January 31, 2026
GAYA HIDUP & TEKNOLOGI

Mengorek Telinga, Bolehkah Menggunakan Cotton Bud Terlalu Sering?

Mengorek telinga terlalu sering dengan cotton bud dapat mengakibatkan luka di liang telinga, pecahnya gendang telinga, dan menjadi sumber infeksi.

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Telinga manusia memiliki “Self Cleansing Mechanism” yang mampu membersihkan dirinya sendiri secara alami. Sayangnya, masih banyak orang yang sering menggunakan cotton bud untuk mengorek kotoran telinganya. Padahal, kotoran telinga atau yang dikenal dengan serumen, bukan penanda telinga kita sedang kotor. Serumen sebetulnya memiliki banyak manfaat untuk telinga manusia.

Serumen berfungsi sebagai pelembab alami agar liang telinga tidak kering, menyerap sel kulit mati dan debu, mencegah serangga masuk ke dalam liang telinga, sebagai anti bakteri dan anti jamur alami. Faktanya, serumen yang terdapat di liang telinga secara alamiah dapat keluar secara sendirinya tanpa dikorek. Gerakan rahang berupa mengunyah dan berbicara dapat membuat serumen bergerak ke arah luar liang telinga dengan sendirinya.

BACA JUGA :  Seminar Internasional, FP UNUD Hadirkan Enam Pembicara Luar Negeri

Cotton bud yang digunakan mengorek kotoran telinga justru membuat kotoran telinga semakin terdorong ke dalam dan menutupi gendang telinga. Mengorek telinga terlalu sering dengan cotton bud juga dapat mengakibatkan luka di liang telinga, pecahnya gendang telinga, dan menjadi sumber infeksi. Kapas cotton bud juga berisiko tertinggal di liang telinga.

Sebuah penelitian tahun 2022 di Bangladesh, melaporkan komplikasi mengorek telinga menggunakan cotton bud berupa infeksi telinga sebanyak 50%, luka liang telinga sebanyak 40% dan robek pada gendang telinga sebanyak 10%.

BACA JUGA :  PSSKPPN FK UNUD Terima Kunjungan Kagawa Prefecture University

Mari hindari terlalu sering mengorek telinga dengan cotton bud. Lalu, apakah yang harus dilakukan jika telinga terasa sangat kotor dan sangat mengganggu? Jika kotoran telinga menumpuk hingga menutupi gendang telinga, sebaiknya kotoran telinga dibersihkan ke Spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT).

(Ditulis oleh: dr. Ni Putu Omasih Kiantimi, S.Ked)

Related Posts