Siaga Sampah Kiriman 200 Ton Per Hari di Bulan Desember, Beach Clean Up Digencarkan

LITERASIPOST.COM – Legian | Kegiatan Beach Clean Up (bersih-bersih pantai) di Pantai Legian kembali dilaksanakan pada Jumat pagi (19/12). Kali ini kegiatan dirangkaikan untuk menyambut Natal dan Tahun Baru. Untuk itu selain pelaku usaha dan stakeholders pariwisata, kegiatan juga melibatkan para pengurus dan pimpinan Gereja sebagai upaya memberikan ruang dan apresiasi bahwa akan ada perayaan besar di akhir tahun, yakni Natal dan Tahun Baru.
“Pada intinya kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan habit atau kebiasaan masyarakat, wisatawan, pelaku usaha, agar senantiasa sadar bahwa kebersihan destinasi dan lingkungan menjadi tanggung jawab kita bersama, meskipun kita sadari bahwa pemerintah mempunyai tanggung jawab dalam pengurusan sampah seperti halnya layanan publik inti”, ujar I Wayan Puspa Negara, inisiator gerakan.
Lanjutnya, bahwa urusan sampah termasuk urusan layanan publik inti yang wajib disiapkan oleh pemerintah seperti listrik, air dan telepon. Oleh karena itu diharapkan pemerintah harus fokus dalam mengurus dan manajemen sampah. Menurutnya, ada 4 cara dalam mengelola sampah, yaitu 1) melakukan kegiatan control garbage atau mengumpulkan sampah yang, 2) melakukan pemrosesan sampah atau treatment garbage, 3) regulasi yang bagus, dan 4) penegakan aturan misalnya kalau membuang sampah sembarangan dikenakan denda yang besar. Keempat hal tersebut bisa saling terintegrasi dan masyarakat memiliki kesadaran yang baik dalam upaya untuk memanajemen sampah berbasis sumber.
“Sampah kita ini adalah sampah pantai, dimana pada bulan Desember saat datang musim angin barat, volume sampah bisa 200 ton, nah ini sebenarnya kewenangan provinsi yang mengurus sampahnya, tapi demi tanggung jawab terhadap lingkungan maka masyarakat, wisatawan dan Pemerintah Kabupaten Bandung mengelola kondisi ini agar terlihat bersih, kalau tidak maka destinasi kita pasti akan kotor”, tegasnya.
“Kita tidak saling lempar tanggung jawab tetapi kita ingin mengambil peran bersama seluruh stakeholder, masyarakat, sehingga tercipta sebuah kesadaran bahwa kebersihan itu tanggung jawab kita bersama”, terang Puspa Negara.
Pihaknya sebenarnya sangat menunggu kecepatan pembangunan PSEL (Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik) karena diperkirakan mampu menyerap 1.500 ton sampah. Produksi sampah di Kabupaten Bandung mencapai 547 ton, sedangkan yang dibuang ke TPA Suwung dengan teknik open dumping kurang lebih 277 ton. Meskipun tidak murni open dumping, namun yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung adalah memberikan injeksi kurang lebih Rp6,7 miliar kepada TPA Suwung untuk melakukan control and field, yaitu sampah yang datang diurug dengan tanah agar tidak menimbulkan bau, menciptakan sanitasi yang baik serta mencegah air dari sampah itu menusuk ke dalam tanah karena beracun.
Rencana Penutupan TPA Suwung
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini, menilai rencana penutupan TPA Suwung mulai tanggal 23 Desember 2025 adalah keputusan yang belum bijaksana. Pihaknya berharap Gubernur Bali agar lebih bijaksana dalam melihat kondisi sampah di Bali yang sampai detik ini belum ada solusi optimal terutama sampah pantai dan sampah sungai. Di Kabupaten Badung saja sampah pantai mencapai 200 ton dan sampah sungai sekitar 25 ton. Kalau tidak ada pembuangan akhir yang dilakukan dengan control and field, lalu sampah tersebut mau dibawa ke mana?
“Terlebih sekarang akan memasuki Tahun Baru dan Natal, musim angin barat, musim hujan, sehingga volume sampah naik tajam berlipat-lipat, kalau TPA ditutup maka bisa dibayangkan akan terjadi tsunami sampah dan juga gundukan sampah di mana-mana, dan itu akan mencoreng wajah destinasi kita dan wisatawan tidak mau datang lagi ke daerah kita”, sebutnya.
Oleh karena itu, Beach Clean Up adalah langkah kecil untuk mengedukasi semua pihak agar sadar bahwa kebersihan menjadi tanggung jawab bersama. Pemerintah perlu dibantu secara bersama-sama.
“Kami setuju saja penutupan TPA Suwung dengan open dumping, tapi kami berharap masih dibuka untuk control and field karena sampah ditaruh di sana kemudian dilakukan treatment. Jadi kami berharap pak Gubernur lebih bijaksana dalam menyikapi kondisi kita. Faktanya Bupati Badung jujur mengatakan kalau TPA Suwung ditutup maka Badung akan mengalami persoalan sampah, tapi di balik itu kita memang belum fokus dan agresif dalam.mengelola sampah dengan baik”, kata Puspa Negara.
“Di tahun 2026 mumpung anggaran baru ditetapkan, kita ingin melakukan perubahan anggaran induk tahun 2026 dengan cepat untuk lebih fokus mengelola dan manajemen sampah di Kabupaten Badung dengan anggaran yang lebih besar, SDM yang lebih baik dan perubahan perilaku masyarakat yang menciptakan daya dorong untuk sadar bahwa sampah merupakan tanggung jawab bersama, dan setiap orang memiliki kemampuan untuk menyelesaikan sampah berbasis sumber”, pungkasnya. (L’Post)














