January 30, 2026
BALI

KPA Bali Adakan Penyegaran HIV bagi Konselor

LITERASIPOST.COM – DENPASAR | Untuk menjamin keberlangsungan Program Penanggulangan HIV/AIDS di Bali, KPA Provinsi Bali menggelar acara Penyegaran HIV bagi Konselor. Kegiatan ini dilaksanakan pada 27-29 Agustus 2025 di ruang rapat Sekretariat KPA Provinsi Bali.

Acara dibuka oleh Kepala Sekretariat KPA Provinsi Bali, AA Ngurah Patria Nugraha, S.Sos, M.AP didampingi Pengelola Program Monitor dan Evaluasi KPA Provinsi Bali, Dian Pebriana, SKM. Patria Nugraha mengatakan kegiatan ini ditekankan pada penyamaan persepsi terkait informasi dan dasar-dasar konseling HIV dan VCT di lapangan, serta untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang teknis konseling HIV dan VCT kepada peserta yang nantinya akan menjadi konselor HIV dan VCT.

BACA JUGA :  Permudah Masyarakat Peroleh LPG 3kg, Pertamina Ajak Pengecer jadi Pangkalan Resmi

“Yang terpenting adalah melaksanakan penyiapan tim atau sumber daya manusia yang andal dengan komitmen kebersamaan yang tinggi serta profesional dalam pelaksanaan tugas pemberian layanan konseling HIV dan VCT,” katanya.

Sementara itu, Dian Pebriana mengungkapkan pelatihan penyegaran HIV untuk menjamin keberlangsungan program penanggulangan HIV/AIDS di setiap tingkatan melalui komitmen yang tinggi, kepemimpinan yang kuat, dukungan informasi dan sumber daya yang memadai.

“Saat ini Dinas Kesehatan Provinsi Bali telah mengembangkan dan meningkatkan jumlah layanan VCT (Voluntary Counseling and Testing) dan kualitas layanan VCT dari tingkat Puskemas, RS Pemerintah dan RS Swasta yang tersebar di seluruh Bali,” katanya.

BACA JUGA :  54 Perusahaan Ramaikan Public Expose LIVE 2022

“Namun, ada beberapa hal yang masih menjadi kendala yaitu kurangnya tenaga konselor di layanan kesehatan, peran konselor sangatlah penting untuk mengetahui seseorang terinfeksi HIV atau tidak sehingga bisa dilakukan pengobatan secepatnya mengingat Negara Indonesia masih menggunakan prinsip sukarela bukan mandatory sehingga tes hanya bisa dilakukan melalui persetujuan klien,” imbuhnya.

Ketua Perkumpulan Konselor VCT HIV Indonesia, Erijadi Sulaeman mengungkapkan, konseling dan tes secara sukarela merupakan pintu masuk (entry point) untuk membantu setiap orang mendapatkan akses ke semua pelayanan, baik informasi, edukasi atau dukungan psikososial. Dengan terbukanya akses, maka kebutuhan akan informasi yang akurat dan tepat dapat dicapai sehingga ada perubahan perilaku yang lebih sehat.

“Untuk pertemuan pertama, kita berikan basic komunikasi kepada semua peserta. Ini sangat penting ketika para pesera ketemu dengan klien di lapangan. Di sini kita berikan pemahaman betapa pentingnya pendampingan klien di lapangan. Sehingga bisa meminimalisir los follow up,” katanya. (L’Post/r)

Related Posts