Bersiap! PICA FEST 2025 Digelar Mulai 24 Juli

LITERASIPOST.COM – DENPASAR | Sempat vakum tahun lalu, PICA FEST kembali hadir pada tahun ini tepatnya 24-27 Juli 2025 di Lapangan Niti Mandala (Puputan Margarana) Denpasar. Penyelenggaraan yang ke-9 kali ini menjadi salah satu agenda Provinsi Bali berskala nasional dengan jumlah pengunjung yang selalu meningkat setiap tahunnya.
Lebih 100 pengisi acara mulai dari seniman dan musisi Bali hingga luar Bali akan memeriahkan PICA FEST 2025. Di antaranya Hindia, Feast, Tuantigabelas X Westwew, Tipe X, Stand Here Alone, For Revenge X Stereowall, Strangers, Ahmad Abdul, Yura Yunita, Perunggu, Morfem, Negatifa, Superman is Dead (SID), The Adams, 510, Kangen Band, Starlit, dan yang pasti puluhan musisi keren Bali lainnya akan tampil maksimal tahun ini.
“Tahun ini akan ada 64 booth untuk clothing dari 36 brand, sedangkan untuk F&B ada sekitar 60 booth. Semua sudah melalui proses kurasi dari ratusan peminat”, ungkap I Gede Andika Paramartha selaku ketua panitia, saat konferensi pers di Nexx Cafe, Denpasar, pada Kamis (17/7).
Pria yang akrab disapa Go Andik ini menambahkan PICA FEST tetap berkolaborasi dengan komunitas-komunitas kreatif yang ada di Bali. Selain komunitas clothing, juga komunitas tatto, lari, e-sport, otomotif, UMKM Bali yang bergerak di bidang F&B yang di dalamnya akan diadakan festival kreatif arak dengan nama Arakultura oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali. Spesial akan hadir kolaborasi terkait kebersihan lingkungan atau Pica Waste Department, merupakan sebuah gerakan yang bekerja sama dengan Bersih-Bersih Bali, PPLH Bali, dan Yayasan Tegeh Sari yang fokus dalam pengelolaan sampah organik. Ada juga ACS Bali yang akan mengelola sampah anorganik dan residu. Kemudian pengelolaan hasil anorganik akan dibantu oleh Pesona Plastik dan Daur Ulang.
“Di tengah perjuangan Pemerintah Bali dalam pengelolaan sampah, PICA FEST ingin hadir sebagai event yang bisa mengelola sampahnya secara mandiri. Semoga gerakan ini bisa menjadi solusi dan percontohan untuk event lainnya agar lebih peduli dengan sampah yang dihasilkan saat menggelar sebuah acara”, jelasnya.
PICA FEST 2025 pula berkolaborasi dengan Bank BPD Bali sebagai sponsor utama. Dalam kolaborasi ini, PICA FEST mengusung semangat pelestarian budaya Bali melalui pendekatan kreatif dalam festival modern. Untuk pertama kalinya, elemen-elemen tradisional seperti Genjek, Liku, Rindik, hingga Joged Bumbung akan menjadi bagian dari rangkaian program festival — menghadirkan warna baru yang memperkaya pengalaman pengunjung. Perpaduan antara semangat anak muda, budaya pop, dan kekayaan tradisi lokal menjadi ciri khas PICA FEST tahun ini — menjadikannya tak sekadar festival, tetapi juga ruang pertemuan lintas generasi dan ekspresi kebudayaan Bali yang hidup.
“Kenapa kami berkolaborasi dengan PICA FEST? Karena baik kami maupun dari pemerintah memiliki program linier dan arah kebijakan bank salah satunya adalah penguatan sektor UMKM. Saat ini kredit UMKM di BPD Bali sudah tumbuh sebesar 12 triliun Rupiah, jadi kami memiliki visi dan misi yang sama, dan mayoritas hasil kurasi dari peserta adalah nasabah BPD Bali”, ujar Sanjaya selaku Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Bank BPD Bali.
Salah satu musisi atau personel dari White Swan, Sugeng Wisnu mengaku sangat bangga karena selalu diberikan kesempatan ikut memeriahkan PICA FEST. “Bermula dari kami ikut audisi di event ini dan akhirnya selalu diberikan kepercayaan oleh PICA FEST. Event ini sangat luar biasa karena memberikan kesempatan atau wadah bagi komunitas, dan tidak hanya musisi yang sudah punya nama tapi juga musisi-musisi muda di Bali yang baru berkembang”, ungkapnya. (L’Post)














