Perkuat Kolaborasi Jaga Pantai Legian Tetap Bersih, Sehat, dan Asri

LITERASIPOST.COM – Legian | Tim WPN (Wayan Puspa Negara) melaksanakan gerakan Beach Clean Up setiap Jumat pagi di Pantai Legian, Kabupaten Badung, Bali. Gerakan ini berlangsung secara rutin dan berkelanjutan, dan kini telah memasuki tahun yang ke-7.
Beach Clean Up melibatkan pelaku usaha, masyarakat umum, wisatawan, stakeholder pariwisata, dan beberapa komunitas seperti Bumi Kita, Sungai Watch, dan komunitas sosial lainnya.
“Pelaku usaha di wilayah Kelurahan Legian ini sudah tahu hari apa dan jam berapa mereka harus ke pantai karena kita sudah berikan jadwalnya masing-masing. Kegiatan ini berlangsung secara rutin, stabil, periodik dan berkelanjutan setiap Jumat pagi, tujuan utamanya untuk membiasakan diri kita menjaga lingkungan karena ketika kita menjaga lingkungan maka lingkungan pasti akan menjaga kita”, ungkap Wayan Puspa Negara selaku inisiator gerakan Beach Clean Up di Pantai Legian, Jumat (16/10).
Dikatakan sebagai destinasi internasional, Pantai Legian harus selalu dalam kondisi bersih, sehat, asri, dan terlihat ada partisipasi aktif masyarakat untuk turut menjaganya. Oleh karena itu, Beach Clean Up digerakkan secara rutin karena tidak ada satupun kegiatan yang akan bermakna jika tidak dilaksanakan secara konsisten.
“Kegiatan ini sekaligus merupakan upaya mendukung program bapak Presiden, yaitu gerakan Indonesia Asri. Dan hari ini juga ada kolaborasi dari Polsek Kuta yang turut serta dalam kegiatan ini”, ujarnya.

I Wayan Puspa Negara bersama Kapolsek Kuta, Kompol Laksmi Trisnadewi Wieryawan, S.H., S.I.K. dan sejumlah personil dalam kegiatan Beach Clean Up di Pantai Legian, Jumat (16/10). (Foto: Literasipost)
Kegiatan Beach Clean Up juga dirangkai dengan upaya mengedukasi masyarakat tentang cara memilah sampah dengan baik dan benar. Tujuannya agar tercipta habit atau kebiasaan bahwa sampah harus terpilah, karena tidak ada satupun negara di dunia ini yang warganya tidak memilah sampah.
“Kita harus memperkuat habit pemilahan ini agar kita bisa tertib memilah sampah, sambil kita menunggu kehadiran PSEL (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) yang nanti akan mampu menyerap sampah di wilayah Badung dan Denpasar Raya kurang lebih 1.200 ton”, sebut Wayan Puspa Negara.
Kegiatan rutin ini juga sebagai warming up untuk mengantisipasi fenomena tahunan di bulan Januar-iFebruari dimana sampah akan datang dari tengah laut menuju tepi pantai kurang lebih 100 sampai 200 ton tiap hari. Seberapa pun besar dan beratnya sampah itu kita bisa tanggulangi dengan baik karena sudah ada kebiasaan melalui gerakan Beach Clean Up.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini melanjutkan, gerakan ini ingin ditularkan kepada wisatawan agar mereka yang datang juga memiliki disiplin bahwa sampah juga harus di-treatment dengan baik. Wisatawan juga memproduksi sampah sehingga kita berharap wisatawan bisa menjadi Agent of Change.
“Kita juga melibatkan banyak wisatawan dalam kegiatan ini, dan itu artinya kegiatan ini bisa kita sebarkan sedemikian rupa untuk masyarakat, pelaku usaha, dan wisatawan untuk melakukan tanggung jawabnya terhadap lingkungan Apalagi kita memiliki destinasi Pantai Legian seperti ini yang harus dijaga kebersihannya”, pungkasnya. (L’Post)
(Penulis: Darmawan)














