January 30, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

“Beach Clean Up” Menuju Destinasi Bersih, Sehat dan Asri

LITERASIPOST.COM – LEGIAN | Tim WPN (Wayan Puspa Negara) bersama komunitas BumiKita secara rutin melaksanakan kegiatan Beach Clean Up (bersih-bersih pantai) di Pantai Legian, Kabupaten Badung, setiap hari Jumat. Kegiatan tersebut bertujuan untuk menciptakan habit atau kebiasaan agar setiap orang memiliki tanggung jawab yang sama dalam upaya menjaga kebersihan destinasi.

“Terutama, bagaimana kita bijaksana terhadap sampah dan memperlakukan sampah dengan bijak, artinya sebagai destinasi tentu kebersihan menjadi syarat mutlak. Oleh karena itu, setiap orang yang menjadi bagian dari destinasi harus ada peran serta dan partisipasi aktif untuk menjaga kebersihan destinasi”, ujar Wayan Puspa Negara pada Jumat (4/4/2025).

Para pelaku usaha dan stakeholders pariwisata sangat antusias berpartisipasi pada kegiatan Beach Clean Up di Pantai Legian. (Foto: Literasipost)

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini menjelaskan, ketika destinasi bersih maka dipastikan destinasi akan tetap dikunjungi oleh wisatawan. Perlu disadari bahwa kondisi Pantai Legian khususnya selama bulan Desember hingga Maret karena adanya perubahan angin dari arah barat ke arah timur, mengakibatkan banyak sampah kiriman menepi dan menimbulkan pemandangan kotor. Bagi wisatawan yang pertama kali berkunjung akan mengatakan bahwa pantai ini kotor dan tidak layak sebagai destinasi. Akibatnya, wisatawan banyak bergeser ke daerah Badung bagian utara seperti Canggu.

“Oleh karena itu, menjadi tanggung jawab kita semua untuk tetap menjaga pantai ini bersih dengan segala cara dan kita sebenarnya membutuhkan teknologi juga dalam upaya menjaga pantai ini tetap bersih. DLHK, pedagang pantai, pengurus pantai dan masyarakat sudah bahu-membahu melakukan gerakan bersih-bersih sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Hanya persoalannya adalah sampah kiriman ini jumlahnya jauh lebih besar dari kemampuan yang ada, sehingga dibutuhkan teknologi dengan membagi segmen”, sebutnya.

Lanjutnya, dari tepi pantai sejauh 1 mil ke tengah laut menjadi tanggung jawab KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) seharusnya bisa menerapkan teknologi yang ditempatkan di tengah laut. Sedangkan di daratan atau tepi pantai menjadi wilayah kabupaten/kota yang sudah menyiapkan teknologi tetapi memang belum cukup memadai, seperti beberapa loader yang disiapkan.

BACA JUGA :  100 Anak Siap Tampilkan Tari Pendet di The Nusa Dua Festival 2025

“Sekali lagi, sebagai destinasi internasional maka pantai ini tidak boleh kotor agar tetap menjadi ikonik dalam menarik kunjungan wisatawan terutama ke kawasan Samigita (Seminyak, Legian dan Kuta)”, ungkap Puspa Negara.

Kegiatan Beach Clean Up ini juga melibatkan partisipasi para stakeholders pariwisata dan pelaku usaha di wilayah Kelurahan Legian, yang diatur secara bergiliran setiap hari Jumat. Peran serta mereka cukup tinggi yang terlihat dari antusiasme kehadiran pada setiap kegiatan. (L’post)

Related Posts