November 2, 2026
BALI

BBPOM Nyatakan Kuliner di PKB 2026 Aman Konsumsi

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) di Denpasar bersama lintas sektor terkait di antaranya Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, Dinas Perikanan dan Kelautan, serta Dinas Kesehatan Provinsi Bali, melaksanakan sampling dan uji cepat terhadap aneka kuliner di area kuliner Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-48 Tahun 2026 yang berlangsung di Taman Budaya – Art Centre Denpasar, Sabtu (13/6). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan keamanan pangan dan menjamin kesehatan para pengunjung yang menikmati makanan dan minuman siap saji di area kuliner tersebut.

Terdapat sekitar 37 stan UMKM kuliner yang menyajikan makanan dan minuman berbahan lokal dari seluruh kabupaten/kota di Bali. Pada kesempatan ini, tim mengambil sekitar 19 sampel makanan seperti sate ikan laut, pepes, bakso, kerupuk, biji mutiara, kue laklak, tahu, dan mie untuk diuji secara langsung di lokasi. Termasuk kuliner yang menggunakan bumbu terasi tak luput dari pemeriksaan, karena di masyarakat kerap ditemukan penggunaan terasi tanpa izin edar BPOM dan disinyalir mengandung Rhodamin B.

BACA JUGA :  Kapolda Bali Pimpin Serah Terima Jabatan Kapolres Baru

“Bahan berbahaya yang diuji seperti Borax, Formalin, pewarna Textil Rhodamin B dan Methanil Yellow. Astungkara (syukurlah) semua sampel makanan termasuk yang mengandung terasi masih aman dan tidak mengandung bahan berbahaya tersebut, bahkan tiga sampai empat kali kami uji, hasilnya negatif”, ujar Ni Putu Ekayani selaku Ketua Tim Sertifikasi, Informasi dan Komunikasi BBPOM di Denpasar.

Namun, di lokasi kuliner dijumpai beberapa stan/pedagang yang menjual produk pangan olahan terkemas dan berlabel dengan masa kedaluwarsa relatif lama, lebih dari 7 hari seperti kopi lokal, keripik, kerupuk, dan lainnya.

“Bila pelaku usaha mau naik kelas, BBPOM di Denpasar siap mendampingi sampai mendapatkan Nomor Izin Edar”, jelasnya.

BACA JUGA :  Latihan Menembak, Asah Kemampuan dan Keterampilan Prajurit

Ekayani mengingatkan para pedagang atau penjaga stan kuliner untuk selalu menerapkan Cek KLIK, yaitu cek kemasan, label, izin edar, dan kadaluwarsa guna memastikan keamanan pangan. Selain itu, ditegaskan pula bahwa pangan yang aman adalah bebas dari tiga bahaya, yakni bahaya fisik, bahaya kimia, dan bahaya biologi.

“Untuk menghindari bahaya kimia, dilakukan uji seperti hari ini. Sedangkan bahaya biologi biasanya pencemaran mikroba, seperti adanya lalat. Tapi, stan kuliner di sini sudah melakukan pencegahan dengan menutup makanan menggunakan daun atau tudung. Kemudian pencegahan bahaya fisik, misalnya dengan menggunakan celemek, penutup kepala dan masker”, pungkas Ekayani. (L’Post)

Related Posts