan Tuhan. Sehingga lagu-lagu kami tidak terkesan cengeng,” ungkap Denanda yang beristrikan orang Jepang ini.

SVAMI pun berkeinginan agar lagu-lagu Bali lebih menasional sehingga derajatnya kian terangkat. Bahkan, grup ini akan merilis kelima lagu ini ke dalam bahasa Jepang.

BACA JUGA :  Sepakat, Melasti "Ngubeng" dan Tanpa Ogoh-ogoh di Denpasar

Basic kami adalah bermain di kafe, sehingga aura kafe masuk ke genre kami seperti Jazz, Latin, dan lainnya. Kami berkolaborasi membuat karya, ingin mewarnai musik Bali, namun tetap dominan Pop dengan memasukkan instrumen tradisional Bali seperti Suling. Next project akan kami masukkan unsur gamelan Bali,” ujar Arik menimpali.

Uniknya, SVAMI mengeluarkan wooden book gift yang berbentuk kotak kayu dengan desain seperti buku dan di dalamnya berisi buku tentang mini album SVAMI, gelang panca (lima) warna, CD mini album Hidup, stiker, dan gantungan kunci dari daun lontar dengan packaging klasik sebagai merchandise. Buku tersebut juga mengangkat edukasi tentang aksara Bali dengan harapan melestarikan bahasa dan sastra Bali.

BACA JUGA :  HUT Penerangan TNI AD, Pendam IX/Udayana Gelar Syukuran Sederhana

“Mini album ‘Hidup’ ini akan kami luncurkan atau komersilkan mulai 1 April 2021 sebanyak 100 pcs dengan sistem pre order,” sambung Denanda.

Dalam lima tahun ke depan, SVAMI komit akan tetap berkarya dan setiap tahunnya membuat mini album yang berisikan lima lagu. (igp)

Related Posts