January 31, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Puspa Negara: “Bersih-bersih Harus Dilakukan Konsisten di Destinasi”

LITERASIPOST.COM – LEGIAN | Penggagas gerakan Beach Clean Up di Pantai Legian, Kabupaten Badung, I Wayan Puspa Negara menegaskan bahwa kegiatan bersih-bersih harus dilakukan secara konsisten terlebih dalam upaya menjaga keindahan destinasi. Hal itu disampaikannya di sela-sela kegiatan pada Jumat (4/7) bersama komunitas BumiKita, pelaku usaha serta stakeholders pariwisata yang ada di wilayah Kelurahan Legian.

“Hari ini adalah kelanjutan dari kegiatan-kegiatan kita setiap Jumat pagi, ini (Beach Clean Up) adalah bentuk konsentrasi atau fokus kita dalam upaya untuk mengajak masyarakat, stakeholders dan juga wisatawan agar sadar pada kebersihan, dan kebersihan itu adalah tanggung jawab kita bersama”, ungkap Puspa Negara.

I Wayan Puspa Negara (kaos hitam) saat memberikan pengarahan kepada pelaku usaha dan stakeholders pariwisata sebelum kegiatan bersih-bersih Pantai Legian. (Foto: Literasipost)

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini melanjutkan, bahwa Pantai Legian adalah destinasi internasional sehingga kebersihannya harus dijaga. Karena, syarat mutlak sebuah destinasi ada empat hal, yaitu infrastruktur atau sarana prasarana, keamanan dan kenyamanan, kebersihan yang menjadi ujung dari kenyamanan dan keamanan itu sendiri, serta behaviour (perilaku). Terkait dengan kebersihan ini, pihaknya ingin menciptakan satu kebiasaan atau habit bahwa setiap orang yang memasuki kawasan pantai ini mempunyai satu mindset untuk turut menjaga kebersihan, baik itu masyarakat maupun wisatawan sehingga ada hubungan timbal balik. Artinya, semua pihak menjaga lingkungan.

“Karena kita yakini, jika kebersihan destinasi ini kita jaga maka wisatawan akan betah datang ke sini, berarti multiplier effect-nya akan dirasakan oleh masyarakat. Oleh karena itu, ayo kita bersama-sama menjaga kebersihan terutama di Pantai Legian”, ajaknya.

“Hari ini kita merasa bahagia karena peserta juga happy dalam melakukan kegiatannya dan mereka sudah tahu jadwal mereka secara bergiliran setiap Jumat pagi”, imbuh Puspa Negara.

BACA JUGA :  Proyek Konstruksi Jaringan Distribusi Pipa Gas Alam di Kawasan The Nusa Dua Capai 82 Persen

Di sisi lain, keterlibatan pelaku usaha dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa program corporate social responsibility (CSR) sudah berjalan. Jadi perusahaan yang menaunginya mempunyai tanggung jawab terhadap lingkungan yang salah satunya ditunjukkan dengan mengikutsertakan para staf atau karyawannya dalam kegiatan bersih-bersih pantai setiap Jumat pagi.

Dari kegiatan ini juga menunjukkan kepada masyarakat luas ternyata pelaku usaha tidak hanya mengurus dirinya sendiri atau mengejar profit tapi juga peduli pada kegiatan bersih-bersih lingkungan. Menurut Puspa Negara, meskipun kecil yang dilakukan tapi akan memberikan impact yang cukup luas. Dengan mengajak para pelaku usaha dan stakeholders pariwisata diharapkan akan menjadi efek resonansi kepada pihak lainnya sehingga kegiatan ini bisa memberikan semacam “ledakan” di masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dimanapun. 

“Menjaga kebersihan pantai ini harus dilakukan secara konsisten, tidak bisa sporadis atau parsial, konsistensi adalah jawaban dari sebuah kegiatan”, tutup Puspa Negara. (L’Post)

Related Posts