OJK Bali Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan lewat 157 Run dan Pasar Murah

LITERASIPOST.COM – Denpasar | 157 Run OJK berlangsung di depan Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Minggu (1/11). Kegiatan lari yang dirangkaikan Pasar Murah–Pekenan Bulan Inklusi Keuangan tersebut, dilepas oleh Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra.
157 Run diselenggarakan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Bali bekerja sama industri jasa keuangan. Sekda Dewa Indra mengapresiasi penyelenggaraan 157 Run sebagai bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan. Pihaknya menekankan pentingnya kolaborasi antarlembaga keuangan dalam memperkuat industri jasa keuangan yang sehat dan berkelanjutan.
“Sektor keuangan memiliki kompleksitas tinggi sehingga membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan serta kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku”, ujarnya.
Terkait perkembangan inklusi keuangan di Bali, Sekda Dewa Indra menyampaikan sejauh ini tergolong baik. Kondisi tersebut tidak terlepas dari dukungan regulasi serta peran aktif seluruh pelaku industri jasa keuangan. “Dengan regulasi yang ada dan dukungan seluruh pelaku industri keuangan, capaian kita cukup bagus,” ungkapnya.
Menurutnya, inklusi keuangan memiliki peran strategis dalam memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan. Namun, peningkatan akses tersebut harus diimbangi dengan penguatan literasi agar masyarakat memahami manfaat, kegunaan, serta risiko dari setiap produk keuangan yang digunakan. “Selain tahu tentang produknya, masyarakat juga harus paham kegunaan dan juga risiko. Ini penting agar masyarakat tak dirugikan,” terangnya.
Sekda Dewa Indra juga menyambut baik penyelenggaraan Pasar Murah–Pekenan Bulan Inklusi Keuangan. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari kampanye literasi dan inklusi keuangan, tetapi juga mendukung upaya pengendalian inflasi melalui penyediaan kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
Sementara itu, Kepala OJK Provinsi Bali, Parjiman, menjelaskan bahwa kegiatan 157 Run merupakan salah satu upaya meningkatkan literasi dan inklusi keuangan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat. Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan pasar murah yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha lokal.
“Selain itu, kita juga memfasilitasi UMKM binaan dalam kegiatan pasar murah. Ini tentunya akan sangat membantu kemajuan UMKM kita,” ungkapnya. (L’Post)
(Sumber: rilis Pemprov Bali)














