July 28, 2021
PENDIDIKAN

UN Ditiadakan, SMAN 7 Denpasar Siapkan Ujian Sekolah

LiterasiPost.com, Denpasar –
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) secara resmi menghapus pelaksanaan Ujian Nasional (UN) Tahun 2021 untuk jenjang pendidikan SD, SMP dan SMA.

Hal itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 1 Tahun 2021 tentang Peniadaan Ujian Nasional dan Ujian Kesetaraan serta Pelaksanaan Ujian Sekolah dalam Masa Darurat Penyebaran Covid-19.

BACA JUGA :  Pemenang Denpasar Innovation Day 2021 Diumumkan, Rai Mantra Ajak Generasi Milenial Terus Kreatif

SE tersebut menegaskan bahwa UN dan ujian kesetaraan tidak akan menjadi syarat kelulusan atau seleksi masuk ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Kelulusan peserta didik akan ditentukan berdasarkan nilai rapor tiap semester, nilai sikap minimal baik, dan mengikuti ujian yang diselenggarakan sekolah.

Ujian Sekolah bisa dilakukan dalam bentuk portofolio evaluasi nilai raport, nilai sikap dan prestasi siswa; penugasan; tes secara luring atau daring; dan bentuk kegiatan penilaian lain yang ditentukan sekolah.

BACA JUGA :  AMERTA Dinilai Bisa Wujudkan Perkembangan Kota Denpasar

Terkait hal tersebut, SMA Negeri 7 Denpasar telah menyiapkan opsi sebagai syarat kelulusan siswa kelas XII. Salah satunya adalah menggelar Ujian Sekolah yang saat ini sedang dibahas.

“Ujian Sekolah ini kami rencanakan dimulai 22 Maret nanti, besok (Selasa) kami akan mengadakan rapat antara wali kelas XII, guru dan panitia,” ujar Kepala SMAN 7 Denpasar, Dra. Cokorde Istri Mirah Kusuma Widiawati, M.Sos ketika ditemui Senin (22/2/2021).

Dikatakan Cok Mirah, selain hasil Ujian Sekolah tersebut, penilaian terhadap siswa juga menggunakan nilai raport dari semester I sampai V, dan semester VI termasuk nilai ulangan harian.

BACA JUGA :  Pemecutan Kaja dan Sumerta Siap Kawal Kemenangan AMERTA

“Mengingat ujian ini akan berlangsung secara daring (dalam jaringan), dan peluang gangguan pasti ada, semoga saja nanti bisa berjalan lancar. Maka dari itu kami memaksimalkan proses pembelajaran sehingga siswa sudah siap saat ujian,” jelasnya.

Kehadiran atau kerajinan siswa saat pembelajaran daring juga diperhitungkan. “Kami sadari, banyak kendala yang dihadapi siswa selama daring, seperti Hp rusak, sinyal tidak bagus, kuota habis, namun semua ini bisa dikomunikasikan,” ungkap Cok Mirah.

BACA JUGA :  "KPID Bali Awards 2020" Siap Digelar

Sebagaimana diketahui, UN sudah ditiadakan sejak tahun 2020 lalu karena mewabahnya pandemi Covid-19. UN akan diganti Asesmen Nasional (AN) pada tahun 2021 ini.

Namun, belakangan Mendikbud Nadiem Makarim menunda jadwal AN itu hingga September 2021, artinya tak ada ujian yang digelar secara nasional di tahun pelajaran ini. (igp)

Related Posts