September 9, 2026
BALI

Hari Pelanggan Nasional, PLN UP2D Bali Perkuat Layanan dari “HATI”

LITERASIPOST.COM – Denpasar | Dalam semangat memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali memperkuat kualitas pelayanan kepada pelanggan melalui peningkatan kompetensi petugas Pelayanan Teknik (Yantek) dan Command Center. Melalui Kampus Yantek Volume 2 bertema “Command Center dari HATI”, PLN mendorong pelayanan gangguan yang tidak hanya cepat dan akurat, tetapi juga humanis dan memberikan kepastian kepada pelanggan.

Penguatan tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN UP2D Bali untuk menerjemahkan semangat HPN ke dalam pelayanan sehari-hari. Sebab, bagi pelanggan, kualitas layanan tidak hanya ditentukan oleh seberapa cepat listrik kembali menyala, tetapi juga bagaimana PLN hadir, memberikan informasi yang jelas, serta memastikan kebutuhan pelanggan ditangani hingga tuntas.

BACA JUGA :  UNUD Teken Nota Kesepahaman dengan BPJS Kesehatan

Dalam pola pelayanan yang diperkuat, petugas Command Center melakukan konfirmasi awal kepada pelanggan ketika laporan gangguan diterima. Untuk gangguan meluas dengan estimasi waktu pemulihan lebih dari satu jam, pelanggan akan memperoleh informasi perkembangan secara berkala. Setelah pekerjaan selesai, petugas kembali melakukan konfirmasi untuk memastikan pelanggan mengetahui bahwa kondisi kelistrikan telah kembali normal.

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, mengatakan kecepatan penanganan gangguan perlu berjalan beriringan dengan kepastian informasi kepada pelanggan.

“Masyarakat Bali tidak hanya butuh listrik cepat nyala. Mereka juga butuh kepastian, terutama saat ada odalan, upacara, atau usaha UMKM yang bergantung pada listrik. Karena itu petugas kami dorong untuk responsif, akurat menyampaikan informasi, dan melayani sampai tuntas,” ujar Petrus.

Nilai pelayanan tersebut dirangkum dalam akronim HATI, yaitu Humanis, Akurat, Tanggap, dan Integritas. HATI tidak hanya menjadi nilai yang disampaikan dalam pelatihan, tetapi diterapkan dalam setiap tahapan pelayanan, mulai dari menerima laporan, memberikan informasi perkembangan gangguan, berkoordinasi dengan petugas di lapangan, hingga memastikan pelanggan mendapatkan kepastian setelah gangguan ditangani.

Penerapan nilai HATI juga sejalan dengan semangat Tri Hita Karana, khususnya dalam membangun hubungan yang harmonis antarmanusia. Dalam praktiknya, petugas didorong untuk menyapa pelanggan dengan santun, menjelaskan kondisi gangguan dengan bahasa yang mudah dipahami, serta menghargai kebutuhan dan waktu pelanggan.

BACA JUGA :  Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus Bangun Semangat dan Harapan Lewat Difel Cafe

Bagi PLN UP2D Bali, setiap laporan gangguan memiliki konteks dan dampak yang berbeda bagi masyarakat. Di Bali, gangguan kelistrikan dapat terjadi ketika masyarakat tengah menjalankan berbagai aktivitas, mulai dari persiapan upacara adat hingga kegiatan ekonomi dan pelayanan publik.

“Setiap laporan gangguan memiliki konteks yang berbeda. Bisa jadi di baliknya ada banjar yang sedang menyiapkan banten, warung yang sedang melayani tamu, sekolah yang melaksanakan ujian daring, atau fasilitas kesehatan yang membutuhkan pasokan listrik. Karena itu, petugas harus memahami bahwa setiap laporan memiliki dampak bagi kehidupan masyarakat,” jelas Petrus.

Karena itu, peningkatan kompetensi petugas juga mencakup aspek keselamatan kerja. Setiap perubahan prosedur dan metode kerja disosialisasikan secara menyeluruh untuk memastikan percepatan penanganan gangguan tetap berjalan sesuai standar keselamatan dan tidak menambah risiko bagi petugas maupun masyarakat.

Untuk memperkuat akurasi dan kecepatan pencatatan, PLN juga memaksimalkan penggunaan APKT Mobile dalam pelaporan gangguan. Melalui pencatatan yang lebih lengkap dan real-time, data gangguan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk mengidentifikasi pola gangguan, mempercepat waktu pemulihan, dan meningkatkan mutu layanan.

Kampus Yantek Volume 2 bertema “Command Center dari HATI” menjadi ruang peningkatan kapasitas bagi petugas Pelayanan Teknik dan Command Center. Program ini memperkuat keselarasan antara kompetensi teknis, keselamatan kerja, pemanfaatan teknologi, serta kemampuan komunikasi dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan.

Melalui penguatan tersebut, PLN UP2D Bali berkomitmen menjadikan peningkatan kompetensi petugas sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menghadirkan layanan kelistrikan yang cepat, akurat, aman, dan humanis, sejalan dengan semangat Hari Pelanggan Nasional 2026. (L’Post/r)

Related Posts