Dikunjungi Komisi X DPR, SMKN 5 Denpasar Juga Teken MoU dengan 10 SMK dari Sulsel

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | SMK Negeri 5 Denpasar menerima kunjungan kerja Komisi X DPR RI yang dipimpin oleh Dede Yusuf selaku Wakil Ketua Komisi X DPR RI. Rombongan diterima oleh Kepala SMKN 5 Denpasar, I Made Buda Astika, S.Pd, M.Pd beserta para guru bertempat di aula sekolah setempat, Selasa (21/12/2021).
Kedatangan rombongan Komisi X DPR RI beserta Kemendikbud disambut dengan tari penyambutan Sekar Jagat yang dibawakan oleh siswa-siswi dari jurusan Seni Tari dan Seni Karawitan.
Dalam sambutannya, Buda Astika menyampaikan sekilas tentang sejarah terbentuknya SMKN 5 Denpasar. Dimana pada tahun 1960, sekolah ini bernama Kokar. Kemudian sejak tahun 1997 berubah menjadi SMKN 5 Denpasar.
Selain itu, pihaknya juga menjelaskan tentang keberadaan 4 program keahlian yang ada, yaitu Perhotelan, Usaha Perjalanan Wisata, Tata Boga dsn Seni Pertunjukan (Seni Tari dan Seni Karawitan).
“Jumlah guru kami sebanyak 100 orang, tapi hanya 56 orang saja berstatus PNS. Jumlah siswa saat ini 2.135 orang,” ungkap Buda Astika.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf didampingi Kepala SMKN 5 Denpasar, Made Buda Astika berfoto bersama siswa. (Foto: igp)
Disampaikan pula bahwa sebagian besar lulusan langsung bekerja, baik itu di industri/perusahaan maupun wirausaha dan sebagian lagi melanjutkan ke pendidikan tinggi.
“Kami memiliki enam Kelas Industri, yaitu siswa diajar secara penuh oleh pihak industri sehingga tercipta budaya bekerja pada individu siswa,” jelasnya.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Dede Yusuf di awal sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap kekayaan unsur seni Bali. Lebih lanjut dikatakan bahwa output dari SMK salah satunya adalah kompetensi. Diakui belakangan ini belum semua lulusan SMK bisa terserap di dunia kerja. Namun, sangat menarik di Bali yang bergantung pada sektor pariwisata sehingga lulusan SMK cenderung bisa diserap oleh industri.
“Maka kami mendorong agar SMK menjadi Center of Excellence atau Pusat Keunggulan. Jadi siswa SMK itu tidak hanya diberikan teori dan praktek, tetapi juga ada keunggulannya,” ungkap Dede.
Ia pun menyampaikan fakta bahwa selama ini lulusan SMA/SMK ketika memasuki dunia kerja hanya mengejar Upah Minimum Regional (UMR)/Upah Minimum Kabupaten atau Kota (UMK). Padahal, SMK khususnya seharusnya menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi.
*Teken MoU dengan 10 SMK dari Sulsel*
Pada kesempatan bersamaan, SMKN 5 Denpasar juga mendapat kunjungan dari Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Rombongan berjumlah sekitar 27 orang merupakan perwakilan dari 10 SMK setempat yang dipimpin oleh Kabid Pembinaan SMK Dinas Pendidikan Sulsel, Dra. Hj. Andi Ernawati, MPd.
SMKN 5 Denpasar sekaligus melakukan Penandatanganan Kerja sama (MoU) dengan 10 SMK dari Sulsel tentang Pengembangan dan Peningkatan Pengelolaan Bidang Keahlian Pariwisata, Seni dan Ekonomi Kreatif.

Kepala SMKN 5 Denpasar, Made Buda Astika saat menerima cinderamata. (Foto: igp)
Kepala SMKN 5 Denpasar, Buda Astika menyampaikan tujuan penyelenggaraan program ini adalah menggali berbagai potensi yang ada guna perbaikan, pembenahan dan peningkatan kualitas di bidang pariwisata, seni dan ekonomi kreatif, serta untuk dapat melaksanakan pengelolaan bidang pariwisata, seni dan ekonomi kreatif sesuai standar pendidikan dan amanat undang-undang atau memenuhi standar pelayanan minimal.
“MoU ini meliputi pertukaran guru dan siswa untuk belajar dan mengajar, saling mengisi kelebihan masing-masing sekolah, kerja sama PKL dan memfasilitasi MoU dengan industri,” pungkasnya. (igp)














