Didominasi Perdagangan Besar dan Eceran, Pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan di Bali Capai 10 Triliun

Pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan di Bali mencapai 10,63 triliun Rupiah, tumbuh 20,85% yoy
LITERASIPOST.COM, Gianyar | Piutang Pembiayaan Perusahaan Pembiayaan di Bali posisi November 2023 masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup tinggi, walaupun dengan laju yang menurun dibandingkan periode sebelumnya. Demikian disampaikan Kepala OJK Provinsi Bali, Kristrianti Puji Rahayu saat acara NGORTE bersama media bertempat di Gianyar, Selasa (6/2/2024).
“Pembiayaan dari Perusahaan Pembiayaan di Bali mencapai 10,63 triliun Rupiah, tumbuh 20,85 persen yoy, melandai dibandingkan posisi Oktober 2023 yang tumbuh sebesar 55,72 persen yoy,” ujar Puji Rahayu didampingi Ananda R. Mooy selaku Direktor Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan OJK Provinsi Bali.
Dijelaskan, pembiayaan tersebut didominasi oleh pembiayaan kepada Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor serta pembiayaan kepada Aktivitas Penyewaan dan Sewa Guna Usaha Tanpa Hak Opsi, Ketenagakerjaan, Agen Perjalanan dan Penunjang Usaha Lainnya.
Di sisi lain, tingkat pembiayaan bermasalah relatif rendah dan terkendali. Tingkat Non Performing Financing (NPF) posisi November 2023 sebesar 1,18%, sedikit menurun dibandingkan Oktober 2023 yang sebesar 1,20%.
Sementara itu, penyaluran pembiayaan melalui Fintech peer to peer lending juga masih menunjukkan pertumbuhan double digit dengan laju melandai sebesar 45,75% yoy yakni sebesar Rp939,83 miliar, meningkat dibandingkan Oktober 2023 yang tumbuh sebesar 41,68% yoy. Tingkat Wan Prestasi 90 hari (TWP 90) dari Fintech Lending sebesar 1,53%, sedikit menurun dibandingkan Oktober 2023 yang sebesar 1,58%. (igp)














