November 2, 2026
BALI

Pameran Bali Interfood 2026 Resmi Dibuka, UMKM dan Pengunjung Antusias

LITERASIPOST.COM – Badung | Bali Interfood 2026 resmi dibuka pada Rabu (2/9) di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Nusa Dua, Bali. Memasuki penyelenggaraan ke-7 pada 2–4 September 2026, pameran internasional yang diselenggarakan Krista Exhibitions Group ini mempertemukan pelaku industri makanan dan minuman (F&B), hospitality, bakery, kopi, wine & spirit, hingga teknologi dan solusi bisnis dalam satu ekosistem.

Bali Interfood 2026 menjadi titik temu strategis bagi produsen, distributor, importir, buyer, pelaku Horeca, peritel, pemilik restoran dan kafe, hingga investor. Selain pameran, business matching, networking session, dan program edukatif membuka peluang kolaborasi serta transaksi baru.

Suasana pameran Bali Interfood 2026 saat pembukaan di BNDCC, Nusa Dua, Bali, Rabu (2/9). (Foto: Literasipost)

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, mengatakan Bali Interfood 2026 diikuti 110 peserta dari delapan negara, termasuk 35 UMKM. Menghadirkan produk, teknologi, dan solusi terbaru bagi industri F&B dan hospitality, dengan target 15.000 pengunjung selama tiga hari.

“Bali memiliki posisi yang strategis dalam perkembangan industri F&B nasional. Pertumbuhan sektor pariwisata, hotel, restoran, kafe, serta bisnis kuliner di Bali terus menciptakan kebutuhan terhadap produk, bahan baku, peralatan, teknologi, dan solusi industri yang semakin beragam”, ungkap Daud.

“Bali bukan hanya destinasi wisata, tetapi juga merupakan salah satu pusat pertumbuhan bisnis hospitality dan kuliner di Indonesia. Karena itu, Bali Interfood kami hadirkan sebagai platform yang mempertemukan kebutuhan industri dengan inovasi dan peluang bisnis, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi pelaku usaha lokal dan UMKM untuk berkembang dan terhubung dengan pasar yang lebih luas,” sambungnya.

BACA JUGA :  Pertamina Patra Niaga Raih 70 Penghargaan di ENSIA 2025

Salah satu UMKM yang berpartisipasi di Bali Interfood 2026 yaitu Waroeng Kopi Kayumas. Didik Suryadi dari Kelompok Tani Sejahtera, Desa Kayumas, Kabupaten Situbondo menuturkan keikutsertaannya di Bali Interfood karena ingin mencari mitra. Terlebih lagi, akses ke Bali dinilai lebih dekat dan didukung kemudahan logistik.

“Kami setiap tahun mengikuti Bali Interfood, karena jangkauan kami ke Bali lebih mudah dibandingkan ke Surabaya, makanya kami mencari market di Bali, apalagi Bali adalah daerah tujuan wisata dunia dan produk kami sangat disukai oleh orang Eropa, produk kami juga organik “, tutur Didik.

Didik Suryadi dari Kelompok Tani Sejahtera, Desa Kayumas, Kabupaten Situbondo menjadi salah satu peserta pameran Bali Interfood 2026 di BNDCC, Bali. (Foto: Literasipost)

Ada pula UMKM Dapur Bunda dari Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang memproduksi rendang dan variannya. Usaha ini tergabung ke dalam Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI).

“Kami sering mengikuti pameran Interfood, tapi untuk di Bali pertama kalinya. Motivasi kami ikut Bali Interfood untuk memperluas pasar di Bali, mencari distributor atau agen, dan akhirnya rendang produksi kami bisa go international. Pameran Interfood ini menjadi ruang bagi kami para UMKM untuk bisa naik kelas”, ungkap Ildafitri, pemilik Dapur Bunda.

Pengunjung pun sangat antusias menghadiri Bali Interfood 2026. “Saya sudah tiga kali mengunjungi Bali Interfood, termasuk kali ini. Saya punya usaha coffee shop, dan kita tahu di Bali belakangan ini usaha coffee shop sedang hype, jadi saya ke sini untuk melihat-lihat produk, tidak hanya berkaitan dengan kopi, dan kami juga mencari mitra”, ujar Agus Arya dari Denpasar.

Bali Interfood 2026 hadir bersamaan dengan Bali Hotel & Tourism, Bali Coffee Expo, Bali Wine & Spirit, serta Bakery Indonesia Expo 2026. Kolaborasi tersebut menghadirkan ekosistem yang lebih luas, mulai dari bahan baku, produk makanan dan minuman, bakery dan pastry, kopi, wine & spirit, peralatan pengolahan, horeca, jasa boga, hingga teknologi dan solusi pengemasan. Pengunjung tidak hanya dapat mencari produk sesuai kebutuhan bisnis, tetapi juga melihat bagaimana berbagai sektor dalam industri F&B dan hospitality saling terhubung.

“Yang kami hadirkan bukan hanya produk, tetapi juga kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang yang berada di balik industri ini buyer, supplier, chef, purchasing, distributor, asosiasi, hingga profesional hospitality,” tambah Daud.

BACA JUGA :  UNUD dan Setjen DPD RI Adakan Focus Group Discussion

Salah satu program yang menjadi unggulan pada Bali Interfood 2026 adalah Gelato World Cup Indonesian Selection, yang berlangsung selama tiga hari. Pengunjung dapat menyaksikan kompetisi sekaligus mengikuti berbagai workshop yang menghadirkan teknik dan kreativitas para profesional gelato. Rangkaian program tersebut antara lain Gelato Workshop Coconut Mango Dessert, Mixologist Workshop Morello Cherry Gelato, Gelato Competition, Gelato Workshop Sorbet Lollies, serta Mixologist Workshop Blood Orange Sorbet.

Pengunjung juga dapat menikmati berbagai sesi kuliner dan beverage yang menghadirkan chef serta profesional industri. Program tersebut mencakup Cinnamon Roll bersama Chef Fajri Winarno, Dimsum Keju Lumer & Ghyong Chilli Oil bersama Chef Lucky R Katili, Bali Beans Manual Brew Class bersama Barista I Made Galih Kresnadana, serta demo Mie Goreng Lada Hitam & Kwetiau Goreng Olive Vegetable bersama Chef Ugay.

Bali Interfood 2026 menghadirkan pengalaman eksplorasi rasa yang mempertemukan wine dengan beragam karakter cita rasa melalui rangkaian Wine Pairings. Pengunjung diajak menikmati perpaduan yang unik dan inovatif, mulai dari Wine & Coffee Sensory bersama Bali Beans Coffee, Wine & Chocolate Pairing bersama Mason Chocolates Bali, hingga Plant-Based Perfection: A Green Rebel Wine Pairing Workshop.

Sementara itu, IPBI Competition Area menghadirkan berbagai kompetisi dan workshop, seperti Fruit Carving Competition, Table Setting Into the Sea Competition, dan Flower Table Decoration Workshop. Isu keberlanjutan juga menjadi bagian dari agenda edukasi melalui panel diskusi “Rethinking Food Waste: How Hospitality Can Do It Better” oleh Business & Community Manager Bali Restaurant Café Association (BRCA).

Bali Interfood 2026 juga memperkuat sisi bisnis melalui Business Matching Room, yang secara khusus mempertemukan pelaku industri Ho.Re.Ca.Ba (Hotel, Restaurant, Café, dan Bakery) dengan supplier dan exhibitor. Sejumlah agenda yang digelar antara lain “Ngopi Darat with Purchasing & Supplier Ho.Re.Ca.Ba Bali”, Coffee Morning with APKRINDO & APRINDO Bali, Afternoon Tea with IKABOGA & PHRI Bali, serta Meetup with Bali Restaurant Café Associations.

BACA JUGA :  Jelang KTT G20, Enam Perusahaan Dukung Energi Hijau Lewat REC PLN

Program tersebut membuka ruang pertemuan langsung antara perwakilan purchasing dan procurement dengan supplier yang menawarkan bahan baku, produk, peralatan, teknologi, dan berbagai solusi untuk kebutuhan operasional bisnis. Bagi pelaku usaha, pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk mencari sumber produk baru, membandingkan solusi, membangun koneksi dengan supplier, serta menjajaki kerja sama yang berpotensi berlanjut setelah pameran.

Bali Interfood 2026 turut memberikan perhatian pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui Krista Training Center by IKABOGA, yang menghadirkan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) untuk bidang Chef de Partie, Demi Chef, Baker, Commis Pastry, serta RCC (Perpanjangan Masa Berlaku Sertifikat). Rangkaian program tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan industri F&B tidak hanya membutuhkan inovasi produk dan teknologi, tetapi juga peningkatan kompetensi tenaga profesional serta kesadaran terhadap tantangan industri yang semakin berkembang.

Kolaborasi tersebut memperkuat posisi Bali Interfood sebagai ruang pertemuan berbagai kepentingan dalam industri F&B dan hospitality. Dari produsen dan distributor hingga hotel, restoran, kafe, bakery, buyer, investor, profesional kuliner, dan penyedia teknologi, seluruhnya bertemu dalam satu ekosistem.

Opening ceremony Bali Interfood 2026 turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Bali, GAPMMI, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali/Bali Tourism Board (BTB) dan asosiasi pariwisata lainnya. (L’Post)

Related Posts