November 3, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Made Romi Pamerkan Karya “Divergent Mind” di Santrian Art Gallery

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Made Sukadana yang akrab disapa Romi, menggelar pameran tunggal dengan tema “Divergent Mind” di Santrian Art Gallery, Sanur – Denpasar. Sebanyak 24 karya seni rupa dipamerkannya mulai 9 Januari 2026 hingga 28 Februari 2026.

Made Romi menyampaikan bahwa tema “Divergent Mind” merupakan wujud pengakuan dirinya terhadap karya-karyanya yang selalu berubah-rubah. Artinya, setiap karya itu tidak tergantung sama tema, tidak linier dan mengalir begitu saja.

Made Romi Sukadana. (Foto: Literasipost)

“Dari pengalaman saya melukis selama ini, saya mengakui bahwa memang dalam berkarya selalu berubah-ubah baik dari segi tema, teknik maupun media”, ungkapnya.

Ia mencontohkan salah satu karyanya yaitu figur Monalisa. Menurutnya, figur Monalisa di dunia seni rupa sudah banyak yang mengenal. Termasuk juga jika dibawa ke eksotik Bali, figur Monalisa tetap dikenal khalayak. Maka dari itu figur Monalisa dibuat memakai pakaian adat Bali.

Sementara itu kurator, I Made Susanta Dwitanaya mengatakan ada empat karakter utama berpikir divergen, yakni: fluency (kelimpahan ide), flexibility (kelenturan berpindah kategori dan pendekatan), originality (keunikan gagasan), dan elaboration (kemampuan mengembangkan ide secara detail dan berlapis).

BACA JUGA :  TPID Buleleng Perkuat Koordinasi Pengendalian Inflasi

Pada proses kreatif Made Romi, divergent thinking berkembang lebih jauh menjadi divergent mind. Istilah ini selain merujuk pada kecenderungan menghasilkan variasi visual, juga meluas pada struktur mental dan sikap artistik yang membentuk keseluruhan praktik berkaryanya. Perbedaan gaya dalam karya-karyanya tidak mudah dibaca sebagai fase-fase kronologis yang rapi, sehingga tidak dapat terbaca sebagai periodisasi. 

“Ia bergerak secara non-linier, melompat dari satu pendekatan ke pendekatan lain, seolah menolak logika perkembangan progresif yang lazim digunakan dalam historiografi seni modern yang mengedepankan liniearitas”, jelasnya.

Pameran Divergent Mind mengajak penikmat untuk menggeser cara membaca karya seni. Alih-alih mencari keseragaman atau “ciri khas” yang tunggal, kita hendak diajak untuk memahami perbedaan, ketegangan, bahkan kontradiksi antar karya sebagai bagian dari pernyataan artistik yang lahir dari ekosistem pikiran seorang Made Romi. 

BACA JUGA :  Pembukaan Bina Desa UNUD PPK Ormawa HM Teknologi Informasi

Pengalaman Made Romi dalam berpameran:

Solo Exhibition

2001 “Sides of Woman” at Paros Gallery, Bali

2007 “Dialogue with the Reality” at Kamandalu Resort, Ubud

2009 “Sebuah Nama” at Ten Fine Art, Sanur

2012 “Hidden Connection” di Ayucious Socialite House, Denpasar

2013 “Hidden Connection II” at GBB & Galeri Cipta III, TIM Jakarta

“Hidden Connection III” at Tryst’s Resto Kemang, Jakarta

“Trade, Tradition & Packaging” at Gardenia Sanur-Bali

Selected Join Exhibition

2004 “10 Artist Introduce Themselves” at Ten Fine Art Sanur, Bali

2005 “Seni Lukis & Arsitektur” at Santrian Gallery, Sanur

“Art show” at Hogart Collection, Melbourne, Australia

“BRIKOLASE” at 10 Fine Art Sanur 

2006 “Unlimited” 10 Fine Art at Popo Danes Art Veranda

“Panorama” 10 Fine Art at Ganesa Gallery Four Season, Jimbaran

2007 “Me between Us” at Tony Raka Art Gallery, Ubud

2008 “Entitas Nurani” at Art Centre Denpasar-Bali

2009 “Optimisme” at Maha Art Gallery Sanur-bali

2010 Ten Fine Art “Ten Made” at 7 Bintang Gallery, Yogya

2011 “In The Name of Identity, at Tanah Tho Gallery, Ubud- Bali

“Lokality and Universality at Chandan Gallery, Malaysia

“Tidak Takut” at Willem Kerseboom Gallery, Amsterdam

2012 “Byur…” Wr Yaya Gallery Sanur-Bali

2013 “Hidden Code” Mayya Gallery, Frankfurt, Jerman

“Satu Natah Tiga Langit, Sangkring Art Project-Jogjakarta

2014 “Magic of Bali”, Ira Kitzki art Gallery, Frankfurt Germany

2015 “Odyssey in the island of gods”, at Koi Resto Kemang Gallery, Jakarta

“Balance in Perfect Soul” at Art Gallery House of Sampoerna, Surabaya

2016 “HAMER” Kinship in Art at Sekar Jambu, Denpasar

2017 “BbuzzShowJakarta” at Museum Fatahilla-Jakarta

“PBSR#5” at Taman Budaya Maluku, Ambon-Maluku

2018 “Spirit of Nature” at Breeze Art Space, BSD City Tanggerang

“DIAS” Daejeon International Art Show, Daejeon South Korea

2019 “BAMA” Busan Annual Market of Art at Bexco Building, Busan South Korea

“Horizon” at The Gallery Maya Sanur

“OPTMISM” at NuArte Sculpture Park, Bandung

2020 “Singapore Art Week Resident and making Mural” at Sentosa Island, Singapura

2021 “17+ Ten Fine Art” at Gedung Dharma Alaya Denpasar, Bali

“No Box” at Alila Seminyak, Bali

2022 “Drawing Exhibition with Jepun Art Friends” at K Sudana Gallery Ubud, Bali

“Yatra Art Exhibition” at Mola Gallery Cimahi, Bandung

“60 th Anniversary Hadiprana” at Hadiprana Gallery, Jakarta

2023 “The Icon” Exhibition at AMUYA Gallery, Jakarta

Baz-Art “Small and Beautiful” at Hadiprana Gallery Jakarta

2024 Exhibition with Ten Fine art “PENAMBUNG” at KKF Yogyakarta

2025 “5 Dimension of Change MilitantArt” at Labyrint art Gallery

“Positivity in Palette” at Teh Villa Gallery Surabaya

“Masterpiece 2”5 at Bellevue Art gallery Jakarta

“Warisan Jiwa” at Ciputra Artpreneur Gallery, Jakarta

“JIAF 2025” at Yogya Expo Center Yogyakarta

(L’Post)

Related Posts