May 12, 2021
BALI

Soal Kabel Semrawut dan “Tiang Beranak”, Ini Penjelasan PLN

LiterasiPost.com, Denpasar –
Sering kali terdengar keluhan dari masyarakat tentang kabel semrawut bak benang kusut yang bisa ditemui hampir di sepanjang jalan dan lokasi-lokasi tertentu. Pemandangan itu sudah tentu tidak indah dan mengganggu estetika wilayah.

Masyarakat pun kerap menuding atau mengkambing-hitamkan PLN sebagai pemilik kabel-kabel tersebut. Lalu, apa tanggapan PLN? Manajer Komunikasi PLN UID Bali, I Made Arya menjelaskan bahwa tidak semua kabel itu milik PLN.

BACA JUGA :  Bagikan Nasi Jinggo, Cara Kodim Klungkung Apresiasi Pengguna Masker Dengan Benar

“Kabel milik PLN pasti terpilin, kecuali kabel yang pisah tiga memang tidak terpilin karena ada yang terbuka dan terisolasi. Banyak masyarakat tidak tahu hal ini,” ujar Made Arya didampingi Made Dwipayana selaku Pejabat Operasi K3L UID Bali saat acara temu media di Denpasar, Rabu (24/2/2021).

Persoalan lain yang juga terjadi adalah adanya “tiang beranak”. Di mana ada tiang PLN, di situlah provider atau perusahaan lain ikut menancapkan tiangnya. Maka tak heran dijumpai 5-7 tiang di satu lokasi penancapan. Untuk itu masyarakat diharapkan bisa membedakan tiang milik PLN.

BACA JUGA :  Kali Ini, Tempat Cuci Tangan Dipasang di Wilayah Koramil Nusa Penida

“Dari sisi tinggi, tiang provider rata-rata berbahan besi dan tingginya 7 meter. Sedangkan tiang PLN ada yang berbahan besi dan sebagian besar beton, tingginya ada 7 meter, 9 meter, 11 meter dan 13 meter. Selain itu tiang PLN ada nomornya, jika tiang besi biasanya dicat hijau dan hitam semua,” beber Made Arya.

Tiang bertumpukan itu juga sangat mengganggu pihak PLN ketika akan melakukan pemeliharaan. Menurut Made Arya, pekerjaan yang dilakukan dalam kondisi yang tidak ideal tentu berpotensi menimbulkan kecelakaan kerja.

“Kami tidak punya wewenang untuk menertibkan semua itu, tapi kami berharap provider atau perusahaan yang memiliki tiang dan kabel itu agar menindaklanjuti keluhan masyarakat tersebut karena menyangkut keamanan,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Kapolda Bali Hadiri Penandatanganan Kesepakatan "Sipandu Beradat"

Made Arya mengakui masih ada kecelakaan kerja yang dialami masyarakat karena ketidaktahuannya. Misalnya, bekerja dekat jaringan listrik seperti perbaikan atap, pemasangan antena bertiang besi, dan penebangan pohon. “Kalau ada yang bermaksud menebang pohon silakan hubungi unit kami yang terdekat,” sebutnya.

Semua ini, sambung Made Arya, berkaitan dengan Bulan K3 Nasional terutama soal keselamatan kerja. PLN selalu menerapkan motto “Tidak Ada Yang Lebih Penting Dari Jiwa Manusia”. “Kami berharap media ikut membantu mengedukasi masyarakat,” pungkasnya. (igp)

Related Posts