January 31, 2026
PENDIDIKAN

Hadiri Peringatan Hari Guru dan PGRI, Gubernur Koster Ingatkan Sekolah Ikut Jaga Budaya Bali

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Sekolah diminta benar-benar mengimplementasikan regulasi atau peraturan gubernur (Pergub) yang berkaitan dengan adat budaya Bali, seperti aksara, busana dan kain tenun Endek. Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menghadiri Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tahun 2021 dan HUT ke-76 PGRI di Gedung Natya Mandala Kampus ISI Denpasar, Jumat (26/11/2021).

“Keberadaan aksara pada suatu daerah atau negara menunjukkan tingkat peradaban yang tinggi dan mengakar kuat dengan nilai-nilai kebudayaannya yang adiluhung. Penggunaan busana adat Bali dan kain Endek selain merupakan upaya untuk membangkitkan ekonomi di Bali, juga untuk membentuk karakter dan identitas masyarakat Bali, khususnya dunia pendidikan agar terus melestarikan nilai-nilai budaya Bali. Untuk itu, saya minta para guru bantu kami, bantu Bali untuk menancapkan lebih kuat lagi warisan adiluhung tersebut pada anak didik kita melalui pembelajaran di sekolah,” ujar Gubernur Koster.

BACA JUGA :  FTP UNUD Raih Juara 2 di "1st International Competition Creativity and Innovation for Cardiovascular Health"

Ia pun menambahkan agar sekolah-sekolah waspada terhadap masuknya paham-paham atau budaya luar yang tidak mencerminkan adat budaya (dresta) Bali. Hal ini bertujuan untuk melindungi anak didik yang menjadi pewaris budaya adiluhung Bali.

Dalam momen ini, Gubernur meminta PGRI sebagai organisasi yang menaungi para pahlawan pendidikan dapat memainkan fungsi dan perannya lebih maksimal lagi, mengarahkan para guru agar betul-betul bekerja dengan baik, menjalankan profesinya dengan penuh tanggung jawab sehingga bisa menjadi panutan bagi anak didik.

BACA JUGA :  Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik UNUD Gelar Acara Pisah Sambut Pengurus Baru 2022

“Guru tidak hanya sebatas memberikan pendidikan, tetapi juga membangun karakter anak didik. Guru itu contoh bagi siswa, penuntun siswa sehingga guru harus bisa menjalankan profesinya dengan penuh dedikasi, tanggung jawab agar terbentuk anak didik yang berkualitas, berdaya saing dan berkarakter,” harapnya.

Menanggapi soal nilai budaya, Ketua PGRI Provinsi Bali, I Komang Artha Saputra, S.Pd, M.Pd mengatakan bahwa arahan Gubernur tersebut bertujuan untuk memberi perlindungan sekaligus pelestarian terhadap budaya/dresta Bali.

Ketua PGRI Provinsi Bali, I Komang Artha Saputra, S.Pd, M.Pd. (Foto: igp)

“Kami (PGRI) tentu merespon baik arahan tersebut dan meminta kepada seluruh kepala sekolah agar memilah dalam pembelajaran Agama Hindu, mana budaya Bali dan mana yang bukan,” ungkap Artha Saputra.

Peringatan kali ini mengangkat tema “Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh”. Menurut Artha Saputra, meski dalam situasi pandemi, guru harus tetap semangat dan berinovasi dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab guna mewujudkan pendidikan yang maju dan berkualitas.

BACA JUGA :  Perkuat Implementasi Program MBKM, UNUD Perpanjang Kerja Sama dengan UNSRAT

Di akhir acara Gubernur Koster menyerahkan hadiah dari Bank BPD Bali kepada para guru yang menjuarai lomba membaca puisi, lomba paduan suara, lomba senam serta karya tulis.

Turut hadir Rektor ISI Denpasar, Prof. Dr. Wayan “Kun” Adnyana, Dirut Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bali, Drs. KN. Boy Jayawibawa, serta Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Prof. Dr. I Gede Arya Sugiartha. (igp)

Related Posts