November 2, 2026
BALI

PLN Bali Terapkan Smart Grid, Gangguan Jaringan Listrik 20 kV Terdeteksi dalam Hitungan Detik

LITERASIPOST.COM – Denpasar | PT PLN (Persero) terus memodernisasi kelistrikan di Bali melalui penerapan *Smart Grid* atau jaringan listrik pintar. Melalui Unit Pelaksana Pengatur Distribusi (UP2D) Bali, PLN kini memanfaatkan sensor digital dan sistem komunikasi cerdas untuk memantau jaringan secara real-time.

Jika dulu pemantauan jaringan masih manual dan harus menunggu petugas tiba di lokasi, kini dengan Smart Grid, kondisi jaringan seperti beban listrik, tegangan, dan titik gangguan bisa diketahui operator di Control Center dalam kurang dari satu menit.

BACA JUGA :  Pertanian Bali Peroleh Dana Pusat Rp100 Miliar, Fokus Pemulihan Pasca Pandemi

Manager PLN UP2D Bali, Petrus Irwan Ichwansaputra, menjelaskan Smart Grid adalah kunci transformasi digital PLN. “Inilah yang kita sebut Smart Grid. Sensor-sensor pintar yang kita pasang di seluruh Bali terhubung dengan sistem komunikasi. Jadi tanpa harus ke lapangan, kita sudah dapat informasi yang cepat dan akurat. Keputusan untuk manuver jaringan dan pemulihan listrik bisa kita ambil jauh lebih cepat,” ujarnya, Selasa (27/10/2026).

Menurut Petrus, Smart Grid sangat membantu di Bali yang mobilitasnya tinggi. Kemacetan di kawasan wisata seperti Kuta dan Canggu tidak lagi menjadi penghambat, karena operator sudah mendapat data awal sebelum petugas bergerak.

Dari Deteksi Manual ke Otomatisasi Digital

Smart Grid tidak hanya soal deteksi cepat, tetapi juga soal otomatisasi. Ketika terjadi gangguan, sistem akan memberi sinyal lokasi gangguan secara presisi, sehingga operator bisa melakukan remote switching untuk memulihkan listrik di wilayah yang tidak terdampak terlebih dahulu.

Asisten Manager Perencanaan PLN UP2D Bali, I Made Eka Saputra, menambahkan fondasi Smart Grid ini telah dibangun bertahap sejak 2002 dan implementasinya masif sejak 2023 hingga sekarang.

“Ini adalah perjalanan panjang digitalisasi. Tujuan akhirnya adalah jaringan yang andal, efisien, dan siap mendukung energi bersih di Bali,” jelas Eka.

Pelanggan Juga Terhubung Lewat Digital

Digitalisasi Smart Grid juga terhubung langsung ke pelanggan. Melalui aplikasi PLN Mobile, masyarakat bisa memantau status kelistrikan di rumahnya, apakah padam karena gangguan atau pemeliharaan terencana, lengkap dengan estimasi waktu pemulihannya.

BACA JUGA :  Peduli Bencana NTT, Korem 163 Wira Satya dan Jajaran Kumpulkan Bantuan

Hal ini sejalan dengan semangat Bali sebagai Pulau Energi Bersih dan prinsip Tri Hita Karana, di mana teknologi dimanfaatkan untuk menjaga keharmonisan pelayanan kepada manusia, efisiensi energi, dan kelestarian alam.

Kesiapan Hadapi Musim Hujan

Dengan Smart Grid, PLN lebih siap menghadapi musim hujan. Sistem dapat mendeteksi lebih awal potensi bahaya akibat cuaca ekstrem. Namun Petrus tetap mengimbau peran aktif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan segera melapor jika ada pohon tumbang mengenai jaringan atau banjir yang merendam instalasi listrik demi keselamatan bersama. (L’Post)

(Sumber: rilis PLN)

Related Posts