TJSL Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Dukung Eksistensi Griya Batik Olive

LITERASIPOST.COM – Malang | Kunjungan ke Griya Batik Olive di Kota Batu, Malang, menjadi agenda bagi sekitar 50 jurnalis dari Jawa Timur, Bali, NTB dan NTT (Jatimbalinus) serangkaian kegiatan Apresiasi Jurnalistik Pertamina (AJP) Fiesta 2026 yang diadakan oleh Pertamina Patra Niaga Wilayah Jatimbalinus pada 18-20 Agustus 2026.
Griya Batik Olive merupakan salah satu UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus. Batik Olive. Pemilik Batik Olive, Iwan Achmad Irawan menuturkan usaha ini mulai berkembang sejak tahun 2000. Awalnya hanya memiliki 2 orang tenaga kerja. Seiring waktu, usahanya mulai berkembang dan mampu menambah tenaga kerja hingga 60 orang. Namun akibat terpaan pandemi, usaha Batik Olive pun terkena dampaknya. Produktivitas mulai menurun.

Seorang pekerja menunjukkan salah satu motif Batik Olive yang sudah siap dipasarkan. (Foto: Literasipost)
Melihat kondisi tersebut, Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus hadir guna memberikan dukungan kepada UMKM yang terpuruk, salah satunya Batik Olive. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), pihak Pertamina memberikan dukungan berupa Pinjaman Usaha Mikro Kecil (PUMK) sebesar Rp100 juta pada tahun 2020. Dukungan ini dirasakan sangat membantu keberlanjutan Batik Olive di tengah kondisi terpuruk saat itu. Lalu, pada tahun 2022 Pertamina kembali menggelontorkan PUMK sebesar Rp150 juta yang digunakan untuk mengembangkan usaha, seperti penambahan modal.
“Kami sangat terbantu oleh dua kali PUMK dari Pertamina Patra Niaga, kami gunakan untuk pengembangan usaha sejak pandemi hingga sekarang. Tak hanya suntikan pinjaman, kami juga disupport dalam bentuk pendampingan, kemudian diajak mengikuti beberapa kali pameran di dalam negeri seperti di Jakarta dan Surabaya, juga diikutkan dalam kegiatan seminar untuk peningkatan kualitas produk serta digitalisasi penjualan “, tutur Achmad Irawan saat ditemui pada Rabu (19/8), yang juga mengaku pernah melakukan pameran ke luar negeri secara mandiri.
“PUMK itu minimal 15 juta dan maksimal 250 juta Rupiah dengan bunga sebesar 3 persen saldo menurun. Program ini berakhir pada tahun 2022, dan setelah itu berganti mengikuti kebijakan baru dari Kementerian BUMN saat itu. Kami dari Pertamina mulai 2023 tetap memberi pendampingan kepada UMKM lewat program UMK Academy, semua itu tujuannya untuk membantu UMKM naik kelas dan go global”, jelas Prina Widya, pendamping UMKM dari Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus.
Batik Olive dikerjakan dengan tangan atau tulis dengan motif-motif bunga. Pewarnaannya menggunakan bahan alami dari dedaunan dan juga sintetis. “Harga selembar batik kami kisaran 150 ribu hingga 4 juta Rupiah, bisa berupa kain utuh maupun sudah dibentuk menjadi pakaian siap pakai atau dress, penjualannya kami lakukan di dalam negeri dan luar negeri. Sampai saat ini, meski sudah tidak ada lagi beban pinjaman, Pertamina masih memberikan pendampingan buat kami, seperti di ajak pameran ataupun diikutsertakan kegiatan seminar”, pungkas Achmad Irawan. (L’Post)














