November 3, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Perkuat Habit Masyarakat dan Pelaku Usaha, Kebersihan adalah Tanggung Jawab Bersama

LITERASIPOST.COM – Legian | Gerakan Beach Clean Up (bersih-bersih pantai) di Pantai Legian, Kabupaten Badung, Bali, yang diinisiasi oleh tim WPN (Wayan Puspa Negara) bersama komunitas BumiKita, kembali berlangsung pada Jumat (26/6). Melibatkan puluhan hingga ratusan pelaku usaha dan stakeholders pariwisata di wilayah Kelurahan Legian, gerakan kolektif ini senantiasa dilaksanakan setiap hari Jumat pagi secara rutin dan berkelanjutan.

I Wayan Puspa Negara selaku inisiator menyampaikan bahwa Beach Clean Up setiap Jumat pagi merupakan kegiatan konsisten, rutin, dan berkelanjutan yang dilakukan dalam upaya untuk memperkuat habit atau kebiasaan masyarakat terutama para pelaku usaha, para pekerja, stakeholders pariwisata termasuk wisatawan.

BACA JUGA :  PLN Bali Tambah Tiga SPKLU di Jalur Mudik

“Artinya, jika tercipta habit maka pantai kita pasti akan bersih, dan gerakan ini harus berjalan secara terus-menerus karena habit itu tidak bisa diciptakan dengan mudah, habit itu menyangkut pengetahuan, keterampilan, dan sikap”, ujar Puspa Negara.

Untuk itu dilakukan edukasi setiap saat termasuk upaya memilah sampah. Pasalnya, ketika PSEL (Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik atau disebut juga PLTSa/Pembangkit Listrik Tenaga Sampah) hadir di akhir tahun 2026 atau awal tahun 2027 maka masyarakat sudah siap memilah sampah. Ditegaskannya, tidak ada satupun negara maju yang warganya tidak memilah sampah. Sedangkan masyarakat kita baru belajar hal itu. Namun, apapun itu semuanya menjadi tanggung jawab kita bersama.

Proses pemilahan sampah usai kegiatan Beach Clean Up di Pantai Legian. (Foto: Literasipost) 

“Beach Clean Up ini tetap berjalan secara konsisten karena inti dari sebuah kegiatan harus ada konsistensi, dan kita sudah berjalan lebih dari 6 tahun bersama komunitas BumiKita dan memang terasa bahwa habit itu sudah mulai tercipta dimana para pelaku usaha di kawasan Legian sudah terpanggil hatinya, begitu hari Jumat pagi mereka jam 7 sudah kumpul di pantai, tanpa harus diberitahu manajemen mereka sudah memerintahkan para stafnya untuk datang ke pantai”, sebutnya.

Lanjut Puspa Negara, partisipasi tersebut juga sebagai bentuk CSR pemilik usaha terhadap lingkungan karena mereka sudah sadar bahwa destinasi ini harus dijaga dan dirawat agar tidak monoton dan ditinggalkan oleh wisatawan. Seperti halnya kondisi yang terjadi saat ini dimana wisatawan cenderung bergeser ke daerah utara seperti Canggu, Tibubeneng dan Berawa. Apapun itu, setiap niat, usaha, kerja, dan kemampuan kita untuk menjadikan destinasi bersih, sehat dan asri merupakan poin penting dalam menjaga destinasi ini tetap mempesona.

“Kami apresiasi pelaku usaha, stakeholders pariwisata, dan komunitas BumiKita yang secara konsisten telah bersama-sama untuk menjaga Pantai Legian agar tetap bersih dan indah”, sebutnya.

BACA JUGA :  Solia Legian Bali Hotel Beri Apresiasi kepada Travel Agent

Kegiatan kali ini juga dikaitkan dengan Reses Masa Sidang Ketiga I Wayan Puspa Negara, S.P, M.Si selaku Anggota DPRD Kabupaten Badung sekaligus sebagai Ketua Fraksi Gerindra. Katanya, reses ini sangat penting untuk menyerap aspirasi para pelaku usaha.

“Banyak kendala yang dirasakan oleh pelaku usaha seperti memperpanjang izin operasional, atau terjadi gangguan keamanan dan ketertiban umum, maka saya selaku wakil rakyat berkepentingan dalam menciptakan keamanan dan kenyamanan destinasi kita”, pungkas Puspa Negara. (L’Post)

Related Posts