Pemilos Serentak 2026 di Tabanan Cetak Sejarah, Bupati Kukuhkan Pemimpin Muda

LITERASIPOST.COM – Tabanan | Kabupaten Tabanan mencatat langkah penting dalam pengembangan pendidikan demokrasi bagi generasi muda melalui pelaksanaan Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Sekolah (Pemilos) Serentak Tahun 2026 yang melibatkan satuan pendidikan lintas jenjang, mulai dari SMP, MTs, SMA, SMK hingga MA. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan tersebut, Bupati Tabanan, Komang Gede Sanjaya mengukuhkan Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih se-Kabupaten Tabanan di Gedung I Ketut Mario, Tabanan, Rabu (28/10), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Pelaksanaan Pemilos serentak dengan cakupan seluruh jenjang tersebut menjadi terobosan pendidikan demokrasi di Bali. Tidak hanya memperkenalkan proses pemilihan kepada pelajar, kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar demokrasi secara langsung, mulai dari mengenal calon, menyampaikan gagasan, berkampanye, menentukan pilihan, hingga menerima hasil pemilihan secara bertanggung jawab.
Mengusung semangat “Belajar Demokrasi dari Sekolah”, Pemilos Serentak 2026 merupakan kolaborasi KPU Kabupaten Tabanan, Pemerintah Kabupaten Tabanan, dan KNPI Kabupaten Tabanan, dengan dukungan Bawaslu Kabupaten Tabanan, satuan pendidikan, serta para pemangku kepentingan terkait.
Pemilos Serentak yang dilaksanakan pada 21 Oktober 2026 mencatat partisipasi sebanyak 38.783 pemilih dari jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA. Sebanyak 182 pasangan calon berkontestasi, terdiri atas 120 pasangan calon di tingkat SMP/MTs dan 62 pasangan calon di tingkat SMA/SMK/MA. Pemungutan suara dilaksanakan melalui 138 tempat pemungutan suara (TPS) yang tersebar di Kabupaten Tabanan.
Rinciannya, tingkat SMP/MTs melibatkan 17.414 pemilih dan 90 TPS, sedangkan tingkat SMA/SMK/MA melibatkan 21.369 pemilih dan 48 TPS.
Capaian ini memperlihatkan besarnya ruang pembelajaran demokrasi yang dibangun di lingkungan sekolah. Puluhan ribu pelajar memperoleh pengalaman langsung menggunakan hak pilih, menilai calon pemimpin, menghargai perbedaan pilihan, dan memahami proses pemungutan suara yang tertib.
Pemilos tidak hanya berorientasi pada pergantian kepengurusan OSIS, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kesadaran bahwa demokrasi membutuhkan partisipasi, integritas, sikap saling menghormati, serta tanggung jawab atas setiap pilihan.
Dalam pidatonya, Bupati Tabanan menegaskan bahwa pengukuhan Ketua dan Wakil Ketua OSIS bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan awal dari tanggung jawab dan kesempatan untuk belajar menjadi pemimpin.
Para pengurus OSIS yang dikukuhkan diharapkan tidak hanya ingin dihormati, tetapi juga mampu melayani, memberikan teladan, dan menginspirasi teman-temannya. Kepemimpinan harus diwujudkan melalui tindakan nyata, kemampuan mendengarkan aspirasi, serta komitmen untuk membawa perubahan positif bagi lingkungan sekolah.
Bupati juga mendorong pengurus OSIS menjadi pelopor kegiatan positif, menjauhi narkoba, perundungan, kekerasan, dan berbagai perilaku negatif, serta bijak dalam menggunakan teknologi dan media sosial. Generasi muda diharapkan memanfaatkan masa mudanya untuk belajar, berkarya, berinovasi, berprestasi, dan membangun karakter yang kuat.
Momentum Hari Sumpah Pemuda menjadi pengingat bahwa semangat persatuan perlu diterjemahkan ke dalam komitmen bersama untuk memajukan sekolah dan Kabupaten Tabanan.
Ketua KPU Kabupaten Tabanan, I Wayan Suwitra, menyampaikan bahwa Pemilos merupakan miniatur pemilu yang sesungguhnya sekaligus ruang belajar demokrasi yang nyata bagi generasi muda.
Melalui Pemilos, para pelajar belajar menawarkan gagasan, meyakinkan pemilih melalui program, serta menerima hasil pemilihan dengan lapang dada. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting agar generasi muda memahami demokrasi bukan hanya sebagai teori, melainkan sebagai proses yang perlu dipraktikkan dan dibiasakan.
Suwitra menitipkan tiga pesan kepada para pelajar. Pertama, menjadi pemimpin yang mendengar, karena kemenangan merupakan mandat untuk melayani, bukan untuk dilayani. Kedua, menjadi pemilih cerdas dengan mengenali calon, memahami gagasan, dan mengambil keputusan secara kritis serta bertanggung jawab, bukan sekadar ikut-ikutan. Ketiga, merawat demokrasi melalui praktik dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan Pemilos tidak semata-mata ditentukan oleh siapa yang terpilih, tetapi juga oleh nilai-nilai demokrasi yang dipahami dan diterapkan oleh seluruh peserta didik.
Pengukuhan Ketua dan Wakil Ketua OSIS terpilih menjadi tahap penting setelah para pelajar melewati proses pemilihan. Kepercayaan yang diberikan oleh teman-teman mereka kini harus dijawab melalui kepemimpinan yang bertanggung jawab, program kerja yang bermanfaat, dan keteladanan dalam kehidupan sekolah.
Para pengurus OSIS diharapkan mampu menjadi penggerak partisipasi positif, membangun budaya musyawarah, menghargai perbedaan pendapat, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, kreatif, dan saling menghormati.
Bagi KPU Kabupaten Tabanan, pelaksanaan Pemilos lintas jenjang ini merupakan bagian dari komitmen memperkuat pendidikan pemilih sejak dini. Pendidikan demokrasi perlu dimulai sebelum seseorang memasuki usia memilih dalam pemilu, agar kelak tumbuh pemilih yang cerdas, kritis, berintegritas, dan bertanggung jawab.
KPU Kabupaten Tabanan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Kesbangpol, Dinas Pendidikan, dan Diskominfo, Bawaslu Kabupaten Tabanan, KNPI Kabupaten Tabanan, serta seluruh kepala sekolah, guru pendamping, pembina OSIS, dan pihak-pihak yang telah berkolaborasi menyukseskan Pemilos Serentak 2026.
Pemilos Serentak Tabanan 2026 menjadi langkah nyata memperluas pendidikan demokrasi dari sekolah, untuk menyiapkan generasi yang tidak hanya memahami hak pilih, tetapi juga siap memimpin, melayani, dan bertanggung jawab.
Dari sekolah, demokrasi dipelajari. Dari bilik suara, tanggung jawab dimulai. Dari generasi muda, masa depan demokrasi dipersiapkan. (L’Post)
(Sumber: rilis KPU Tabanan)














