September 9, 2026
BALI

PLN Bersama Pelanggan Gerakkan Ekonomi Bali

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Memaknai Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026 dengan semangat “Melayani Sepenuh Hati, Maju Bersama Membangun Negeri”, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Bali memperkuat komitmen untuk hadir lebih dekat dengan pelanggan dan menjadi mitra dalam mendukung pertumbuhan usaha sekaligus menggerakkan perekonomian Bali.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Customer Intimacy 2026 bertema _“Synergy for Acceleration: Energizing Sales, Powering The Future”_ yang mempertemukan PLN dengan pelanggan prioritas, khususnya pelanggan Tegangan Menengah (TM). Kegiatan ini menjadi ruang dialog untuk mendengarkan kebutuhan, tantangan, serta rencana pengembangan usaha pelanggan. Pertemuan bersama pelanggan tersebut juga terselenggara melalui kolaborasi PLN UID Bali bersama Sub Holding dan Anak Perusahaan PLN, di antaranya PT Energy Management Indonesia (EMI), PLN Icon Plus, dan PLN Electricity Services (ES), sehingga kebutuhan pelanggan dapat dijawab melalui ekosistem solusi yang lebih terintegrasi.

BACA JUGA :  3.935 WBP di Bali Berhak Mencoblos pada 14 Februari

General Manager PLN UID Bali Ajrun Karim mengatakan, pelanggan tidak hanya dipandang sebagai pengguna listrik, tetapi sebagai mitra PLN dalam menggerakkan perekonomian dan pembangunan Bali. Pertumbuhan dunia usaha membutuhkan dukungan energi yang andal, fleksibel, dan efisien, sementara pertumbuhan usaha pelanggan juga menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan penjualan listrik PLN.

“Hingga Agustus 2026, penjualan listrik PLN UID Bali telah mencapai sekitar 5.487 GWh atau tumbuh 8,48 persen. Pertumbuhan tersebut salah satunya ditopang oleh pelanggan Tegangan Menengah yang saat ini berjumlah 884 pelanggan dengan total daya sekitar 822,33 MVA dan konsumsi lebih dari 1.131 GWh,” ujar Ajrun.

Pelanggan-pelanggan tersebut berasal dari berbagai sektor, mulai dari perhotelan, pusat perbelanjaan, rumah sakit, industri, hingga transportasi dan logistik. Seiring berkembangnya usaha, kebutuhan energi pun ikut meningkat. Karena itu, PLN ingin memahami rencana bisnis pelanggan sejak awal agar kebutuhan energi dapat dipersiapkan secara tepat.

“Setiap pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang membutuhkan tambahan daya untuk ekspansi, peningkatan kualitas dan keandalan, elektrifikasi, infrastruktur kendaraan listrik, efisiensi energi, digitalisasi, hingga kebutuhan energi hijau. Kami ingin PLN hadir bukan hanya ketika pelanggan membutuhkan sambungan atau tambah daya, tetapi sejak pelanggan merencanakan pengembangan bisnisnya,” kata Ajrun.

BACA JUGA :  BBPOM Nyatakan "Aman" Sajian Kuliner di Denpasar Festival 2025

Ia menambahkan, PLN terbuka untuk berdiskusi mengenai rencana ekspansi, kebutuhan energi, tantangan operasional, digitalisasi, maupun target keberlanjutan pelanggan. Dengan demikian, PLN Group dapat menyiapkan solusi yang sesuai, kompetitif, dan memberikan nilai tambah bagi perkembangan usaha pelanggan.

“Bapak dan Ibu silakan fokus mengembangkan bisnis. Untuk kebutuhan energi dan solusi pendukungnya, mari kita rencanakan bersama PLN,” ujar Ajrun.

Senior Manager Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN UID Bali Damayanti Wahyuningrum mengatakan, salah satu bentuk fleksibilitas layanan yang dapat dimanfaatkan pelanggan Tegangan Menengah adalah Suplemen Daya. Layanan ini memberikan keleluasaan bagi pelanggan untuk menyesuaikan kebutuhan daya dengan kondisi produksi pada periode tertentu, termasuk ketika terjadi peningkatan kebutuhan yang bersifat sementara atau mendadak.

Menurut Damayanti, fleksibilitas tersebut dapat menjadi alternatif bagi pelanggan yang belum membutuhkan penambahan daya secara permanen. Di sisi lain, PLN juga terus mengembangkan berbagai solusi untuk mendukung kebutuhan bisnis pelanggan, termasuk layanan kelistrikan, infrastruktur kendaraan listrik, pembangkit listrik tenaga surya atap, konektivitas, data center, IoT, efisiensi energi, hingga kebutuhan sustainability.

Kolaborasi juga diperluas dengan melibatkan pelaku pariwisata, khususnya sektor perhotelan, dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Bali. Melalui skema kemitraan bersama PLN, pengelola hotel dapat menghadirkan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di kawasan hotel sebagai bagian dari layanan dan fasilitas bagi tamu maupun pengguna kendaraan listrik. Langkah ini sekaligus memperkuat kesiapan sektor pariwisata Bali dalam menghadapi kebutuhan mobilitas yang semakin mengarah pada penggunaan kendaraan listrik.

“Kami ingin memastikan bahwa energi tidak menjadi batas bagi pertumbuhan usaha Bapak dan Ibu, tetapi justru menjadi enabler yang mempercepat pertumbuhan tersebut. Ketika bisnis tumbuh, kebutuhan energi meningkat, lapangan kerja bertambah, dan pada akhirnya turut memperkuat perekonomian Bali,” ujar Damayanti.

Dari sisi perekonomian daerah, Deputi Direktur Ekonom Ahli Kelompok Perumusan KEKDA Provinsi Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bali Tri Setyoningsih menyampaikan bahwa investasi merupakan salah satu penggerak utama perekonomian Bali. Kontribusi pembentukan modal tetap bruto (PMTB) terhadap perekonomian Bali rata-rata berada di kisaran 30 persen, meskipun investasi masih banyak terkonsentrasi pada sektor pariwisata.

BACA JUGA :  CLARKS Hadirkan Kolaborasi Ikonik Torhill X Stranger Things di Indonesia

Sejalan dengan pertumbuhan investasi dan aktivitas usaha, kebutuhan energi menjadi bagian penting dalam menopang perkembangan ekonomi Bali. Pada saat yang sama, Bali memiliki peluang besar dalam pengembangan energi baru terbarukan, antara lain potensi tenaga surya lebih dari 4.000 MW, tenaga angin lebih dari 1.000 MW, serta potensi mikrohidro dan biomassa/biogas yang masing-masing mencapai lebih dari 200 MW. Pengembangan energi hijau dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus mendukung efisiensi dan keberlanjutan aktivitas usaha di Bali.

Melalui semangat HPN 2026, PLN UID Bali menegaskan bahwa kedekatan dengan pelanggan merupakan bagian penting dari upaya menghadirkan pelayanan yang semakin relevan. Dengan memahami kebutuhan pelanggan dan menyiapkan solusi energi sejak awal, PLN berharap dapat menjadi mitra yang mendukung pelanggan untuk tumbuh lebih produktif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Bagi PLN, ketika pelanggan tumbuh, PLN turut tumbuh; dan ketika dunia usaha berkembang, perekonomian Bali pun semakin kuat. Semangat “Melayani Sepenuh Hati, Maju Bersama Membangun Negeri” menjadi komitmen PLN untuk terus membangun hubungan yang lebih erat dengan pelanggan dan menghadirkan energi yang memberi manfaat bagi masyarakat serta pembangunan Bali. (L’Post/r)

Related Posts