February 1, 2026
PENDIDIKAN

SMK TI Bali Global Badung Miliki Gedung Kelas Industri, Dekatkan Siswa dengan “User”

LITERASIPOST.COM – BADUNG | SMK TI Bali Global Badung kini telah memiliki gedung Kelas Industri (Teaching Factory) untuk dua dunia usaha dan dunia industri (DUDI) yakni Axioo Class Program dan PLN Icon Plus Class Program. Peresmiannya berlangsung pada Selasa (20/5) yang dihadiri oleh Kabid Pembinaan SMK Disdikpora Provinsi Bali, IGN Krisna Adijaya; Pembina Yayasan Pendidikan Bali Global Denpasar, IB Dharmadiaksa dan IB Anom; Ketua Yayasan Pendidikan Bali Global Denpasar sekaligus Rektor ITB STIKOM Bali, Dr Dadang Hermawan; perwakilan institusi pendidikan serta DUDI.

Kepala SMK TI Bali Global Badung, I Made Indra Aribawa, SH menyampaikan bahwa dibentuknya program Kelas Industri ini merupakan antisipasi dari kekhawatiran atas banyaknya lulusan SMK yang menganggur, tidak sesuai dengan tujuan pendidikan vokasi yang ingin membentuk lulusan siap kerja. Di tengah persaingan kerja untuk tingkat menengah yang semakin kompetitif dan sulit diprediksi, SMK harus melakukan sesuatu untuk mendorong lulusannya agar mampu berkompetisi dengan jutaan pencari kerja.

Peninjauan aktivitas di Axioo Class Program pada Kelas Industri SMK TI Bali Global Badung. (Foto: Literasipost)

Menurutnya, industri masa kini juga memiliki tuntutan kualitas tenaga kerja yang semakin tinggi, di samping semakin banyaknya pula jumlah pencari kerja di Indonesia. Jika ingin memenangkan persaingan global, SMK TI Bali Global Badung membutuhkan lulusan yang unggul, terampil, berkarakter, dan inovatif.

“Selain untuk membekali siswa SMK TI Bali Global Badung dengan keterampilan agar memenuhi tuntutan DUDI, Kelas Industri juga merupakan antisipasi kebutuhan revolusi teknologi 4.0 yang secara fundamental bisa mengubah pola hidup, komunikasi, dan tata kerja”, kata Indra.

Lanjutnya, perubahan paradigma penyelenggaraan pendidikan dengan sistem work-based competence alias mengacu pada kompetensi yang dibutuhkan pasar kerja diharapkan bisa menjawab dua tantangan besar tersebut. Work-based competence sendiri merupakan kompetensi yang memadukan teori dan praktik berdasarkan kondisi nyata di dunia industri atau dunia kerja. Karenanya pendidikan SMK dan DUDI perlu menjalin hubungan harmonis dalam rangka memberikan pembelajaran relevan yang bisa meningkatkan kompetensi peserta didik agar tidak ada celah kesenjangan antara SMK dan dunia industri.

“Kelas Industri dalam hal ini berperan sebagai wadah yang menjembatani kebutuhan DUDI yang sesuai dengan harapan SMK TI Bali Global Badung. Pasalnya, dalam penyelenggaraannya, sekolah dan industri akan menyinkronisasikan kurikulum pendidikan formal dan kurikulum industri agar memiliki tujuan yang sama”, jelasnya.

BACA JUGA :  Kejar Predikat Unggul, Dua Prodi FK UNUD Diasesmen Tim LAM PT-Kes

Industri juga akan menyediakan trainer atau instruktur profesional yang membantu siswa mempraktikkan pengetahuan yang mereka pelajari secara langsung di tempat kerja yang sebenarnya. Upaya-upaya dalam penyelenggaraan Kelas Industri diharapkan bisa mengatasi masalah rendahnya penyerapan lulusan SMK di dunia kerja. Diharapkan juga model pembelajaran TEFA yang menggabungkan dunia pendidikan dengan industri, serta menciptakan linkungan belajar seperti di industri.

Ketua Yayasan Pendidikan Bali Global Denpasar, Dr Dadang Hermawan mengatakan keberadaan Kelas Industri ini menjadi momentum yang tepat untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa SMK TI Bali Global Badung betul-betul memiliki koneksi yang sangat dekat dengan DUDI. DUDI adalah user (pemakai) dari alumni SMK maupun perguruan tinggi. 

“Ini yang namanya industri dalam pendidikan dan pendidikan dalam industri, lebih luas daripada sekadar link & match yang masih ada jarak, kalau Kelas Industri yang ada di sekolah ini sudah tidak ada jarak lagi”, jelasnya.

Kabid Pembinaan SMK Disdikpora Provinsi Bali, IGN Krisna Adijaya mengungkapkan, “luar biasa komitmen dari SMK TI Bali Global Badung dengan mendirikan gedung Kelas Industri, hal ini memberikan variasi pilihan kejuruan di Bali sehingga anak muda bisa open minded bahwa Bali tidak hanya bergantung kepada jurusan pariwisata, tapi teknologi juga tidak kalah hebat dan harus kita bangun dari sekarang”.

BACA JUGA :  FAPET UNUD Kolaborasi UNTL Timor Leste Adakan Workshop Internasional “Animal Science 2023”

“Ini adalah real project yang kami bangun di SMK TI Bali Global Badung, karena sebelumnya kami sudah link & match dengan STIKOM Bali untuk Axioo Campus Class Program, kemudian turunannya perlu dikomunikasikan dengan generasi awalnya yaitu generasi vokasi atau SMK, maka hadirlah kami di sini. Kami inginkan anak-anak mempunyai dasar pekerjaan sejak dini”, ungkap Richard Putra Dewangga selaku General Manager Area Indonesia Timur dari Axioo.

“Kalau di PLN Icon Plus sangat terbuka peluang bagi mereka (lulusan SMK TI Bali Global Badung) untuk direkrut bekerja. Kami sudah bekerja sama dan beberapa di antara mereka sudah magang di tempat kami, harapannya nanti sambil mereka melanjutkan ke perguruan tinggi bisa juga kami serap di PLN Icon Plus sesuai jenjang pendidikan yang diharapkan”, ucap Tanti Sitorus selaku Manager Pemasaran dan Penjualan SBU Bali & Nusa Tenggara PLN Icon Plus. 

Salah satu bentuk sinergi terbaru lainnya, yaitu dengan terjalinnya kerjasama dengan Sriwijaya Camera Denpasar, yang menyampaikan apresiasi atas kesempatan untuk terlibat langsung dalam dunia pendidikan.

BACA JUGA :  "Festival Ramadan" PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar Dimeriahkan Bazaar UMKM hingga Pemberian Santunan kepada Anak Yatim

“Kami merasa benar-benar terlibat dan berkontribusi langsung dalam dunia pendidikan, dan bangga bisa bekerja sama dengan SMK TI Bali Global Badung,” ungkap Wisnu Adisantha, perwakilan dari Sriwijaya Camera Denpasar.

Sebagai wujud nyata dari kerja sama ini, telah dibentuk studio pembelajaran siswa di lingkungan sekolah. Studio ini diharapkan dapat menjadi sarana praktik sekaligus wadah kreatif bagi siswa dalam mengembangkan keterampilan di bidang multimedia, fotografi, serta bisnis digital. (L’Post)

Related Posts