January 30, 2026
PENDIDIKAN

605 Peserta Ramaikan FastTekno 2025 ITB STIKOM Bali

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Badan Eksekutif Mahasiswa ITB STIKOM Bali dengan bangga menggelar FastTekno (Festival Teknologi 2025) dengan tema “Exploring Beyond the Future World of Technology”. Kegiatan ini dibuka oleh Pembina Yayasan Widya Dharma Shanti Denpasar, Prof Made Bandem, di aula ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Senin (5/5).

Festival ini berlangsung pada 5-7 Mei 2025 dengan menampilkan sebanyak 17 lomba, di antaranya Microsoft Word, Excel, Powerpoint, dan Lomba Cerdas Cermat untuk kategori SMP dan SMA/K. Ada juga Lomba Desain Web kategori SMA/K, serta kategori umum untuk Lomba Desain Poster, Mobile Legends, Free Fire dengan jumlah peserta keseluruhan sekitar 605 orang. 

BACA JUGA :  KPU Bali Lepas Mahasiswa Magang FISIP UNUD

Ketua Yayasan Widya Dharma Shanti, Prof Bandem menyatakan pihak yayasan sangat mendukung kegiatan mahasiswa ini. Dikatakan bahwa teknologi menjadi sangat penting dalam kehidupan manusia ke depan. Masyarakat di Bali khususnya, sejatinya telah mengenal teknologi tradisional seperti arsitektur dan subak. Namun seiring perkembangan zaman, teknologi pun kian berkembang. 

Mengutip pernyataan BJ Habibie, katanya, ada tiga jenis teknologi, yaitu 1) teknologi perangkat keras meliputi industri besar, misalnya pembuatan kapal terbang, mobil, dan kereta api. 2) teknologi perangkat lunak seperti yang berkembang sekarang, misalnya program komputer termasuk yang dilombakan di festival ini. 3) teknologi perangkat otak meliputi program baru, penciptaan baru, yang berkembang sekarang termasuk AI (Artificial Intelligence).

BACA JUGA :  Kembangkan Desa Wisata, Perbekel Desa Sidan Apresiasi Pengabdian LPPM UNUD

Sementara itu Rektor ITB STIKOM Bali, Dr Dadang Hermawan menyampaikan bahwa pada intinya lomba atau festival ini diadakan untuk memberikan ruang atau wadah bagi generasi muda khususnya pelajar. 

“Melatih mereka untuk berkompetisi, selain itu dengan mengikuti lomba maka generasi muda ini tidak tergoda oleh hal-hal negatif seperti Narkoba, seks bebas dan sebagainya, sehingga mereka betul-betul melakukan kegiatan positif untuk meniti atau menyongsong masa depannya yang lebih baik, jadi kompetisi menjadi bagian dari kehidupan, belajar juga bagian dari kehidupan sehingga nantinya bisa sukses”, ungkap Dadang. (L’post)

Related Posts