Tim WPN dan BumiKita Konsisten Bersih-bersih Destinasi, Ciptakan Kesadaran Masyarakat dan Wisatawan Jaga Lingkungan

LITERASIPOST.COM – LEGIAN | Ratusan partisipan yang merupakan stakeholders pariwisata dan pelaku usaha di wilayah Kelurahan Legian, Kabupaten Badung, bersama komunitas BumiKita, kembali menunjukkan partisipasi aktif dalam gerakan Beach Clean Up di Pantai Legian, Jumat (13/6). Kepedulian terhadap lingkungan ini dilakukan secara rutin dan periodik setiap hari Jumat.
“Ya, setiap Jumat pagi rutin kita laksanakan bersih-bersih di Pantai Legian sebagai wujud bakti kita kepada lingkungan, karena kita sadar bahwa ketika kita menjaga lingkungan maka lingkungan pasti akan menjaga kita”, kata I Wayan Puspa Negara (WPN) selaku inisiator gerakan Beach Clean Up.
Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung ini menambahkan bahwa gerakan Beach Clean Up yang telah berlangsung sejak 6 tahun silam adalah upaya untuk menciptakan habitat (kebiasaan) dan behavior (perilaku) masyarakat secara luas. Dilaksanakan secara rutin untuk menunjukkan konsistensi karena dalam berkegiatan jika tidak ada konsistensi maka achievement atau goals-nya akan sulit dicapai.
“Kegiatan ini kita akan teruskan sampai akhir hayat karena menjadi kewajiban kita setiap Insan untuk menjaga kebersihan”, sebutnya.
Terlebih, adanya Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 9 Tahun 2025 tentang Gerakan Bali Bersih Sampah Plastik serta kebijakan pelarangan peredaran minuman kemasan di bawah satu liter. Pihaknya sangat mendukung dan ingin mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Apalagi berada di destinasi pariwisata terutama Pantai Legian yang menjadi daya tarik utama wisatawan mancanegara maupun domestik, maka kondisi pantai ini harus bersih.
“Syarat utama sebuah destinasi itu adalah bersih, dan kebersihan itu harus kita jaga. Kalau tidak kita siapa lagi? Untuk menciptakan habit itulah kami hadir setiap Jumat pagi agar bisa mengimpact kepada masyarakat, wisatawan dan pengunjung agar mereka sadar bahwa kebersihan harus diciptakan dan dimulai dari kita masing-masing”, sebut Puspa Negara.
Diakui, pada musim sekarang ini kondisi Pantai Legian memang sangat bersih sampai bulan Oktober nanti karena angin masih bertiup dari arah timur ke barat. Tapi, mulai Oktober hingga Desember akan mengalami persoalan kembali karena perubahan arah angin yang dikenal dengan West Monsoon (angin barat) dan ini akan membawa banyak sampah dari tengah laut menepi ke pantai.
“Menjadi tantangan buat kita untuk membersihkan destinasi secara stabil, periodik dan berkelanjutan, hanya dengan konsistensi bisa menciptakan habit dan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan di destinasi dan bumi kita”, pungkasnya. (L’Post)














