January 30, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Awareness adalah Bentuk Tanggung Jawab Sesungguhnya dari Kebersihan Destinasi

LITERASIPOST.COM – Legian | Menjadi sebuah komitmen bahwa gerakan Beach Clean Up (bersih-bersih pantai) di Pantai Legian, Kabupaten Badung, yang diinisiasi oleh tim WPN (Wayan Puspa Negara) bersama komunitas BumiKita, dilaksanakan secara berkelanjutan setiap hari Jumat. Bahkan, sampai saat ini gerakan Beach Clean Up telah berjalan 5 tahun lebih.

Inisiator gerakan, I Wayan Puspa Negara menegaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menjaga destinasi agar tetap bersih, sehat, asri dan indah karena kebersihan adalah tanggung jawab semua pihak. Dari perspektif destinasi, kebersihan adalah absolut.

BACA JUGA :  Mahasiswa FKP UNUD Raih Medali di Pencak Silat Piala Kemenpora IPSI Banyuwangi Championship

“Syarat mutlak dari sebuah destinasi adalah salah satunya kebersihan, dan tanggung jawab dari kebersihan itu adalah kita semua, warga masyarakat, kemudian pelaku usaha, termasuk wisatawan sendiri, karena kita sadari bahwa sampah di pantai ini diproduksi oleh banyak sumber di antaranya dari wisatawan itu sendiri, masyarakat, juga alam”, jelasnya.

Pantai Legian harus selalu terjaga kebersihannya, dan semua orang memiliki tanggung jawab moral langsung maupun tidak langsung dalam upaya untuk menjaga kebersihan destinasi. Oleh karena itu, pihaknya melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam upaya untuk menjaga kebersihan Pantai Legian secara stabil, periodik dan berkelanjutan. Dikatakan, di pantai ini memang sudah ada petugas kebersihan yang digaji oleh pihak tertentu dan juga pedagang pantai. Dimana, sepanjang 1.600 meter Pantai Legian terdapat sekitar 600 pedagang yang setiap hari sebelum membuka usahanya wajib melakukan bersih-bersih pantai. Kemudian di-backup oleh DLHK setiap hari.

“Dan, kita setiap hari Jumat melibatkan seluruh pelaku usaha yang ada di Kelurahan Legian tanpa kecuali. Dari total 4.428 pelaku usaha semuanya terlibat dan mereka bergilir setiap Jumat pagi dengan giliran satu kali dalam sebulan. Kami hadirkan mereka tujuannya adalah untuk menjalin hubungan bahwa lingkungan itu adalah penentu dari sebuah kemajuan usaha, tanpa daya dukung lingkungan, usaha apapun tidak akan mendapat support”, tegasnya.

BACA JUGA :  Ditreskrimsus Polda Bali Ungkap Kasus Pegadaian Ilegal

Pelaku usaha didorong memberikan CSR khusus untuk destinasi Pantai Legian dalam bentuk kegiatan bersih-bersih setiap Jumat pagi. Hal ini sudah menjadi kebiasaan bagi mereka. Memang target dari kegiatan ini adalah untuk menciptakan habit atau kebiasaan masyarakat, wisatawan, dan semua pihak agar menjaga kebersihan. Kebiasaan pertama yang sudah berjalan adalah mereka rutin hadir setiap Jumat secara bergilir. Kelurahan Legian terdiri dari empat blok wilayah, yaitu blok Melasti mendapat giliran pada minggu pertama, blok Padma pada minggu kedua, blok Werkudara pada minggu ketiga dan blok Dewi Sri pada minggu terakhir. 

“Setiap minggu jumlah mereka berkisar 500 sampai 1.000 orang, ini merupakan energi yang kita gerakkan dalam upaya untuk menciptakan habit bagi mereka juga menjadi edukasi bagi masyarakat dan juga lingkungan, edukasi bagi wisatawan agar mereka bertanggung jawab terhadap kebersihan dan terutama terhadap sampah”, terang Puspa Negara.

Kegiatan apapun dalam upaya untuk menciptakan lingkungan yang bersih tanpa dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan maka tidak akan ada artinya. Small is Beautiful: langkah kecil yang bisa dilakukan untuk turut menjaga destinasi Kemudian memperkuat spirit masing-masing bahwa lingkungan harus dijaga secara bersama-sama sehingga ada panggilan hati atau dikenal dengan istilah awareness atau sense of belonging. Ketika ada sense of belonging maka pantai akan selalu bersih, 

BACA JUGA :  Rooftop Rapture: Puncak Selebrasi Anniversary Kuta Social Club bersama DJ Tigerlily

“Kegiatan bersih-bersih ini telah mampu menciptakan habit, lalu pantai kita terlihat bersih artinya semakin banyak yang turun menjaga kebersihan pantai ini maka akan menjadi energi yang bagus dalam upaya menjaga destinasi tetap bersih, sehat, asri dan mempesona. Kami tentu berterima kasih kepada semua pihak yang kami ajak terus setiap Jumat pagi, mereka sangat antusias. Inilah target kita menciptakan antusias atau rumus sederhananya ketika kita menjaga lingkungan maka lingkungan pasti akan menjaga kita”, pungkas Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini. (L’Post)

Related Posts