June 19, 2021
BALI

Penduduk Miskin di Bali Tercatat 196 Ribu Lebih Pada September 2020

LiterasiPost.com, Denpasar –
Prosentase penduduk miskin di Bali pada September 2020 tercatat sebesar 4,45 persen, naik 0,67 poin dibandingkan dengan posisi Maret 2020 yang tercatat sebesar 3,78 persen.

“Secara absolut jumlah penduduk miskin di Bali pada September 2020 tercatat sekitar 196,92 ribu orang. Bertambah 31,73 ribu orang dibandingkan jumlah penduduk miskin pada Maret 2020 yang tercatat sekitar 165,19 ribu orang,” ungkap Kepala BPS Provinsi Bali, Hanif Yahya, S.Si, M.Si di Denpasar, Senin (15/2/2021).

BACA JUGA :  Perketat Pintu Masuk Bali, Pemeriksaan Rapid Test Antigen/Genose Diperpanjang Hingga Akhir Mei

Jika dilihat berdasarkan daerah perkotaan dan perdesaan, selama periode Maret-September 2020, prosentase penduduk miskin di daerah perkotaan tercatat mengalami peningkatan dari 3,33 persen pada Maret 2020 menjadi 4,04 persen pada September 2020. Hal yang sama juga terjadi di daerah perdesaan, tercatat prosentase penduduk miskin mengalami peningkatan dari 4,78 persen pada Maret 2020 menjadi 5,40 persen pada September 2020.

“Dalam pengukuran angka kemiskinan makro, garis kemiskinan digunakan sebagai besaran/batas untuk mengelompokkan penduduk yang dapat dikategorikan sebagai miskin atau tidak miskin,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Pembersihan dan Pembuatan Saluran Air Awali Pra TMMD ke-110 Kodim Jembrana

Pada September 2020, garis kemiskinan Provinsi Bali tercatat naik sekitar 1,94 persen dari Rp429.834,00 per kapita per bulan pada Maret 2020 menjadi Rp438.167,00 per kapita per bulan.

Indikator lain yang disampaikan mendampingi indikator tingkat kemiskinan wilayah, di antaranya adalah Indeks Kedalaman dan Indeks Keparahan Kemiskinan. Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) di Bali pada September 2020 tercatat sebesar 0,610, naik sebesar 0,086 poin dibandingkan Maret 2020, sedangkan Indeks Keparahan Kemiskinan (P2) naik 0,02 poin dari 0,103 pada Maret 2020 menjadi 0,123 pada September 2020.

Indikator lain yang disertakan mendampingi indikator kemiskinan adalah ukuran ketimpangan pendapatan penduduk. Salah satu ukuran ketimpangan yang digunakan adalah Indeks Gini Ratio. Nilai Indeks Gini Ratio berkisar antara 0 -1.

BACA JUGA :  PLN Peduli Bedah Rumah di Jembrana

“Semakin tinggi nilai Indeks Gini Ratio menunjukkan ketimpangan yang semakin tinggi,” papar Hanif.

Gini Ratio Provinsi Bali pada September 2020 tercatat sebesar 0,369. Nilai ini tidak mengalami perubahan dari kondisi Maret 2020 yang artinya ketimpangan pendapatan masyarakat di Bali kondisi September 2020 serupa dengan ketimpangan pendapatan kondisi Maret 2020. (igp/r)

Related Posts