SMKN 3 Denpasar Mulai Terapkan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | SMK Negeri 3 Denpasar mulai menerapkan pembelajaran tatap muka (PTM) pada Jumat (1/10/2021). Meski demikian, PTM tetap diikuti oleh siswa dengan jumlah terbatas dan diawali dengan pelaksanaan simulasi.
“Memulai sesuatu itu harus secara bertahap, dengan jumlah siswa terbatas maka lebih mudah kita kontrol dan dievaluasi untuk perbaikan selanjutnya, itu konsep kami,” ujar Kepala SMKN 3 Denpasar, Drs. AA Bagus Wijaya Putra, M.Pd.
Selain itu pihaknya juga masih menunggu izin dari Pemerintah Kota Denpasar, karena dalam hal ini wilayah sekolah berada di bawah pengawasan Satgas Penanggulangan Covid-19 Kota Denpasar.
“Mengacu pada Peraturan Wali Kota Denpasar Nomor 29 Tahun 2021 tentang Pedoman Teknis Penyelenggaraan PTM di Masa Pandemi Covid-19, kami akan melengkapi persyaratannya, lalu kami ajukan. Sembari menunggu izinnya turun, kami tetap laksanakan simulasi dengan jumlah siswa terbatas dan kami tambah secara bertahap,” sebutnya.
Dikatakan, idealnya jumlah siswa yang diizinkan mengikuti PTM sebanyak 50% dari keseluruhan siswa dalam satu sekolah. Namun SMKN 3 Denpasar di masa simulasi PTM ini hanya memperbolehkan 30% dari 1.007 siswa kelas 10 hingga 12. Sedangkan sisanya tetap mengikuti pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau daring.
Berdasarkan pantauan di SMKN 3 Denpasar, siswa yang hadir ke sekolah melewati tahapan pemeriksaan sejak dari pintu masuk sekolah yang dikoordinir oleh OSIS. Pemeriksaan itu mencakup pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker serta kedisiplinan yang meliputi rambut tidak boleh panjang bagi siswa laki-laki dan tidak memakai rok terlalu pendek bagi siswa perempuan.

Siswa SMKN 3 Denpasar menjalani pemeriksaan prokes dan kedisiplinan sebelum memasuki area sekolah. (Foto: igp)
Kemudian siswa diarahkan untuk mencuci tangan dan selalu diingatkan untuk tidak bergerombol. Begitu sampai di kelas, bangku siswa pun telah diatur sedemikian rupa agar tetap berjarak.
“Di hari pertama simulasi ini memang kami akui masih ada sedikit kendala, yakni siswa bergerombol, mungkin mereka sangat kangen dengan teman-temannya, tapi kami terus ingatkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan salah satunya menjaga jarak. Kami akan terus evaluasi pelaksanaan simulasi ini agar semakin baik ke depannya hingga PTM benar-benar diterapkan secara penuh,” pungkas AA Bagus Wijaya Putra. (igp)














