February 1, 2026
EKONOMI & PERBANKAN

Terkait Nyepi, Bank Indonesia Ingatkan Penggunaan ATM Sebelum Dinonaktifkan

LITERASIPOST.COM, DENPASAR | Dalam rangka menghormati kesucian Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1945, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali tidak melakukan kegiatan operasional pada Selasa hingga Kamis (21-23/3/2023). Dengan demikian, kegiatan layanan penarikan dan penyetoran kas perbankan, serta pertukaran warkat debet (Cek/Bilyet Giro), ditiadakan.

Selanjutnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali akan kembali membuka layanan seperti biasanya pada Jumat (24/3/2023).

BACA JUGA :  Kinerja Industri Jasa Keuangan Provinsi Bali Terjaga Stabil

Sarana Penarikan Tunai dan kegiatan transaksi lainnya menggunakan mesin ATM, secara umum dan bertahap pada Selasa (21/3/2023) mulai pukul 10.00 WITA, dinonaktifkan/tidak beroperasional. Selanjutnya, mesin ATM akan kembali beroperasi seperti biasanya mulai Kamis (23/3/2023) pukul 07.00 WITA.

“Sehubungan dengan hal tersebut, untuk pemenuhan kebutuhan uang tunai di masyarakat, kami mengimbau agar dapat dilakukan sebelum jadwal penonaktifan mesin ATM oleh perbankan. Selain itu,
untuk penyelesaian transaksi lainnya dapat dilakukan secara non-tunai melalui Internet Banking/Mobile Banking,” kata Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho di Denpasar.

BACA JUGA :  OJK Bali Beri Edukasi Penyandang Disabilitas dan Yowana Gema Santi

Lanjutnya, layanan perbankan yang berbasis elektronik atau digital seperti mobile banking tetap beroperasi seperti biasanya sepanjang ditunjang dengan sarana jaringan komunikasi atau internet.

Trisno berharap dalam bertransaksi secara tunai, agar masyarakat selalu berhati-hati dan meyakini keaslian uang rupiah melalui 3D: Dilihat, Diraba dan Diterawang, serta selalu memelihara dan menjaga Rupiah melalui 5 Jangan: Jangan Dililipat, Jangan
Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi. Untuk transaksi nontunai, masyarakat juga harus berhati-hati dengan selalu menjaga kerahasiaan informasi pribadi seperti username dan
password, PIN, serta kode OTP (one time password).

BACA JUGA :  Dukung Infrastruktur Air Bersih, PLN UP3 Bali Selatan Sambungkan Daya 1.040 kVA di The Nusa Dua

Kebutuhan uang tunai di wilayah Bali menjelang Hari Raya Nyepi dan memasuki bulan Ramadan diproyeksikan meningkat sebesar 5% yaitu dari Rp2.829 miliar di tahun 2022 menjadi Rp2.985 miliar di tahun 2023. Demikian pula dengan transaksi digital berbasis QRIS mengalami peningkatan dari Rp104,3 miliar di Januari 2022 menjadi Rp383 miliar di Januari 2023 atau meningkat 267% (yoy).

Trisno menyampaikan bahwa untuk memenuhi kebutuhan uang tunai dengan jumlah yang cukup dan jenis pecahan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Bank Indonesia telah menyediakan uang tunai Rp4.364 miliar atau 1½ kali dari kebutuhan masyarakat. (igp/r)

Related Posts