Serah Terima MoU dengan ICCCM, SMKN 5 Denpasar Rangkul Sekolah Lainnya

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | International Cultural Communication Center Malaysia-China (ICCCM) melakukan kunjungan ke SMK Negeri 5 Denpasar, Selasa (25/10/2022). Kunjungan tersebut berkaitan dengan serah terima memorandum of understanding (MoU) kedua belah pihak.
Bertempat di aula SMKN 5 Denpasar, kedatangan rombongan ICCCM yang terdiri dari Loo Hui Ann, Benjamin Leong Tack Khang dan Cyntia Wu disambut dengan Tari Acarya Dhyaksa yang merupakan tari kebesaran (maskot) SMKN 5 Denpasar dan ditampilkan oleh siswa dari Program Keahlian Seni Pertunjukan. Tari ini baru saja dirilis tahun 2022 bertepatan ulang tahun sekolah.

Tari Acarya Dhyaksa sebagai tari kebesaran SMKN 5 Denpasar. (Foto: igp)
Pada kesempatan ini SMKN 5 Denpasar turut pula mengundang beberapa SMK di Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar dan Kota Denpasar.
Kepala SMKN 5 Denpasar, I Made Buda Astika, S.Pd, M.Pd dalam sambutannya menyampaikan tentang profil sekolah mulai dari sejarah terbentuknya SMKN 5 Denpasar hingga perkembangan sekarang menjadi Center of Excellence (Pusat Keunggulan) sejak 2020 dengan 5 program keahlian.
Pihak sekolah telah menjalin kerja sama dengan beberapa hotel bintang 4 dan 5 serta memiliki 7 kelas industri di 4 industri (hotel) di Bali. Tentu ke depan kelas industri ini akan berkembang karena beberapa industri lainnya telah bersedia untuk bekerja sama.

Dari kiri: Loo Hui Ann, Benjamin Leong Tack Khang, dan Kepala SMKN 5 Denpasar Buda Astika. (Foto: igp)
Serah terima MoU dilakukan oleh Kepala SMKN 5 Denpasar, I Made Buda Astika, S.Pd, M.Pd dan Loo Hui Ann dari ICCCM. Buda Astika mengatakan kerja sama yang dijalin mencakup pemberian beasiswa, dimana siswa SMKN 5 Denpasar nantinya bisa melanjutkan kuliah di beberapa college di bawah naungan ICCCM selama 3 tahun. Kemudian pertukaran guru, siswa dan budaya serta sharing program pembelajaran.
“Tadi dalam sesi diskusi, disampaikan bahwa bahasa pengantar di sana adalah Bahasa Mandarin, sehingga siswa yang akan melakukan pertukaran atau melanjutkan kuliah di sana diharapkan menguasai Bahasa Mandarin selain Bahasa Inggris. Biaya ditanggung oleh mereka melalui beasiswa itu,” ujar Buda Astika.
“Kenapa kami mengajak SMK lainnya di sini, karena kami berharap mereka bisa ikut menjalin kerja sama yang tentu sangat berguna bagi sekolah dan siswa kita. Untuk memajukan sekolah itu tidak bisa sendiri, perlu melakukan kolaborasi dan kerja sama dengan berbagai pihak, salah satunya ICCCM ini, karena mereka punya sekitar 500 college tersebar di Malaysia dan Tiongkok. Saya ingin semua SMK di Bali bisa mengikuti hal ini nantinya,” sambungnya.
Sementara itu Loo Hui Ann dari ICCCM menyampaikan apresiasi dan menyambut baik kolaborasi yang dibuat oleh SMKN 5 Denpasar melalui MoU ini. Pihaknya pun mengaku senang karena selain SMKN 5 Denpasar, juga diikutsertakan sekolah lainnya dalam pertemuan ini.
“Kami sangat senang dengan kolaborasi ini, kami juga mengangguk-anggukkan (menyetujui) kolaborasi dengan sekolah-sekolah, institusi atau universitas di Indonesia dan sekali lagi kami merasa sangat senang,” katanya.
*Dikunjungi Itjen Kemendikbudristek*

Tim Itjen Kemendikbudristek saat mengunjungi SMKN 5 Denpasar. (Foto: ist)
Pada hari yang sama, SMKN 5 Denpasar juga dikunjungi oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Itjen Kemendikbudristek). Kunjungan ini terkait dengan Pemantauan Pengembangan Platform Digital Pendidikan Tahun 2022, salah satunya di Provinsi Bali.
Rombongan Itjen Kemendikbudristek terdiri dari Cucu Nurlaela selaku Pengendali Teknis, Supriyati (Ketua Tim), Purwaniati Nugraheni (anggota) dan Yeflina (anggota).
“Mereka meninjau kesiapan dan implementasi Platform Digital Pendidikan itu di sekolah kami, platform tersebut untuk mengupload karya-karya guru sehingga bisa diakses oleh sekolah lainnya di seluruh Indonesia. Jika dianggap cocok akan diadopsi dan dimodifikasi untuk diterapkan di sekolah bersangkutan, begitu juga sebaliknya, jika ada karya dari sekolah lain baik itu platform mengajar maupun platform belajar yang bagus kenapa tidak kami adopsi lalu dimodifikasi sesuai dengan kondisi kita di sini,” ujar Kepala SMKN 5 Denpasar, I Made Buda Astika,S.Pd, M.Pd.
Yang terpenting dalam hal ini adalah berbagi. Pihaknya mengaku sangat terbantu dengan adanya platform ini sehingga bisa membandingkan karya dengan sekolah lain sekaligus berbagi referensi materi pembelajaran bagi guru dan siswa.
“SMKN 5 Denpasar sebagai pilot project dari Center of Excellence, sudah pasti sekolah lain akan menganggap kami lebih awal menerapkan dan lebih lengkap, apalagi kami diwajibkan menerapkan Kurikulum Merdeka Berbagi, maka sangat disayangkan jika sekolah kami tidak mengisi platform tersebut. Untungnya semua guru kami sigap untuk menyukseskan penerapan Platform Digital Pendidikan tersebut,” pungkasnya. (igp)














