January 31, 2026
PENDIDIKAN

Kembali Belajar Daring, SMK PGRI 6 Denpasar Khawatir Siswa Nunggak SPP Bertambah

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Dengan pertimbangan adanya tren peningkatan jumlah kasus Covid-19 yang sebagian menimpa siswa dan guru, akhirnya pemerintah daerah di Bali mengeluarkan keputusan untuk menghentikan proses pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh di semua jenjang pendidikan. Selanjutnya, pembelajaran kembali dilakukan secara daring (dalam jaringan).

Kepala SMK PGRI 6 Denpasar, Drs I Wayan Sukarta mengatakan pihaknya mengikuti aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah tersebut, baik Pemprov Bali maupun Pemkot Denpasar. Mulai Jumat (4/2/2022) proses belajar siswa telah dialihkan ke daring.

BACA JUGA :  TBM Janar Duta dan BKFK UNUD ke-61 Adakan Donor Darah

“Mau tidak mau, kami harus menjalankan instruksi dari Gubernur dan Wali Kota tersebut. Walau sebenarnya agak prihatin, terutama dari orang tua siswa banyak mengeluh dengan proses belajar daring ini, karena dianggap menghambat mereka dalam mencari nafkah,” kata Sukarta.

Bagi sekolah, sambung Sukarta, apalagi sekolah swasta, pembelajaran daring juga menimbulkan dilema. Pasalnya, tak sedikit orang tua siswa beranggapan bahwa jika anak tidak belajar di sekolah maka tidak perlu membayar SPP. Padahal, dana operasional sekolah swasta diantaranya bersumber dari uang SPP tersebut.

“Di sekolah kami, banyak siswa yang menunggak membayar SPP, bahkan 60 persen siswa yang sudah tamat belum melunasinya. Kami kewalahan memenuhi biaya operasional sekolah sekitar 65 juta rupiah setiap bulan. Akibatnya, dalam tiga bulan terakhir ini kami belum bisa membayar honor maupun gaji pegawai dan guru,” bebernya.

Kepala SMK PGRI 6 Denpasar, Drs I Wayan Sukarta. (Foto: igp)

Terkait Covid-19, pihaknya menyampaikan bahwa sejak dimulainya penerapan PTM tidak ada warga SMK PGRI 6 Denpasar baik itu guru, pegawai maupun siswa yang terpapar Covid-19. Hal ini dikarenakan sekolah secara ketat menerapkan protokol kesehatan (Prokes). Di samping itu, dari segi kuantitas siswa juga sangat mendukung penerapan physical distancing.

“Sejatinya kami di sini sejak sebelum pandemi sudah menerapkan Prokes, yaitu pola hidup bersih dengan selalu mencuci tangan menggunakan sabun. Selain itu, kami terus menekankan kepada siswa untuk selalu berpikir positif,” ungkap Sukarta.

BACA JUGA :  Fakultas Pertanian UNUD Terima Kunjungan Satuan Pengawas Internal

Dikatakan, pembelajaran daring ini akan berlangsung hingga waktu yang tidak ditentukan, dan tergantung perkembangan kasus Covid-19. Namun, pihaknya berharap kasus Covid-19 di Bali bisa segera melandai, mengingat pada Maret-April mendatang sekolah kejuruan akan menggelar Uji Kompetensi Keahlian (UKK) dan Ujian Sekolah.

“Kalau UKK ini harus diikuti dengan tatap muka, karena praktek. Maka dari itu kami sangat berharap kasus Covid-19 bisa mereda kembali,” harapnya.

BACA JUGA :  Green School Foundation dan Balian Water Bagikan Buku Komik Edukasi Lingkungan ke Sekolah Dasar

Sukarta pun menyampaikan harapan kepada pemerintah agar memperhatikan keberadaan sekolah swasta, khususnya SMK PGRI 6 Denpasar untuk merealisasikan bantuan BOS-Da (Bantuan Operasional Sekolah Daerah). (igp)

Related Posts