September 10, 2026
EKONOMI & PERBANKAN

HLM TP2DD dan TPID Kota Denpasar 2026 Perkuat Digitalisasi Daerah dan Pengendalian Inflasi Berkelanjutan

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Pemerintah Kota Denpasar menyelenggarakan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Denpasar Tahun 2026 pada 24 Juni 2026 di Aston Denpasar Hotel & Convention Center. Kegiatan ini turut bersinergi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Denpasar dalam rangka penguatan sinergi dalam mendorong percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah, sekaligus menjaga stabilitas harga dan pengendalian inflasi daerah secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wali Kota Denpasar, Sekretaris Daerah Kota Denpasar, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bali, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Denpasar, Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar, Direktur Teknologi dan Informasi BPD Bali, serta perwakilan Kantor Otoritas Jasa Keuangan Provinsi Bali.

BACA JUGA :  Hadirkan Asesor dari LSP Geospasial, Dosen Prodi IKL FKP UNUD Lakukan Sertifikasi Penggunaan Sistem Informasi Geografis

Forum ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat koordinasi lintas pemangku kepentingan dalam menjaga ketahanan ekonomi Kota Denpasar melalui penguatan pengendalian inflasi dan digita lisasi daerah.

Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, dalam arahannya menekankan bahwa capaian pembangunan Kota Denpasar perlu terus didukung oleh stabilitas harga, penguatan daya beli masyarakat, serta percepatan transformasi digital layanan publik. Pemerintah Kota Denpasar memberikan perhatian khusus terhadap pengendalian inflasi, terutama dalam menjaga pasokan pangan, memperkuat pemantauan harga, serta meningkatkan sinergi dengan Bank Indonesia, Bulog, BPS, OJK, perbankan, dan perangkat daerah terkait.

Di sisilain, percepatan dan perluasan digitalisasi daerah juga menjadi agenda penting untuk meningkatkan kualitas

layanan, efisiensi transaksi, dan transparansi penerimaan daerah.

Pada kesempatan ini, seluruh perangkat daerah

diarahkan agar memperluas penggunaan non-tunai, memperkuat integrasi layanan digital, serta meningkatkan

literasi digital masyarakat.

Lebih lanjut, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali , Ronald D. Parluhutan, menyoroti bahwa

Kota Denpasar memiliki peran strategis sebagai pusat ekonomi, pemerintahan, perdagangan, jasa, dan pariwisata

di Provinsi Bali. Kondisi tersebut mendorong tingginya permintaan pangan, baik dari penduduk, wisatawan,

maupun mobilitas masyarakat. Pada Mei 202 6, inflasi Kota Denpasar tercatat sebesar 3,19% (yoy) dan masih berada

dalam kisaran sasaran inflasi. Namun demikian, sejumlah komoditas pangan strategis seperti beras, daging ayam

ras, minyak goreng, telur ayam ras, daging babi, bawang me

rah, serta komoditas hortikultura tetap perlu menjadi

perhatian. Untuk itu, Bank Indonesia mendorong penguatan strategi 4K, yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan

Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi pasar murah,

penguatan peran Perumda sebagai pemasok d

an offtaker, koordinasi dengan Bulog dalam penyaluran beras

Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), aktivasi Kerja Sama Antar Daerah (KAD), penguatan data harga dan

stok, serta komunikas i publik untuk menjaga ekspektasi masyarakat, khususnya menjelang Hari Besar Keagamaan

Nasional (HBKN) Kuningan dan periode libur sekolah

. Selain pengendalian inflasi, Ronald juga menyoroti capaian

positif digitalisasi daerah Kota Denpasar, yang ditunjukkan melalui peningkatan Indeks

Elektronifikasi Transaksi

Pemerintah Daerah

(ETPD) dari 91,9% menjadi 94,0% pada Semester II 2025 serta kenaikan peringkat

Championship TP2DD dari posisi 19 menjadi 10 se

-Jawa Bali. Ke depan, percepatan digitalisasi penerimaan

pajak

dan retribusi daerah perlu terus diperkuat melalui perluasan kanal pembayaran seperti QRIS,

virtual account , EDC, dan e-commerce , peningkatan literasi masyarakat, serta optimalisasi pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI).

Bank Indonesia Provinsi Bali berkomitmen untuk terus mendukung implementasi TP2DD melalui

capacity building ,

pendampingan pengisian indeks ETPD, studi banding, serta advisory dalam mendorong transaksi pemerintah daerah

yang lebih transparan, efisien, dan akuntabel.

Dalam pemaparannya, Plt. Kepala Bapenda Kota Denpasar , Ida Bagus Alit Adi Merta , menyampaikan bahwa

digitalisasi daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat tata kelola penerimaan daerah.

Capaian digitalisasi pembayaran pajak daerah Kota Denpasar pada tahun 2026 telah mencapai 95%, yang

didukung melalui berbagai inova si, antara lain Pagi Bersinar, KLADI 5B, SIPARQI, dan SIPERDI. Digitalisasi tersebut

diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan, memperluas penggunaan transaksi non

-tunai, memperkuat

transparansi penerimaan daerah, serta meningkatkan akuntabilitas pengelolaan pendapatan daerah.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Bali

, Simon Melkisedek, menyampaikan kesiapan Bulog dalam

mendukung stabilisasi pasokan dan harga pangan di Kota Denpasar dan Provinsi Bali.

Per 23 Juni 2026, Bulog

Kanwil Bali memiliki stok yang memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali, meliputi beras, gula pasir,

minyak goreng, dan jagung, dengan ketahanan stok beras

Cadangan Beras Pemerintah ( CBP) mencapai sekitar 10

bulan. Selain itu, Bulog juga terus memperkuat penyerapan gabah/beras petani, penyaluran bantuan pangan,

distribusi Minyakita, serta penyaluran beras SPHP untuk mendukung keterjangkauan harga masyarakat.

Kepala Badan Pusat Statistik Kota Denpasar

, I Made Juli Ardana, menyampaikan bahwa pada Mei 2026,

inflasi Kota Denpasar tercatat sebesar 0,50% secara bulanan, 1,56% secara tahun kalender, dan 3,19% secara

tahunan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok dengan andil terbesar terhadap inflasi

tahunan, dengan komoditas penyumbang inflasi antara lain cabai rawit, emas perhiasan, daging ayam ras, beras,

dan biaya pendidikan SMA. Dari sisi bulanan, tekanan inflasi terutama dipengaruhi oleh beras, pepes, bahan bakar

rumah tangga, dan cabai rawit, sementara b

eberapa komoditas seperti canang sari, daging ayam ras, emas

perhiasan, pepaya, dan labu siam memberikan andil deflasi.

Kegiatan HLM TP2DD dan TPID Kota Denpasar Tahun 2026

juga dirangkaikan dengan

launching Klaster

Ekonomi Digital Terintegrasi Kawasan Panjer, Sesetan, dan Sidakarya (Kedai Pasar) , sebagai upaya pengembangan

klaster digital untuk mengoptimalkan perolehan pajak. Selain itu, turut dilakukan s eremoni pemberian penghargaan

transaksi digital tahun 2026 sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kinerja terbaik dalam mendukung

ETPD

dan digitalisasi layanan publik. Penghargaan diberikan kepada penerima reward penggu

naan transaksi Kartu Kredit

Pemerintah Daerah (KKPD) serta Puskesmas dengan capaian transaksi QRIS Dinamis terbanyak.

Melalui kegiatan ini,

Pemerintah Kota Denpasar bersama seluruh anggota TP2DD dan TPID berkomitmen untuk terus memperkuat

sinergi kebijakan, menjaga stabilitas harga,

dan memperluas digitalisasi transaksi daerah,

untuk mendukung

perwujudan visi Kota Denpasar sebagai kota kreatif berbasis budaya menuju Denpasar maju. (L’Post/r)

Related Posts