TRAVEX BBTF 2025 Dibuka, Bali dan DKI Jakarta Siap Sinergi Kembangkan Pariwisata Berkelanjutan

LITERASIPOST.COM – NUSA DUA | Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmen bersama untuk mendukung pertumbuhan pariwisata yang semakin menjanjikan, melalui kebijakan terpadu, kolaborasi strategis, dan pemantauan ketat dalam menghadapi tantangan sampah, kemacetan, dan pergerakan wisatawan internasional. Hal itu disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster dan Wagub DKI Jakarta Rano Karno saat pembukaan TRAVEX (Travel Exchange) sebagai sesi B2B terstruktur di ajang Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) ke-11 yang berlangsung di BICC Nusa Dua, Kamis (12/6).
“Saya melihat BBTF sebagai jembatan penting antar-pelaku industri, pemerintah, dan buyer global untuk memperkuat citra destinasi dan membuka peluang investasi baru. Melalui BBTF, kami berharap memperluas kerja sama strategis dengan Provinsi DKI Jakarta—memanfaatkan jaringan BUMD transportasi dan dana silpa—serta menegosiasikan rute dan frekuensi penerbangan bersama maskapai internasional. Dengan sinergi seluruh lapisan pemerintahan, pelaku pariwisata, dan mitra udara global, kita akan mewujudkan lingkungan yang bersih, mobilitas lancar, dan kenyamanan akses masuk yang semakin baik—sehingga Bali tetap menjadi destinasi unggulan dunia”, ujar Gubernur Koster.
“DKI Jakarta siap berkolaborasi dengan Provinsi Bali, memanfaatkan silpa APBD DKI sebesar hampir Rp 4,8 triliun dan dukungan tiga BUMD—Bank DKI (kelak menjadi Bank of Jakarta), MRT, dan Transjakarta—untuk meningkatkan konektivitas dan arus kunjungan. Mengingat 6 juta dari 9,5 juta wisatawan domestik ke Bali berasal dari Jakarta, kerja sama ini diharapkan mengembalikan keseimbangan kunjungan dan penerimaan pajak”, ungkap Wagub Rano Karno.
“BBTF menciptakan hubungan yang lebih mendalam dan tahan lama antara produk dan destinasi, memberikan kesempatan bagi peserta untuk merasakan pengalaman nyata di tempat, melampaui sekadar ruang pamer. Lebih dari itu, BBTF telah membuktikan jangkauan dan dampak internasionalnya, berakar pada semangat budaya unik Bali, berbasis di Bali namun berfokus pada seluruh Indonesia”, jelas Ketua Panitia BBTF 2025, Putu Winastra.
“ASITA ibarat dapur dalam dunia pariwisata: sejak menyambut tamu, menyiapkan segala kebutuhan pra-perjalanan hingga ahir pengalaman wisata. Sebagai garda terdepan, ASITA berperan sebagai ‘frontliner’ yang tak tergantikan. dibawah naungan BTB tidak diijinkan asosiasi lain menggelar acara serupa, kami berkomitmen memperkuat kehadiran ASITA di Bali—agar kualitas layanan dan kolaborasi industri pariwisata se Indonesia semakin kokoh”, ucap Ketua Bali Tourism Board, Ida Bagus Partha Adnyana. (L’Post)














