November 2, 2026
EKONOMI & PERBANKAN

TPID Gianyar Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang Hari Raya

LITERASIPOST.COM – Gianyar | Pemerintah Kabupaten Gianyar bersama Bank Indonesia Provinsi Bali memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui pelaksanaan High Level Meeting (HLM) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Gianyar pada 13 Maret 2026 di Ruang Kerja Wakil Bupati Gianyar.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Gianyar, Anak Agung Gde Mayun, S.H, dan dihadiri Deputi Direktur BI Bali, Muhamad Shiroth, Kepala Bagian Perekonomian Kabupaten Gianyar, Drs. I Kadek Alit Wirawan, MAP, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar Ir. I Gusti Ayu Dewi Hariani, M.Si, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar Anak Agung Gde Raka Suryadiputra, Kepala BPS Kabupaten Gianyar Maria Iin Maidiana, jajaran Forkopimda, serta perangkat daerah anggota TPID Kabupaten Gianyar.

BACA JUGA :  Tambah 1,5 Juta Tabung LPG 3 Kg, Pertamina Ajak Awasi Distribusi LPG Bersubsidi

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Gianyar menyampaikan apresiasi kepada TPID Kabupaten Gianyar dan Bank Indonesia Provinsi Bali atas sinergi, dukungan dan pendampingan dalam berbagai pelaksanaan program TPID di Kabupaten Gianyar. Beliau menekankan bahwa pengendalian inflasi merupakan upaya bersama yang memerlukan

koordinasi dan komitmen seluruh pihak. Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang Hari Besar

Keagamaan Nasional (HBKN) Nyepi dan IdulFitri, seluruh perangkat daerah diharapkan terus memperhatikan

perkembangan harga bahan pokok serta memastikan ketersediaan pasokan agar tidak terjadi gejolak harga yang

signifikan di masyarakat. Selain itu, Wakil Bupati juga mendorong perangkat daerah dan jajaran Forkopimda untuk

terus berkoordinasi guna mengantisipasi potensi penimbunan barang serta memastikan kelancaran distribusi pasokan

di Kabupaten Gianyar.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Direktur BI Bali menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kabupaten

Gianyar dalam memperkuat pengendalian inflasi daerah, khususnya menjelang HBKN. Pada kesempatan tersebut, ia

juga menyampaikan keunikan Kabupaten Gianyar sebagai salah satu sentra pariwisata, sehingga kebutuhan pangan

tidak hanya untuk masyarakat Gianyar namun juga wisatawan yang datang. Gianyar tercatat surplus untuk produksi

padi, bahkan memasok kebutuhan daerah lain. Namun untuk beberapa komoditas lainnya, seperti hortikultura,

sebagian dipenuhi pasokannya dari daerah lain. Ia juga menekankan perhatian pada sejumlah komoditas menjelang

HBKN, antara lain cabai, daging ayam ras, dan bawang merah. Selain peningkatan permintaan menjelang HBKN,

beberapa risiko yang perlu diantisipasi antara lain dinamika geopolitik global, faktor cuaca, dan efisiensi rantai pasok.

Dalam rangka memperkuat pengendalian inflasi, BI Bali mendorong optimalisasi Operasi Pasar dengan prinsip 3T (tepat

waktu, tepat lokasi, tepat sasaran), Penguatan kerja sama antardaerah (KAD) intra dan luar Bali, termasuk mendorong

pembentukan Perumda Pangan dan/atau sinergi dengan Perumda Pangan lain di Bali, serta komunikasi untuk

pembentukan ekspektasi masyarakat..

Dari sisi pasokan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Kabupaten Gianyar menyampaikan bahwa

secara umum ketersediaan bahan pangan pokok di Kabupaten Gianyar berada dalam kondisi aman dan terkendali,

dengan stok beras diperkirakan mencukupi hingga tiga bulan ke depan. Dalam rangka memperkuat ketersediaan

pangan, pemerintah daerah secara rutin melakukan pemantauan pasokan melalui enumerator dan Rumah Pangan Kita

(RPK).

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Gianyar memaparkan perkembangan harga

bahan pokok dan barang penting lainnya. Berdasarkan pemantauan di sejumlah pasar pada minggu kedua Maret,

secara umum harga komoditas terkendali. Hanya beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga seperti cabai

merah, cabai hijau, cabai rawit, dan bunga pacar, namun kenaikannya relatif terbatas. Dalam rangka menjaga stabilitas

harga, Pemerintah Kabupaten Gianyar secara rutin menyelenggarakan kegiatan pasar murah jelang HBKN dengan

prinsip 3T yang menyasar desa-desa, serta merencanakan pelaksanaan beberapa kegiatan pasar murah sepanjang tahun

2026.

Selanjutnya Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Gianyar memaparkan perkembangan Indeks Perkembangan Harga

(IPH) Kabupaten Gianyar dan karakteristik pola konsumsi masyarakat Gianyar yang menunjukkan kecenderungan

konsumsi makanan dan minuman jadi.

Sebagai penutup Bank Indonesia bersama Pemerintah Kabupaten Gianyar berkomitmen untuk terus memperkuat

sinergi pengendalian inflasi daerah guna menjaga stabilitas harga, mendukung kesejahteraan masyarakat, serta

menjaga momentum pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.  (L’Post/r)

Related Posts