January 31, 2026
EKONOMI & PERBANKAN

Ekonomi Bali Triwulan III 2021 Tumbuh Negatif

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Pada triwulan III 2021, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Bali terkontraksi -2,91% (yoy), setelah tumbuh positif 2,88% (yoy) pada triwulan sebelumnya. Kinerja tersebut merupakan yang terendah dibanding provinsi lainnya di Indonesia. Sementara itu secara triwulanan, perekonomian Bali terkontraksi sebesar -4,08%.

Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menjelaskan kebijakan pembatasan mobilitas seiring dengan peningkatan kasus Covid-19 (varian delta) pada triwulan III 2021 telah menekan kinerja ekonomi Bali. Pemberlakuan PPKM Darurat pada 1-20 Juli 2021 dan berlanjut dengan PPKM Level 4 sampai 13 September 2021 telah menahan kinerja sektor pariwisata dan sektor terkait lainnya.

BACA JUGA :  PLN Kembali Raih "GOLD" di Ajang BUMN CSR Award Bali 2022

“Pemberlakuan PPKM juga mencakup pengetatan persyaratan penerbangan dan penyeberangan pelabuhan sehingga berdampak pada tertundanya beberapa program pemulihan ekonomi Bali seperti program Work From Bali dan rencana pembukaan pariwisata mancanegara,” jelas Trisno.

Sementara itu, kinerja investasi membaik dibandingkan triwulan sebelumnya yang didorong oleh berlanjutnya proyek-proyek strategis di tengah PPKM Darurat, namun dengan prokes yang ketat.

Dari sisi lapangan usaha (LU), kinerja LU akmamin, LU perdagangan, dan LU transportasi terkontraksi disebabkan oleh implementasi PPKM Darurat dan PPKM Level 4 yang mengakibatkan pembatasan jam operasional dan kapasitas layanan restoran dan pusat perdagangan, serta pengetatan persyaratan penerbangan/penyeberangan di bandara dan pelabuhan.

BACA JUGA :  Soroti PTN-BH, Mahasiswa UNUD Gelar "Angkringan Berdialog"

Pada triwulan IV 2021, pertumbuhan ekonomi diprakirakan akan membaik sehubungan dengan kebijakan pelonggaran mobilitas seiring semakin terkendalinya kasus Covid-19.

“Sejak 14 September lalu, pemerintah melonggarkan mobilitas dengan implementasi PPKM Level 3. Implementasi PPKM Level 3 ini diikuti oleh pelonggaran jam operasional dan kapasitas pelayanan restoran dan pusat perdagangan serta pelonggaran persyaratan penerbangan dan pelabuhan ke/dari Bali. Hal ini berpotensi mendorong kunjungan wisatawan domestik ke Bali. Selain itu, kebijakan pembukaan penerbangan langsung internasional ke Bandara I Gusti Ngurah Rai per 14 Oktober 2021, yang direspons positif wisatawan, pelaku usaha, dan maskapai, juga berpotensi mendorong kunjungan wisatawan mancanegara ke Bali,” imbuhnya.

BACA JUGA :  OJK Kolaborasi BPS Siapkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2024

Dengan berbagai faktor pendorong tersebut, perbaikan pertumbuhan diperkirakan terjadi pada lapangan usaha yang berkaitan langsung dengan aktivitas pariwisata (LU akmamin, LU transportasi dan LU perdagangan).

Untuk mempercepat pemulihan ekonomi Bali, program-program pemulihan ekonomi Bali perlu terus disertai dengan percepatan pemberian vaksinasi dan penerapan disiplin protokol kesehatan Covid-19.

BACA JUGA :  Posko Lebaran Seru 2024 di The Nusa Dua Siaga 24 Jam Selama 13 Hari

Bank Indonesia merekomendasikan untuk dilakukan 5 langkah strategis yaitu menambah daftar negara-negara yang mendapat izin penerbangan internasional ke Bali dengan negara yang memiliki potensi devisa besar serta mempermudah prosedur atau persyaratan masuk ke Bali (terutama karantina); kembali menyelenggarakan program Work From Bali dengan tetap memperkuat prokes Covid-19; perluasan sertifikasi CHSE; mendorong UMKM untuk on Boarding sehingga memperluas pemasaran dan memperkuat pembiayaan; serta mendorong digitalisasi pada sektor pertanian baik di hulu (smart farming) maupun di hilir (pemanfaatan e-commerce, pembayaran non tunai termasuk QRIS). (igp/r)

Related Posts