January 30, 2026
BALI

Narkotik Anonimus Adakan Konvensi Regional Indonesia Pertama di Bali, Perkenalkan Program Pemulihan dalam Bahasa Indonesia

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Masih banyak masyarakat yang belum mengenal tentang Narkotik Anonimus (NA). Apakah NA sama dengan rehabilitasi?.

NA merupakan sebuah organisasi yang membantu orang-orang yang memiliki masalah kecanduan narkotika untuk pulih dan menjalani hidup yang lebih sehat. NA mengadakan Konvensi Regional Narcotics Anonymous Indonesia pertama di Denpasar, Bali, pada 5-7 Desember 2025. Pertemuan ini menandai pertumbuhan komunitas NA di Indonesia, meningkatnya jumlah anggota, serta dampak nyata program NA dalam membantu pecandu menemukan pemulihan jangka panjang.

BACA JUGA :  PLN Dukung Ketahanan Informasi Bencana: Listrik 240 kVA Resmi Mengalir ke Command Center BMKG Bali

Serangkaian konvensi tersebut, NA menyampaikan informasi kepada jurnalis lokal mengenai kehadiran NA di Indonesia, misi NA, dan ketersediaan pertemuan serta materi pemulihan yang sekarang sepenuhnya tersedia dalam Bahasa Indonesia. Selanjutnya, informasi ini bisa disebarkan kepada masyarakat.

Public Relations NA Indonesia, Nita Purna Kusuma menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir, kelompok NA berkembang di berbagai kota di Indonesia. Pertemuan tersedia dalam dua bentuk, yakni tatap muka dan online. Semua pertemuan NA sudah tersedia dalam Bahasa Indonesia, dan literatur NA—termasuk buku-buku inti yang digunakan secara internasional—kini juga telah diterjemahkan ke Bahasa Indonesia.

“Program NA bersifat sederhana dan non-religius. Fokusnya adalah kejujuran diri, dukungan sesama, serta saling berbagi pengalaman. NA tidak berhubungan dengan organisasi politik, agama, maupun penegak hukum. Program ini gratis dan terbuka bagi siapa saja yang merasa memiliki masalah dengan narkoba, termasuk alkohol atau zat lainnya”, ungkap Nita.

NA dibentuk di California, AS, pada tahun 1953 mengikuti model “12 langkah” Alcoholics (AA). NA ada di 141 negara dengan lebih dari 70.000 pertemuan setiap minggunya di seluruh dunia (Data tahun 2018)

BACA JUGA :  FK UNUD dan Pusat Studi Anti-Aging Medicine Indonesia Selenggarakan PIAAM XXII

“Tujuan utama NA adalah untuk membantu orang-orang yang memiliki masalah kecanduan narkotika untuk pulih dan menjalani hidup yang lebih sehat, serta untuk membantu mereka yang masih menderita kecanduan untuk mencapai kesembuhan”, jelasnya lagi.

Pertemuan NA di Indonesia dimulai pada tahun 2000 di Jakarta dan Bali. Program 12 langkah NA dimaksudkan untuk dikerjakan, satu pecandu membantu yang lainnya (dengan sponsor). Pecandu menjalin hubungan dengan “Kekuatan Yang Lebih Besar” menggunakan pemahaman masing-masing. Program NA didasarkan untuk melatih prinsip-prinsip spiritual dalam semua urusan kita: Kejujuran, Keterbukaan Pikiran, Ketersediaan – kerelaan, Menyerah, Kerendahan hati, dan Pelayanan. NA bukanlah program yang khusus tentang obat-obatan, tapi program ini berfokus pada “penyakit kecanduan”. 

“Kehadiran secara teratur pada pertemuan NA memicu keinginan untuk pulih dan mendorong pendatang baru untuk berhenti menggunakan narkoba dan menjalankan program NA. NA mempunyai banyak anggota di seluruh dunia yang bersih selama beberapa dekade dan menjalani kehidupan produktif yang normal, memiliki keluarga yang bahagia dan memberikan kembali kepada masyarakat”, terang Nita.

Ditambahkannya, ada yang disebut Anonimitas, yaitu “Dasar Spiritual” bagi pertemuan dan program NA. Mengidentifikasikan/memperkenalkan diri pada saat pertemuan hanya menggunakan nama depan saja dan keanggotaan tidak didokumentasikan. Tidak bertanya kepada anggota, siapa mereka dan dari mana berasal. Yang paling penting adalah apa yang mereka ingin lakukan tentang masalah mereka dan bagaimana NA dapat membantu.  

BACA JUGA :  Pasca Banjir Bandang, Personel Polda Bali Bersih-bersih di Lokasi Bencana

Anggota dapat menghadiri pertemuan tanpa rasa takut akan bermasalah secara hukum atau sosial. NA tidak mempunyai daftar keanggotaan. “Pertemuan diadakan setiap minggu pada waktu dan lokasi yang sama, biasanya di fasilitas umum. Peserta membagikan pengalaman pribadi dengan fokus pada 12 langkah sebagai solusinya, kami tidak memikirkan masalahnya. Pertemuan NA menyediakan lingkungan di mana orang dapat saling membantu berhenti menggunakan narkoba dan belajar hidup bebas dari narkoba. Pertemuan dihadiri tanpa biaya”, pungkasnya. (L’Post)

Related Posts