November 3, 2026
EKONOMI & PERBANKAN

Bali Jagadhita 2026 Sukses Perkuat Perdagangan, Pariwisata, dan Investasi Berkelanjutan

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Bank Indonesia Provinsi Bali menutup rangkaian Bali Jagadhita VII Tahun 2026 pada Minggu (7/6) di Mal Bali Galeria, Denpasar. Kegiatan yang berlangsung pada 5–7 Juni 2026 ini diselenggarakan melalui sinergi Bank Indonesia Provinsi Bali dengan Pemerintah Provinsi Bali, Kementerian UMKM, Kementerian Investasi dan Hilirisasi, serta Dekranasda Provinsi Bali. Penyelenggaraan Bali Jagadhita VII 2026 mencatat berbagai capaian dalam penguatan perdagangan, pariwisata, dan investasi sebagai tiga pilar utama perekonomian Bali yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan.

Kegiatan tahunan ini menjadi ajang promosi terintegrasi untuk memperkuat akses pasar UMKM, mendorong pariwisata berkualitas, serta memperluas promosi peluang investasi unggulan di Bali dan Nusa Tenggara.

BACA JUGA :  CMSE 2022 Dukung Pasar Modal Menuju Ekonomi Kuat Berkelanjutan

Penutupan Bali Jagadhita VII 2026 dihadiri oleh Duta Besar Bulgaria, Duta Besar Kerajaan Bahrain, Duta Besar Kesultanan Oman, Duta Besar Republik Armenia, Duta Besar Republik Islam Pakistan, Duta Besar Rumania, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Konsulat Jenderal dan Atase Perdagangan Perwakilan Negara Sahabat, Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Asisten Deputi Perluasan Pembiayaan Wirausaha Kementerian UMKM, pimpinan Forkopimda Provinsi Bali, Bupati/ Walikota di Provinsi Bali, kepala satuan kerja dan pimpinan Bank Indonesia, pimpinan instansi vertikal Provinsi Bali, serta investor dari berbagai negara.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Achris Sarwani, menyampaikan bahwa Bali Jagadhita VII Tahun 2026 merupakan program strategis yang mengintegrasikan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi dalam satu ekosistem pengembangan ekonomi daerah. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Bali Jagadhita berhasil mencatat sejumlah capaian, antara lain transaksi penjualan serta potensi ekspor berhasil mencapai Rp30 miliar, potensi kesepakatan bisnis sektor pariwisata Bali-Nusra sebesar Rp6,9 triliun, serta perluasan promosi aset potensial daerah di Bali dan Nusa Tenggara untuk mendukung optimalisasi pendapatan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

“Bali Jagaditha diharapkan menjadi momentum penting dalam mendukung visi pembangunan Bali Nangun Sat Kerthi Loka Bali sekaligus memberikan manfaat bagi kepentingan daerah dan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bali Jagadhita turut mempertemukan 22 pemilik proyek investasi di Bali dan Nusa

Tenggara dengan enam duta besar negara sahabat serta 35 investor potensial. Menurut Achris, dukungan berbagai

pihak, termasuk para konsul dan duta besar negara sahabat, menjadi faktor penting dalam memperluas jejaring

kerja sama ekonomi daerah.

Sekretaris Daerah Provinsi Bali, Dewa Made Indra, yang hadir mewakili Gubernur Bali, menyampaikan

apresiasi atas konsistensi penyelenggaraan Bali Jagadhita yang kini memasuki tahun ketujuh. Menurutnya, Bali

Jagadhita terus berkembang sejak penyelenggaraan pertama, baik dari sisi cakupan kegiatan maupun jumlah

pemangku kepentingan yang terlibat. “Atas nama Pemerintah Provinsi Bali, saya menyampaikan apresiasi dan

penghargaan setinggi-tingginya,” ujar Dewa Indra. Ia menambahkan, kolaborasi antarpemangku kepentingan

menjadi faktor penting dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi Bali yang berkualitas dan berkelanjutan. Bank

Indonesia dinilai terus memainkan peran strategis dalam mengorkestrasi berbagai kegiatan yang mampu

menggairahkan perekonomian daerah. Dewa Indra juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali tetap terbuka

terhadap investasi yang masuk, sepanjang memperhatikan kepentingan masyarakat, pelestarian budaya, dan

keberlanjutan lingkungan hidup.

Sementara itu, Asisten Gubernur Bank Indonesia, Rudy Brando Hutabarat, yang hadir mewakili Anggota
Dewan Gubernur Bank Indonesia, menilai Bali layak menjadi teladan nasional dalam menjaga keseimbangan antara
pertumbuhan ekonomi dan stabilitas harga. Pada triwulan I 2026, ekonomi Bali tumbuh sebesar 5,58 persen,
sementara inflasi tetap terkendali pada level 2,91 persen pada 2025. Rudy juga mengajak para calon investor dan
duta besar negara sahabat untuk berinvestasi di Bali karena Bali merupakan destinasi investasi yang memiliki daya
saing kuat, didukung pertumbuhan ekonomi yang solid, stabilitas harga yang terjaga, ekosistem pariwisata berkelas
dunia, serta komitmen pemerintah daerah terhadap investasi yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Lebih
lanjut, Rudy menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan seluruh mitra strategis atas sinergi yang telah
terbangun dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali.
Pada pilar perdagangan, penutupan Bali Jagadhita VII 2026 menghadirkan peragaan busana desainer muda
dan fesyen berkelanjutan untuk mendorong praktik bisnis hijau serta pelestarian wastra Nusantara. Rangkaian
kegiatan juga mencatat nilai transaksi dan potensi ekspor sebesar Rp30 miliar sejak Road to Bali Jagadhita. Selain
itu, penutupan ditandai dengan penyerahan piagam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) kepada Kantor
Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali untuk kategori pembuatan tote bag bermotif lukis endek Bali dengan jumlah
peserta terbanyak. Pada kesempatan yang sama, dilakukan seremoni business matching ekspor UMKM binaan
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, yaitu Macha Home Living, yang mencatat potensi penjualan ekspor
sebesar Rp3,3 miliar ke berbagai negara. Acara penutupan juga diisi dengan penandatanganan komitmen nota
kesepakatan antara Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali dan Pemerintah Provinsi Bali terkait sinergi
program dan kegiatan pengembangan ekonomi dan keuangan daerah di Provinsi Bali. Pada pilar pariwisata, Bali
Jagadhita VII 2026 turut mendukung penguatan pariwisata berkualitas melalui rangkaian Bali Beyond Travel Fair
(BBTF) 2026 pada 28–30 Mei 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh delapan desa wisata Bali-Nusra dan berhasil
menghadirkan 286 seller serta 407 buyer dari 44 negara, dengan potensi nilai transaksi mencapai Rp6,9 triliun.
Capaian ini menjadi bagian dari upaya memperluas promosi desa wisata dan memperkuat ekosistem pariwisata
berkelanjutan di Bali dan Nusa Tenggara. Pada pilar investasi, Bali Jagadhita VII 2026 turut menghadirkan Bali
Investment Forum 2026 yang diselenggarakan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Bali melalui Pusat Investasi
Kerthi Bali Sadhana (PIKBS). Forum ini menjadi wadah promosi proyek investasi unggulan pemerintah daerah,
sekaligus mempertemukan pemilik proyek investasi dengan duta besar negara sahabat dan investor potensial. Pada
kesempatan tersebut, katalog peluang investasi juga diserahkan kepada sejumlah duta besar yang hadir sebagai
bentuk penguatan promosi investasi dan perluasan jejaring kerja sama ekonomi dengan negara sahabat.
Melalui sinergi strategis berbagai pihak dalam Bali Jagadhita, Bank Indonesia berharap kegiatan ini dapat
semakin mendorong lahirnya karya kreatif yang bernilai tambah lebih besar dan memberi manfaat nyata bagi
pertumbuhan ekonomi Bali. Upaya tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan rasa bangga dan cinta
masyarakat terhadap produk lokal Bali, sekaligus mendukung kemajuan pariwisata agar Bali tetap menjadi salah
satu destinasi wisata terbaik dunia. (L’Post/r)

Related Posts