November 2, 2026
PARIWISATA & SENI BUDAYA

Atraksi “Cipta Rwa Loka” Pukau Pengunjung The Nusa Dua, ITDC akan Jadikan Agenda Reguler

LITERASIPOST.COM – Nusa Dua | Ratusan tamu dan wisatawan terpukau menyaksikan penampilan budaya yang bertajuk “Cipta Rwa Loka” di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua, Bali, Sabtu (1/8) malam. Pertunjukan kolosal ini merupakan atraksi budaya terbaru yang dihadirkan oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) guna memperkuat transformasi The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

Pertunjukan yang dimulai pukul 19.00 Wita dengan durasi sekitar satu jam tersebut, cukup atraktif. Walhasil, tak jarang penonton memberikan tepuk tangan karena banyak kejutan yang ditampilkan oleh seniman-aeniman muda berbakat dari Naluri Manca. Pada segmen tertentu, penari pun mengajak penonton untuk ikut menari.

Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, dan General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika berfoto bersama usai penampilan “Cipta Rwa Loka” di Taksu Art Stage, Peninsula Island, The Nusa Dua, Bali. (Foto: Literasipost)

Program atraksi budaya ini telah diluncurkan sejak 24 Juli 2026 lalu. Mulai 1 Agustus 2026, penonton dikenakan tiket seharga Rp250 ribu per orang. Pertunjukan ini akan dilaksanakan secara reguler setiap hari Sabtu.

“Dengan penampilan Cipta Rwa Loka agar para turis yang datang khususnya ke The Nusa Dua punya experience berbeda, bahwa ITDC tidak hanya mengembangkan wisata alam, hotel-hotel, tapi juga budaya, apalagi Bali punya budaya yang indah sehingga turis akan semakin banyak datang dan spending-nya juga makin banyak, itu yang kita harapkan”, ujar Plt Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, didampingi General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika.

BACA JUGA :  Gastronomy Leaders 2.0: Industri Restoran Bali Bersatu Menuju Panggung Kuliner Dunia

Terinspirasi dari filosofi Rwa Bhineda, pertunjukan ini mengangkat makna keseimbangan antara dua unsur yang saling melengkapi dalam kehidupan. Melalui perpaduan koreografi, musik, tata cahaya, kostum artistik, serta teknologi visual dengan efek glow in the dark, Cipta Rwa Loka menghadirkan pengalaman pertunjukan yang memadukan nilai budaya, spiritualitas, dan inovasi kreatif dalam satu panggung yang spektakuler.

“Cipta Rwa Loka ini menggambarkan dua dimensi, alam bawah dan atas, baik dan buruk, kalau di Bali dikenal Rwa Bhineda (dua hal yang berbeda). Dalam penampilan tiap minggu nanti akan dihadirkan hal yang berbeda agar tidak monoton, bisa saja tentang under the sea, atau angkasa, dan yang terkait filosofi Tri Hita Karana. Kalau malam ini ditampilkan sosok Banaspati Raja, berikutnya bisa Gajah Mina ataupun Ananta Boga, kita berikan kejutan kejutan penonton”, ungkap Ida Bagus Eka Harista selaku founder Naluri Manca.

Dengan menghadirkan ruang ekspresi bagi seniman Bali, ITDC tidak hanya meningkatkan kualitas pengalaman wisata, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif, pelestarian budaya, serta penciptaan nilai bersama bagi masyarakat. (L’Post)

Related Posts