November 2, 2026
POLITIK & INSTANSI

KPU Perkuat Pendidikan Politik Pemilih Muda di Bangli

LITERASIPOST.COM – Bangli | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia bersama KPU Provinsi Bali dan KPU Kabupaten Bangli menggelar Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih Berkelanjutan Tahun 2026, Kamis (8/10). Berlokasi di Museum Geopark Batur, Kintamani, kegiatan ini secara khusus membidik kalangan pemilih muda, mulai dari pelajar SMA/SMK se-Kabupaten Bangli, kelompok disabilitas, marginal, hingga perempuan.

Acara yang dihelat pada Kamis (8/10/2026) ini diikuti oleh sekitar 70 peserta dari berbagai sekolah unggulan di Bangli. Agenda ini dirancang untuk memperluas wawasan demokrasi serta membekali pemilih pemula agar cerdas dan bertanggung jawab dalam menggunakan hak suara mereka.

BACA JUGA :  OJK Perkuat Infrastruktur SLIK bagi LJK dan Masyarakat

Ketua KPU Kabupaten Bangli, I Kadek Adiawan, mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi wadah penting bagi para pelajar untuk menyerap ilmu kepemiluan di luar bangku sekolah. Ia juga memaparkan prestasi gemilang Bangli sebagai salah satu daerah dengan tingkat partisipasi pemilih tertinggi di Bali, di mana angka partisipasi Pemilu 2024 menyentuh 86 persen dan Pilkada 2024 mencapai 78,40 persen.

“Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan momen ini untuk memperluas wawasan sekaligus menjaga kualitas partisipasi masyarakat di Kabupaten Bangli,” ujar Adiawan.

Senada dengan itu, Ketua KPU Provinsi Bali, I Dewa Agung Gede Lidartawan, berpesan agar generasi muda tidak mudah tergiur oleh iming-iming atau materi sesaat saat menentukan pilihan politik. Ia mendorong para pemilih muda untuk mengandalkan hati nurani dengan mencermati rekam jejak, integritas, dan kapabilitas calon pemimpin demi masa depan daerah.

Tangkal Hoaks dan AI di Era Digital

Sementara itu, Anggota KPU RI, Idham Holik, menyoroti tantangan besar pemilu di era digital. Kehadiran teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence / AI) di satu sisi mempermudah akses informasi, namun di sisi lain menjadi celah penyebaran hoaks dan disinformasi.

“Akses informasi yang tidak terbatas menuntut pemilih untuk memiliki kemampuan literasi yang kritis. Jangan terima informasi secara mentah-mentah; periksa sumbernya agar tidak mudah dipengaruhi,” tegas Idham di hadapan para peserta.

BACA JUGA :  Sumringah, APPMB Sambut Open Border Bandara Ngurah Rai

Pendidikan politik praktis ini turut menghadirkan narasumber akademisi, yakni Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, S.Sos., M.Si. dan Dr. Made Gde Subha Karma Resen, S.H., M.Kn., yang memandu peserta agar menjadi pemilih yang kritis dan analitis. Sebelumnya, KPU Bangli juga telah sukses menginisiasi pemilihan ketua OSIS (pemilos) serempak layaknya pemilu sungguhan sebagai sarana pembelajaran dini bagi siswa.

Sesi diskusi berlangsung sangat interaktif. Para pelajar tampak antusias melontarkan berbagai pertanyaan kritis—mulai dari prinsip Luber Jurdil, urgensi satu suara, pemanfaatan AI dalam politik, hingga bahaya golput. Melalui kegiatan ini, KPU berharap lahir generasi pemilih yang cerdas, berintegritas, dan siap mengawal kualitas demokrasi di masa depan. (L’Post)

(Sumber: rilis KPU Bali)

Related Posts