January 30, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

JCI Bali Kuatkan Personal Development Lewat “Brotherhood 2025 Camp”

LITERASIPOST.COM – GIANYAR | Junior Chamber International (JCI) Bali menggelar Brotherhood 2025 Camp dengan tema “Roots to Results: a Leadership Journey for impact” pada 22-24 Agustus 2025 di Toya Ubud Ecopark & Waterfall, Desa Kenderan Ubud, Kabupaten Gianyar.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara beberapa pakar bisnis di antaranya Budiman Kusmanto (mantan Nasional President JCI Indonesia), Arniel Sugiharto (Pemilik Kutus-Kutus), Komang Putri Pratiwi (Colour Analisis by UTIE), I Made Sumerta (Owner LKP Amerta Bakti), Kadek Ariadi (Owner Wangi Spa), Ida Bagus Rai Budarsa (Owner Hatten Bali), dan Dede Sucahya (Owner Bali Pick Price).

BACA JUGA :  Kuatkan Daya Saing, Toya Devasya Menuju Digital

Deputi Local President JCI Periode 2024-2029, Eka Arismana menyampaikan JCI adalah organisasi nasional pemuda non-politik, bagian dari organisasi kepemudaan internasional terbesar di dunia. JCI memiliki beberapa program yang terbagi ke dalam 4 pilar, yaitu Personal Development, Community Development, Business Opportunity, dan International Relationship. 

“Untuk program kali ini adalah Personal Development, dimana selama tiga hari, kita mengundang pembicara hebat di bidangnya masing-masing untuk sharing ilmu dan pengalaman,” kata Eka, Sabtu (23/8). 

Tak hanya belajar Personal Development, dalam kegiatan tersebut juga ada International Network yang dihadiri anggota JCI dari Jepang. 

Tahun 2025 jumlah anggota JCI Bali sebanyak 30 orang yang merupakan pengusaha muda mulai dari umur 18 tahun dan batas usia menjadi anggota JCI maksimal 41 tahun.

“Kami anak anak muda ingin terus mengabdi buat Bali. Jangan hanya diam di rumah, kita bisa belajar bersama di JCI. Karena di segala organisasi kita ikuti yang ditumbuhkan itu leadership-nya. Dari leadership harapan kita temen-temen bisa mengembangkan bisnisnya dan bisa bekerja,” kata Eka. 

BACA JUGA :  Dari Kisah Pribadi, Octav Sicilia Rilis Album "Sendiri"

Terkait pemilihan lokasi kegiatan di Toya Ubud Ecopark & Waterfall, Eka mengaku, terinspirasi dengan cara pemiliknya yakni Ketut Mardjana dalam mengembangkan usahanya hingga maju. 

“Toya Ubud tempatnya amazing, masih baru. Sukses itu delapan persen ada di pikiran, sebelum kita sukses kita siapkan dulu mental kita biar tidak takut mengambil suatu keputusan. Seperti contohnya Pak Ketut yang luar biasa mampu membangun Toya Ubud seperti sekarang ini,” ujar Eka . 

Eka berharap bisa menjual keindahan Bali, tidak hanya pleasure, holiday, dengan cara belajar, terlebih JCI memilki guru besar yang sangat mumpuni. 

“Kita berharap bisa menjual Bali dengan segala keindahannya dengan banyak belajar pada guru besar kita. Kalau kita berhenti dengan guru besar kita, kita akan berada di zona nyaman makanya saya buat diri saya di posisi yang tidak nyaman untuk bisa memberikan kontribusi yang lebih besar,” imbuhnya.

Sementara itu owner Toya Group, Ketut Mardjana mengaku bangga melihat generasi muda yang tergabung di JCI, sangat kreatif, mempunyai gagasan-gagasan luar biasa dan pemikiran yang sangat dewasa. 

BACA JUGA :  Rayakan 1st Anniversary, Moonstone Beach Lounge Suguhkan Wonderful Night

“Anak muda tapi cara berpikirnya sangat luar biasa. Saya sebagai generasi pendorong bukan generasi tua dan saya memberikan semangat kepada mereka agar jangan takut mengambil keputusan, kita harus mampu berpikir positif,” Tegas Ketut Mardjana. 

Tak lupa, Ketut Mardjana berpesan untuk pengusaha muda yang tergabung di JCI agar bekerja menggunakan nalar,, membangun jaringan yang luas, bekerja keras, dan tetap percaya diri.

Kegiatan Brotherhood 2025 Camp dimeriahkan dengan Rice Field Trak, Glass Walk Experience, Bonding Night, Waterfall Tracking, Parfum Class, Bonfires & Karaoke, Matcha Seremoni, Charity Eko Enzyme, dan Company Visit & Wine Testing Hatten Wines. (L’Post/r)

Related Posts