February 1, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

T Galleria by DFS Pamerkan Puluhan Karya Lukis Mandala

LITERASIPOST.COM, KUTA | T Galleria by DFS Bali berkolaborasi dengan Bukan Biasa Art Agency yang menaungi seniman muda berbakat di seluruh Indonesia, mengadakan lomba melukis Mandala. Puncak acara sekaligus pengumuman pemenang berlangsung di area T Galleria by DFS Bali, Kuta, Jumat (31/3/2023).

Dari 30 karya terbaik, pemenang 1 diraih oleh Toni Ja’far dengan tema “Mandala Alam”, pemenang 2 diraih Wayan Gede Susila Budi Camille “Harmony in Love”, dan pemenang 3 diraih Wayan Agus Sudiarta Yadnya “The Harmony Symbol of Bali” serta pemenang favorit. Untuk pemenang pertama mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp5 juta, pemenang 2 mendapatkan Rp3 juta dan pemenang 3 memperoleh Rp1,5 juta.

Para pemenang dan peserta Mandala Painting Competition berfoto bersama GM DFS Indonesia, Milan Rabold serta perwakilan Dispar Bali, Asita Bali dan ISI Denpasar. (Foto: igp/Literasipost)

Mandala merupakan simbol spiritual yang berarti lingkaran suci dalam bahasa Hindu Sansekerta. Mandala berasal dari kata ‘mandra’ yang berarti ‘wadah esensi yang mewakili hubungan yang lebih dalam dengan keutuhan, semangat, kesehatan, lingkaran kehidupan dan harmoni. Ini adalah tentang melepaskan perlawanan dan mengikuti arus kehidupan, sukacita, welas asih, merefleksikan ke dalam diri dan bergerak maju.

“Misi khusus dari lomba melukis Mandala ini adalah untuk membantu ekonomi kreatif di bidang seni rupa, memberikan semangat kepada seniman seluruh Indonesia dalam berkarya dan menghasilkan seni murni dalam pengolahan bentuk dan warna yang harmonis pada setiap gambar yang diciptakan,” ungkap Esther Leogenda selaku Head Marketing DFS Indonesia.

BACA JUGA :  Dubes Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam Kunjungi Unud

Lomba ini tidak hanya berlaku di Bali saja, tetapi mengundang para seniman dari seluruh Indonesia untuk ikut berpartisipasi terbukti dengan banyaknya karya yang diterima dari luar Bali. Pembukaan pendaftaran lomba berlangsung sejak awal Februari hingga Maret 2023, dilanjutkan dengan kurasi karya untuk mendapatkan 30 terbaik.

30 karya tersebut selanjutnya dipamerkan hingga Juni 2023. “Kami berharap wisatawan yang datang ke T Galleria by DFS – toko bebas bea terbesar di Bali, dapat menikmati karya serta dapat membeli karya tersebut,” ujar Milan Rabold selaku General Manager DFS Indonesia.

Pemenang 2, Wayan Gede Susila Budi Camille bersama rekan dan peserta lainnya. (Foto: igp/Literasipost)

Wayan Gede Susila Budi Camille mengaku senang bisa menjadi pemenang di kompetisi ini. Pria asal Ubud Bali yang kini sebagai mahasiswa di ISI Denpasar ini, menganggap semua karya yang berkompetisi memiliki konsep yang matang dan bagus.

“Saya senang meraih juara 2, karena semuanya bagus. Saya pertama kali melukis Mandala, yang awalnya melihat di Google, lalu saya kembangkan dan modifikasi dengan konsep bulan sehingga menghasilkan karya bertema Harmony in Love. Harapan saya agar event atau kompetisi seperti ini tetap ada berkelanjutan untuk memberi ruang bagi seniman muda khususnya, dan bagi anak-anak muda marilah kita berkarya dan berinovasi,” ungkapnya sumringah. (igp)

Related Posts