Periklindo EV Conference 2025 Dibuka, Moeldoko Gemakan Misi Besar Transisi Energi 2060

LITERASIPOST.COM – BADUNG | Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025 resmi dibuka pada Kamis (10/7) di Jimbaran Convention Center – InterContinental Bali Resort. Konferensi yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Industri Kendaraan Listrik Indonesia (Periklindo) bersama Gemalindo Kreasi Indonesia ini, berlangsung selama dua hari, hingga Jumat (11/7).
Acara internasional yang dinantikan ini menjadi forum strategis bagi para pelaku industri kendaraan listrik (EV), pembuat kebijakan, peneliti, akademisi, dan investor dari seluruh dunia dalam membahas masa depan transportasi yang lebih hijau, cerdas, dan berkelanjutan.

Foto bersama usai pembukaan Periklindo Electric Vehicle Conference (PEVC) 2025. (Foto: Literasipost)
Dipilihnya Bali sebagai lokasi penyelenggaraan untuk kedua kalinya, bukan tanpa alasan. Selain merupakan destinasi global, Bali juga menunjukkan kepemimpinan daerah dalam transisi energi bersih dan mobilitas rendah karbon. Bali telah menerapkan Peraturan Gubernur No. 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai, Rencana Aksi Daerah KBLBB 2022–2026 dengan 5 pilar strategi, serta kebijakan internal seperti transportasi listrik bagi ASN dan pengembangan BRT listrik (Sarbagita E-BRT).
Ketua Umum Periklindo, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko mengatakan Bali sebagai simpul inovasi hijau. Bali memiliki potensi menjadi model replikasi nasional dalam pengembangan ekosistem EV atau kendaraan listrik.
“Bali adalah tempat ideal untuk inovasi dan kebijakan kendaraan listrik yang bisa diterapkan secara nasional”, ungkap Moeldoko.
Mantan Kepala Staf Kepresidenan ini menjelaskan bahwa EV bukan sekadar teknologi tetapi kita berbicara tentang bagaimana lingkungan dibangun bersama-sama menjadi lingkungan yang bersih bagi generasi penerus ke depan. “EV bukan sekadar teknologi, tapi bicara EV juga berkaitan dengan diplomasi ekonomi hijau”, tegasnya.
Untuk itulah, Indonesia melalui Periklindo menjadi katalis untuk memperjuangkan dan mensosialisasikan kepada masyarakat tentang arti penting sebuah perubahan, yakni perubahan lingkungan yang semakin baik.
Mengusung tema “Empowering the Future: Navigating Trends and Challenges in the Global EV Landscape”, PEVC 2025 tidak hanya menyajikan diskusi-diskusi mendalam seputar kebijakan dan teknologi, tetapi juga menghadirkan beragam inovasi revolusioner, mulai dari mobil terbang asal Tiongkok, robot humanoid berteknologi tinggi, hingga arsitektur baterai generasi baru (Bedrock Chassis) yang akan mengubah cara produksi kendaraan listrik secara global.
Agenda PEVC 2025 dirancang menyeluruh, mencakup sesi pleno, pidato kunci, dan sesi paralel (breakout) dengan tema-tema strategis. Pada hari pertama diisi Breakout Sessions, di antaranya Revolusi Kendaraan Listrik Global dan Kepemimpinan Inovasi (Sam Evans – “The Electric Viking”), Teknologi Baterai dan Penyimpanan Energi (Catherine Feng – Wiseman Shenzhen), serta Energi Nuklir sebagai Solusi Energi EV (Dr. Syaiful Bakhri – BRIN). Ada pula Plenary Session tentang Peran Robot Humanoid Dalam Mendukung Industri Manufaktur EV (Ludwig Wang – Kaihong Digital).
Kemudian pada hari kedua diisi Breakout Sessions lanjutan, di antaranya Standar Keselamatan Baterai GB 38031-2025 (“No Fire, No Explosion”) – Li Haibin (CATARC), Produksi Baterai Skala Besar dan Tantangan Rantai Pasok – Qu Feng Jun (Gotion Indonesia), serta Mobil Otonom dan Software-Defined EVs – Prof. C.C. Chan (Bapak EV Asia). Lalu Plenary Session tentang Arsitektur EV Generasi Baru – Yang Hanbing (CEO CATL Intelligent Technology), serta Masa Depan Mobil Terbang dan Ekonomi Ketinggian Rendah – Tan Wang (XPENG AEROHT). Ditutup dengan sesi EV Community Unplugged bersama tokoh nasional-internasional seperti Hermawan Kartajaya, Sherly Tjoanda Laos, Al Busyra Basnur, dan lainnya.
PEVC 2025 menjadi ajang eksklusif untuk melihat langsung masa depan teknologi otomotif. Di antaranya:
▪️Mobil Terbang XPENG AEROHT, kendaraan udara rendah ketinggian pertama yang mendekati realisasi komersial.
▪️Robot Humanoid, yang diharapkan akan mempercepat automasi dalam manufaktur kendaraan.
▪️Bedrock Chassis oleh CATL, sebuah inovasi arsitektur kendaraan listrik yang mengintegrasikan sasis dan baterai untuk efisiensi produksi maksimal.
▪️Solusi AI dan Big Data, termasuk sistem pengemudian cerdas dari Huawei Digital Power.
Sebelumnya, Gubernur Bali Wayan Koster telah menegaskan bahwa Bali berkomitmen untuk menjadi pusat inovasi kendaraan listrik nasional dengan target ambisius Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2045 — 15 tahun lebih cepat dari target nasional.
“Kami menyambut baik PEVC 2025 dan menempatkan Bali sebagai living laboratory bagi ekosistem kendaraan listrik Indonesia. Dengan dukungan regulasi progresif dan masyarakat yang adaptif terhadap teknologi, Bali siap menjadi tempat uji coba kebijakan dan solusi mobilitas berkelanjutan,” ujar Gubernur Koster saat Welcome Dinner yang digelar sehari sebelumnya di Kertha Saba Denpasar.
Dalam konferensi ini, Pemerintah Provinsi Bali yang diwakili oleh Kepala Dinas Perhubungan IGW Samsi Gunarta menyampaikan bahwa saat ini sedang menyiapkan aksi yang baru hingga tahun 2032. Kunci utamanya adalah menyiapkan masyarakat untuk bisa menerim EV ini dengan baik. Selanjutnya menyiapkan kendaraan yang cocok untuk Bali, mempersiapkan industri di belakangnya karena ada baterai yang harus diurus dan tipe tipe kendaraan yang perlu dibuat yang spesifik disesuaikan dengan kebutuhan pariwisata. Karena Bali adalah daerah pariwisata sehingga nantinya bisa menjadi model untuk daerah-daerah lain yang juga berbasis pariwisata.
“Berikutnya adalah infrastruktur, dimana charger-charger harus ditempatkan, harus disiapkan lokasi-lokasi dimana harus dibangun. Konsepnya adalah memastikan aktor-aktor yang melaksanakan itu karena pemerintah tidak bisa melakukan semuanya. Kita menuju Smart Transpor Smart Society”, ungkapnya. (L’Post)














