February 1, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Aksi Damai Aliansi Hindu Nusantara, Desak Presiden Tak Hadiri Mahasabha Demisioner

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Aliansi Hindu Nusantara sebagai representasi umat Hindu di Indonesia yang terdiri dari berbagai organisasi melakukan aksi damai di depan Kantor Gubernur Bali dan DPRD Bali, Renon, Denpasar, Senin (25/10/2021). Mereka menyampaikan pernyataan sikap agar Gubernur dan Ketua DPRD memohon kepada Presiden RI Joko Widodo untuk tidak menghadiri Mahasabha XII PHDI demisioner pada 28 Oktober 2021 yang digagas oleh Pengurus PHDI masa bakti 2016-2021.

“Kami meminta pemerintah untuk mencegah Mahasabha XII yang merupakan Mahasabha ilegal karena dilakukan oleh pengurus demisioner dan memohon Presiden untuk mempertimbangkan lagi agar tidak menghadiri atau membuka Mahasabha yang ilegal itu,” ujar Wayan Supartha selaku Koordinator Aliansi Hindu Nusantara.

BACA JUGA :  The Cakra Hotel Hadirkan Paket Liburan Sekolah untuk Keluarga

Sslain itu, aksi damai ini sebagai bentuk gerakan menolak Sampradaya asing sebagai bagian Hindu Bali/Nusantara, yang sampai saat ini masih bercokol di bumi Nusantara. Maka momen pembersihan dan pemurnian PHDI menjadi bagian tangga perjuangan yang harus didukung karena selama ini ternyata PHDI Pusat 2016-2021 merupakan tempat terjadinya pemahaman akan Hindu Bali/Nusantara yang keliru dan cenderung menyesatkan umat.

“Statemen yang bisa menyesatkan ini, terungkap dari pernyataan Ketua Umum PHDI Pusat 2016- 2021 yang menyatakan bahwa Hindu adalah terdiri dari Sampradaya, dimana Hindu Bali adalah Sampradaya seperti halnya Sampradaya Hare Krsna, Sai Baba dan lainnya,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Cek Kesiapan Pengamanan Perairan Bali Jelang G20, Kapolda Lakukan Sea Trial Rigid Inflatable Boat

Lanjutnya, aksi damai Aliansi Hindu Nusantara ini juga sekaligus wujud dukungan kepada PHDI Pusat 2021-2026 hasil Mahasaba Luar Biasa. Menurutnya, gerakan ini adalah implementasi penolakan terhadap Sampradaya asing yang berkamuflase sebagai Hindu, dimana ajaran Sampradaya asing ini telah meracuni sebagian besar pengurus PHDI Pusat 2016-2021 demisioner.

Organisasi yang mengikuti aksi damai ini di antaranya DPP Amukti Palapa Nusantara (APN), Baladika Angungah Santi, Brahmastra, Kaula Nindihin Bali, Keluarga Ajik Aura, Laskar Bali Santi, Latengiu, Padukuhan Budhaireng, Pasraman Kayu Manis, PGN Cakra Taksu Bali, Poros Muda Kemanusiaan, Pura Dalem Balangan, Puri Kesiman, Sandhi Murti, Swastika Bal, Team Hukum Nusa Bali, Warih Satara, Yayasan Jaringan Hindu Nusantara, Yayasan Bima Sakti, Yayasan Dharma Murti Jembrana dan perorangan. (igp)

Related Posts