January 30, 2026
POLITIK & INSTANSI

Lansia Badung Saatnya Bernyanyi “Don’t Worry be Happy”, Puspa Negara Harap Rp5 Juta per Lansia

LITERASIPOST.COM – Badung | Lansia sehat dan bahagia adalah salah satu indikator  kemampuan pemerintah dalam peningkatan kualitas hidup  masyarakat. Lansia butuh penyesuaian gaya hidup dan dukungan lingkungan. 

“Saya sangat mendukung kebijakan Bupati yang humanis dan berdaya guna positif  bagi warga usia lanjut di Badung”, ujar I Wayan Puspa Negara, Ketua Fraksi Gerindra DPRD Badung.

BACA JUGA :  Resmi jadi Anggota Dewan di Denpasar, Yonathan Andre Baskoro: Sampah, Banjir dan Kemacetan jadi Fokus Saya

Lanjutnya, terkait kebijakan Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa melalui program pemberian penghargaan kepada masyarakat lanjut usia (Lansia) yang berhasil melampaui Usia Harapan Hidup (UHH) 75 tahun ke atas, merupakan program.positif yang dapat mengangkat spirit atau semangat dan harapan hidup lebih baik bagi para lansia.

“Program ini jelas merupakan wujud komitmen Pemerintah Kabupaten Badung yang sangat baik dalam menciptakan kualitas hidup masyarakat yang sehat lahir dan bathin, bahagia, sejahtera, dan berkeadilan antargenerasi”, jelasnya.

Bahwa, lansia adalah tahap akhir siklus hidup manusia, yang menurut WHO dan Kemkes RI ditetapkan pada usia 60 tahun ke atas. Ini merupakan proses penuaan alamiah yang ditandai dengan penurunan fungsi fisik, kognitif, dan sosial, dimana seseorang seringkali membutuhkan penyesuaian gaya hidup dan dukungan lingkungan.  Lansia sering dianggap beban, padahal mereka masih  punya potensi yang produktif jika diberdayakan, minimal mereka menjadi  contoh bukti nyata dlm menjaga kesehatan lahir dan bathin hingga bisa berusia panjang.

UHH suatu negara atau daerah,  menunjukkan rata-rata perkiraan lama hidup penduduk sejak lahir, yang mencerminkan derajat kesehatan, kualitas gizi, dan tingkat kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat. Angka UHH ini juga merupakan indikator keberhasilan pemerintah dalam pelayanan kesehatan, sanitasi, dan pembangunan kualitas hidup.  

BACA JUGA :  Pelaku Pembunuhan Anjing di Jimbaran Diamankan, Ternyata Ini Alasannya

Secara simbolis penghargaan tersebut telah diserahkan pada Rabu (28/1) di Pecatu, Kuta Selatan. “Saya sepakat dengan Bupati  bahwa kebijakan ini tidak semata-mata berorientasi pada aspek kesejahteraan ekonomi, tetapi juga mengandung nilai edukatif dan inspiratif bagi masyarakat, khususnya generasi muda”, kata Puspa Negara.

Para lansia yang mampu melampaui usia harapan hidup merupakan teladan nyata tentang pentingnya menjaga kesehatan fisik, mental, dan sosial. “Penghargaan senilai Rp3 juta per lansia ini (berharap kelak diberikan Rp5 juta per lansia umur di atas 75 tahun), hal ini menunjukan apresiasi yang setara atas dedikasi para sesepuh, sekaligus untuk menginspirasi generasi muda agar menerapkan pola hidup sehat dan berkelanjutan”, sebutnya.

“Selain memberikan manfaat langsung kepada penerima, program ini saya pandang juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghormati peran sesepuh sebagai pilar moral dan sumber kearifan dalam pembangunan daera”, imbuhnya.

Program penghargaan ini menyasar masyarakat lansia berusia di atas 75 tahun di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Badung menargetkan total penerima penghargaan ini berkisar antara 18.000 hingga 19.000 lansia yang memenuhi syarat. Kebijakan ini menunjukkan  perhatian yang baik dari pemerintah terhadap isu kesehatan lansia sekaligus mempertegas komitmen dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan. 

BACA JUGA :  Sambut Libur Tahun Baru, Trans Studio Bali Hadirkan 16 Wahana Seru

Selain memberikan manfaat langsung kepada penerima, program ini juga bertujuan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menghormati peran sesepuh sebagai pilar moral dan sumber kearifan dalam pembangunan daerah.

Pada Periode II, tercatat sebanyak 9.121 lansia  telah menerima reward  Rp3 juta ini. Program ini dilaksanakan berdasarkan Peraturan Bupati Badung Nomor 50 Tahun 2025 tentang Pemberian Penghargaan kepada Masyarakat atas Prestasi Melampaui Usia Harapan Hidup. Lansia di Badung.

“Kini senyum sumringah sesuai lirik Don’t Worry, Be Happy, adalah lagu ikonik yang dirilis pada tahun 1988 oleh musisi jazz asal Amerika Serikat, Bobby McFerrin. dinyanyikan akapela dengan pesan bahwa lagu ini mengajak pendengarnya untuk tidak khawatir akan masalah hidup dan memilih untuk berbahagia, karena kekhawatiran hanya akan melipatgandakan masalah”, ungkap Puspa Negara.

“Program reward terhadap lansia ini positif dan layak diteruskan ditingkatkan serta berkelanjutan, di sisi lain tetap  kami monitor dengan seksama”, pungkas Puspa Negara. (L’Post/r)

Related Posts