LPM Kelurahan Legian Gerakkan Ribuan Peserta untuk Bersihkan Pantai Legian

LITERASIPOST.COM, BADUNG | Pantai Legian sebagai salah satu destinasi wisata yang memiliki daya tarik bagi wisatawan tentu harus dijaga kebersihannya. Hal itulah yang mendasari LPM Kelurahan Legian membuat gagasan berupa Gerakan Bersih-bersih Pantai Legian, yang dilaksanakan pada Sabtu (11/2/2023) di kawasan Pantai Padma, Kelurahan Legian, Bali.
Ketua LPM Kelurahan Legian, I Wayan Puspa Negara mengungkapkan bahwa LPM Kelurahan Legian telah mencanangkan kegiatan kebersihan secara rutin tiap minggu di wilayah Legian. Seperti halnya setiap Jumat pagi dilaksanakan pembersihan tukad mati. Mengingat di bulan Februari ini merupakan musim angin barat, dimana area pantai kerap kali mendapat sampah kiriman, maka gerakan bersih-bersih diarahkan ke pantai. Kegiatan kali ini melibatkan masyarakat, pelaku usaha, mahasiswa, stakeholders, termasuk relawan asing dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bali.

Ketua LPM Kelurahan Legian, I Wayan Puspa Negara. (Foto: igp/Literasipost)
“Pantai Legian ini termasuk destinasi internasional sehingga harus dijaga kebersihannya. Kebetulan saat ini Pantai Legian sedang ditata oleh Pemkab Badung, dibuatkan pedestarian, dibangun patung ikonik dan selter tsunami. Mudah-mudahan upaya pembenahan ini menjadikan Pantai Legian tetap memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” ujar mantan anggota legislatif ini.
Dikatakan, selama ini Pantai Legian telah dikenal oleh wisatawan karena keindahannya didukung panorama sunset yang menawan. Selain itu pantai berpasir putih ini juga banyak dimanfaatkan untuk bermain surfing karena ombaknya cenderung teratur. Tak heran, Pantai Legian ini sejak tahun 60-an justru dikenalkan oleh para surfer mancanegara.
Kembali soal aksi kebersihan, Puspa Negara mengatakan bahwa sampah kiriman ini merupakan fenomena tahunan secara alamiah yang sudah dimaklumi oleh masyarakat dan wisatawan. Meski demikian, upaya pembersihan tetap dilakukan melibatkan semua pihak, termasuk DLHK Kabupaten Badung yang selalu stand by di area pantai dengan alat-alat berat seperti loader dan pemilah sampah. “Sampah kiriman ini bisa mencapai 600 ton per hari, sedangkan kemampuan kita terbatas. Dulu banyakan sampah kayu, tapi sekarang mulai banyak sampah plastik. Mudah-mudahan ke depan ada teknologi lain untuk membersihkan sampah dengan cepat. Sampah tersebut selanjutnya dibawa ke TPS-3R karena Kabupaten Badung saat ini menerapkan pengelolaan sampah berbasis sumber,” katanya.
Pihaknya mengajak semua pihak baik itu pemilik usaha di pantai maupun wisatawan untuk turut menjaga kebersihan Pantai Legian. Plang pengumuman pun telah dipasang yang menyebutkan bahwa pengunjung dilarang meledakkan mercon di area pantai, dilarang membawa anjing liar dan tidak memberikan makan hewan di pantai. “Makanya kita melaksanakan gerakan bersih-bersih ini dengan tujuan untuk memberikan contoh kepada pengunjung agar turut serta menjaga kebersihan pantai, terutama sisa-sisa makanan dan putung rokok agar dibuang di tempat sampah yang disediakan, jadi perilaku ini harus dibiasakan,” pungkasnya.

Ketua IMI Bali, Ajik Krisna usai membagikan paket sembako kepada tim kebersihan Pantai Legian. (Foto: igp/Literasipost)
Sementara itu Ketua IMI Bali, Ajik Krisna yang juga sebagai Owner Krisna Oleh-oleh Bali mengatakan kegiatan bersih-bersih sudah rutin dilaksanakan oleh seluruh unit usahanya. Bahkan, berbagi sembako kepada masyarakat dilakukan selama pandemi. Pihaknya berharap kegiatan seperti ini bisa dilaksanakan berkelanjutan terutama di wilayah usahanya yaitu Legian dan Kuta sehingga ke depan menjadi destinasi yang makin lebih baik lagi.
Pada kesempatan ini pihak IMI Bali yang didampingi tokoh-tokoh masyarakat Legian juga membagikan paket sembako kepada tim kebersihan pantai. (igp)














