July 28, 2021
PARIWISATA & SENI BUDAYA

TROJAN Luncurkan Single “Release The Beast”

LiterasiPost.com, Denpasar –
Siapa yang tidak mengenal deru langkah Pohon Tua Creatorium (PTC) ketika mendapuk band berada di bawah naungan labelnya? Unik? Sudah pasti. Menarik? Pasti jadi. Tetapi ada yang istimewa dari band garapannya yang sekarang. Bagaimana tidak, label yang telah malang melintang di dunia permusikan Bali ini, kini tertantang untuk menggandeng band yang bisa jadi akan mengisi skena musik metal tanah air, yaitu TROJAN.

BACA JUGA :  Masa Larang Mudik, Bandara Ngurah Rai Layani 12,8 Ribu Penumpang Kepentingan Khusus

“TROJAN cukup konsisten. Secara membership cukup solid. Di sisi lain, saya tergerak untuk terlibat dan melihat dari dalam bagaimana skena metal di Bali, dan saya dapat melihat hal ini pada TROJAN. Kami bisa saling mengisi apa yang dibutuhkan TROJAN dan apa yang dibutuhkan PTC, serta mendiskusikan hal-hal relevan apa yang disuguhkan baik untuk musik metal hari hari ini, dan TROJAN merupakan ‘korban’ pertama dari band metal yang pernah saya garap,” ungkap Pohon Tua, pemilik label PTC di Sanur-Denpasar, Jumat (11/12/2020).

Terbentuk pada tahun 2007, TROJAN merupakan sebuah band yang beranggotakan sederetan musisi muda, di antaranya Reo (Gitar 1), Michael (Gitar II), Oink (Bass), Gus Botak (Vocal), dan Gus Cilik (Drum). Band ini telah melahirkan dua album sebelumnya, yang bertajuk “Metamorphosis as the Phenomenon” yang dirilis 2010 silam, dan dilanjutkan dengan album yang berjudul “Archaic Dimension” pada tahun 2015 lalu.

BACA JUGA :  Wagub Cok Ace Minta Desa Wisata di Bali Segera Urus Sertifikasi CHSE

Memang, secara musikal, TROJAN sangat terinspirasi oleh band-band old school death metal. Tetapi seiring berjalannya waktu, band ini banyak melakukan eksperimen seperti nuansa Djent dan Thall dalam aransemen musiknya, namun tidak meninggalkan pakem death metal yang diusung sejak awal.

Tak tanggung-tanggung, PTC menantang TROJAN mampu tampil khusus dengan konsep yang boleh dikatakan tidak biasa dalam garapan launching single TROJAN terbaru yang bertajuk “Released The Beast”.

“Single Released The Beast ini menggunakan teknik sekali ambil, tanpa editing – one take single/one take video klip/one take audio visual, yang membuatnya berbeda dari band kebanyakan yang sangat jarang mengambil ‘risiko’ secara live mengingat tingkat kesulitannya yang tinggi dengan segala aransemen yang sulit dan kompleks,” tambahnya.

BACA JUGA :  Vaksinasi Menuju Zona Hijau, Hotel di Sanur Antusias Sambut Dibukanya Pariwisata Internasional

Perwakilan TROJAN, Michael Prawira menyatakan ketertarikannya untuk bersinergi bersama lable PTC. “Suatu kesempatan yang bagus bagi kami, karena selama ini tidak pernah ada label yang benar-benar mengarahkan kami. Kalau di PTC ini, kami memandang Pohon Tua banyak mengarahkan, bukan hanya dari arah musikalitas, dan juga di luar itu, dalam lingkup yang lebih luas, bagaimana caranya menjalankan band dalam ranah industri, dengan mengimbangi kami dengan pengetahuan-pengetahuan yang baru terhadap industri musik. Banyak hal yang tidak kami pikirkan sebelumnya,” ingkap Michael.

Released the Beast merupakan single yang berceritakan mengenai teror teknologi dan manusia yang seringkali menjadi budak kegilaan dari dunia digital. Single ini siap menghentak telinga para pendengar mulai 12 Desember 2020 serentak di berbagai kanal digital musik tanah air.

BACA JUGA :  Beri Rasa Aman dan Nyaman Bagi Pengunjung, Karyawan Bali Safari Jalani Vaksinasi Covid-19

Peluncuran single ini akan dibarengi oleh Hallien Fest 2020, sebuah acara festival yang memasuki usia di tahun kedua, yang sengaja dibuat oleh TROJAN agar dapat mengakrabkan TROJAN dengan fans, dan untuk sesuatu yang lebih besar dimana Hallien Fest ini diharapkan mampu menjadi barometer perkembangan skena musik metal di Bali.

Acara tersebut akan diadakan di Hard Rock Café lengkap dengan penerapan protokol kesehatan dengan menggandeng sederetan nama band lainnya untuk menghiasi Hallien Fest 2020 seperti Stormhour, Ludicia, Heretic, dan Instankarma. TROJAN akan tampil sebagai pamungkas dan bisa jadi muncul sebagai sebuah “virus” baru yang berbahaya di skena musik metal Tanah Air. (igp)

Related Posts